BeritaBerita Deputi

Indonesia Gandeng Australia Garap Pengembangan SDM Ekonomi Biru

Oleh 27 Agu 2019 Agustus 29th, 2019 Tidak ada komentar
Indonesia Gandeng Australia Garap Pengembangan SDM Ekonomi Biru
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim-Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengadakan acara Workshop dengan bertemakan Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pembangunan Ekonomi Biru Indonesia.

“Negara-negara anggota PEMSEA (Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia) menyepakati Laut sebagai sebuah opportunity and new frontier masa depan bagi kesejahteraan, segudang potensi utk mendorong pertumbuhan, lapangan kerja dan inovasi serta peluang global seperti food security, perubahan iklim, energi, air, obat-obatan dan lainnya” jelas Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo Adi saat memberikan paparan dalam workshop yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (27-08-2019).

Lebih lanjut, Staf Ahli Tukul Rameyo menyebutkan bahwa saat ini terdapat dua langkah inisiatif yang kini sedang ditindaklanjuti oleh PEMSEA yaitu pengembangan metodologi penghitungan ekonomi kelautan dan diterapkan pada negara-negara anggota untuk perbandingan. Inisiatif kedua adalah dari komunitas PEMSEA sendiri yang juga mencoba untuk membentuk beberapa kegiatan prioritas sebagai showcase blue economy.

“Ini mungkin bisa menjadi bahan kerjasama di bidang peningkatan SDM. Disini memang fokus pada emerging industry including energy, sea water desalination; fisheries and aquaculture, ecotourism, shipping and port. Dan Indonesia juga masuk di beberapa bidang tersebut,” tambah Staf Ahli Tukul Rameyo Adi.

Dikaitkan dengan peningkatan SDM bagi pembangunan blue economy atau ekonomi biru kemampuan utama yang perlu dibangun adalah pengetahuan atau knowledge melalui riset. “Ini tentunya membutuhkan partnership, mudah-mudahan salah satu mitra kita adalah nantinya akan semakin kuat dengan kerjasama Indonesia-Australia terutama salah satunya dengan University of Tasmania. Selain itu kita juga butuh meningkatkan kemampuan pengelolaan, dan yang lebih jauh lagi adalah peningkatan kemampuan monitoring dan observasi dan sebagainya untuk laut Indonesia,” tegasnya lagi.

Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman TB Haeru Rahayu dalam hal ini juga menjelaskan alasan dari diselenggarakannya kegiatan hari ini. “Ini sebetulnya tindaklanjut dari apa yang sudah ditandatangani dua atau hampir tiga tahun yang lalu oleh Menteri Luar Negeri kita dan kami menjalankan mandatnya dan wokshop ini bertujuan untuk mendiseminasikan riset terkini, juga bagaimana Kemenko Maritim mencoba memfasilitasi terkait dengan pengembangan SDM, di dalamnya tentunya adalah kita mencoba mendukung bagaimana poros maritim dunia ini ke depan bisa terimplementasi. Tetapi kali ini pendekatannya adalah Blue Economy.” ujar Asdep TB Haeru pada saat membuka workshop pagi tadi.

Sebagai infomasi, adapun mitra yang diajak bekerjasama yaitu berasal dari Australia khususnya dari University of Tasmania (UTAS), Australia Maritime College (AMC) dan Institute for Maritime and Antarctic Studies.

Biro Perencanaan dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel