Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Indonesia – Jepang Berencana Kerja Sama Penanganan Sampah dan Limbah Berbahaya

WhatsApp_Image_2018-08-06_at_12.33.06

Maritim – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Jepang Mr. Takebe perihal kerja sama mengenai bantuan teknis dari pemerintah Jepang untuk penanganan sampah dan limbah berbahaya. “Jadi seperti misalnya yang di Citarum, mereka membantu kita bersama-sama melakukan studi tentang penanganan limbah 3.400 industri di sana, teknologinya bagaimana,” ujar Menko Luhut saat diwawancarai usai mengadakan pertemuan di Jakarta, Senin (06/08/2018).

Kemudian, lanjut Menko Luhut, pemerintah Jepang juga berkeinginan untuk membantu relokasi mengingat dampak bahaya yang ditimbulkan.

“Jepang bersedia dan sangat senang sekali membantu, jadi kita sampaikan progress dari gambar-gambar, nanti saya kasih kalian juga, itu banyak dikerjakan antara TNI Polri untuk pembersihannya, jadi bagaimana sebelumnya dan sekarang,” tambahnya.

Terkait MOU (Memorandum Of Understanding) Menko Luhut menyatakan bahwa sampai dengan saat ini hanya sebatas pembicaraan dengan pemerintah Jepang. “Ah belum. Kita hanya sebatas pembicaraan awal saja, yang jelas pemerintah Jepang sangat ingin membantu,” jelas Menko Luhut. Kemudian, tambah Menko Luhut, Jepang pun berkeinginan untuk membantu di bidang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA). Dengan nilai investasi mencapai miliaran dollar.

“PLTSA, teknologi Jepang juga. Ini Wakil Menteri Lingkungan Hidup nya juga senang, bahwa itu mereka akan masuk bantu kita, dan itu investasinya besar milyaran dolar itu,” ujarnya. Nantinya, menurut Menko Luhut direncanakan ada 12 kota besar yang ditargetkan untuk dibangun PLTSA. “Diantaranya, Jakarta, Tangerang, Semarang, seingat saya ya, Surabaya, Semarang, Solo, Makassar, Bali, Palembang. ada 12 lah,” terangnya.

Gempa Bali Diperkirakan Tidak Mempengaruhi AM IMF – WB

Terkait pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Luhut mengatakan bahwasanya gempa bumi yang terjadi baru-baru ini di Lombok, Nusa Tenggara Barat diperkirakan tidak akan mempengaruhi jalannya Annual Meeting International Monetary Fund – World Bank 8 – 14 Oktober 2018 mendatang. “Pertama-tama saya terus berdoa untuk masyarakat yang terdampak. Tadi saya tanya Profesor Surono (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), gempa ini tidak ada dampaknya kepada Gunung Agung,” ucap Menko Luhut.

Menko Luhut juga menyatakan, Presiden Jokowi menginginkan agar penanganan masalah gempa ini dapat ditangani dengan cepat dan pemerintah juga telah menyiapkan dana untuk membantu menangani masalah tersebut. “Presiden sudah perintahkan penanganan masalah gempa itu dengan cepat. pemerintah juga sudah siapkan dana juga dari pusat. Ibu Sri Mulyani, tadi saya diperintahkan, untuk menyiapkan dananya itu,” tutupnya.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Indonesia – Jepang Berencana Kerja Sama Penanganan Sampah dan Limbah Berbahaya