Deputi 1

Indonesia – Korea Selatan Siap Memperkuat Implementasi Kerja Sama Kemaritiman

Indonesia – Korea Selatan Siap Memperkuat Implementasi Kerja Sama Kemaritiman
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim dan Investasi – Jakarta, Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, melaksanakan The 3rd Bilateral Maritime Dialogue dengan Pemerintah Korea Selatan yang diwakili oleh Ministry of Ocean and Fisheries bersama dengan delegasi lainnya. Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara bersepakat untuk lebih memperkuat implementasi dari berbagai pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya.

 

“Yang jelas kerja sama maritim dengan Korea Selatan akan lebih jelas dan baik ke depannya, kita kan sebelumnya sudah ada maritime dialogue ke-1 dan 2 dan ini yang ke-3. Pertemuan ke-1 dan 2 sudah berjalan baik, akan tetapi implementasinya yang belum kuat, jadi setelah ini, dan saya telah sampaikan kepada delegasi Korea Selatan juga, bahwa implementasi dari dialog-dialog ini harus lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Marves, Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui seusai pertemuan, yang dihelat di Jakarta, Selasa (17-12-2019).

 

Senada dengan Deputi Purbaya, Deputy Minister for Marine Policy Ministry of Ocean and Fisheries, Mr Oh. Woonyul juga menyatakan apresiasinya atas pertemuan ini, dan ia pun menegaskan bahwa pertemuan ini juga dalam rangka untuk memperkuat implementasi dan mencapai hasil yang konkrit untuk kerja sama maritim kedua negara.

 

“Terima kasih kami untuk seluruh yang hadir di sini, semoga ini akan semakin menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja sama bilateral kita di sektor kemaritiman,” ucapnya.

 

Adapun, kerja sama kedua negara akan difokuskan di empat sektor strategis di bidang kemaritiman, antara lain, pengembangan kapasitas dan penelitian serta pengembangan kelautan, budidaya perikanan, perlindungan lingkungan laut, pengembangan pelabuhan, serta keselamatan dan keamanan maritim.

 

Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar mengembangkan kemampuan nasional dalam sumber daya manusia maritim. Pelatihan kejuruan formal dan bentuk-bentuk baru pengembangan keterampilan, termasuk di sektor maritim.

 

Di bidang penelitian dan pengembangan, Indonesia ingin mengundang Korea dalam meningkatkan kerja sama, seperti, kerja sama dalam penelitian, pengembangan dan inovasi tentang pemanfaatan laut secara berkelanjutan, penelitian dan teknologi untuk pemantauan pantai jangka panjang. Kemudian, monitoring pemantauan parameter laut fisik dan kimia dalam waktu nyata. Dan, eksploitasi mineral di dasar laut dalam.

 

Sementara dalam bidang budidaya perikanan, Korea Selatan telah memulai studi kelayakan tentang Akuakultur di Natuna, dimana sumber daya perikanan laut, yang mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun dengan total pemanfaatan hanya 36% sekitar 4,3% oleh kabupaten Natuna. Dan, Indonesia juga terus mengembangkan berbagai fasilitas di Natuna untuk mendukung hal tersebut. Khusus terkait Natuna, kedua negara sepakat untuk bekerja sama sama membangun sebagai sektor lainnya di Natuna, seperti infrastruktur, energi,  dan lain sebagainya.

 

Selanjutnya, terkait perlindungan lingkungan laut, Indonesia berkomitmen untuk bertindak menjaga kelestarian lautan nusantara, menjajaki kerja sama dalam bentuk penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam penggunaan laut secara berkelanjutan. Korea Selatan pun akan bekerja sama dengan Indonesia dalam melakukan riset pemberdayaan platfrom rig yang banyak ada di perairan Indonesia, semisal untuk perikanan. Selain itu juga dijajaki kerja sama pembongkaran platform (rig) di Bontang Kalimantan Timur. Indonesia Korea Cooperation Center juga akan membantu penelitian tentang oil spill. Akan dibentuk joint commission untuk kegiatan ini.

 

Terkait pengembangan pelabuhan, Pemerintah Indonesia terus meningkatkan konektivitas maritim melalui tol laut dan pengembangan 477 pelabuhan. Bentuk kerja sama yang akan direncanakan dengan Korea Selatan antara lain, dalam mengembangkan pengiriman laut yang pendek, manajemen pelabuhan, dan konektivitas pedalaman, penelitian bersama tentang dinamika sedimentasi abrasi pantai, dan desain pemecah gelombang dan pengembangan teknologi rantai blok.

Kemudian, dalam bidang keselamatan dan kemanan maritim, Indonesia menyambut baik penjajakan kerja sama dengan Korea dalam E-Navigasi.

Baca juga:  Bersama Gubernur Jawa Timur, Menko Luhut Silaturahmi ke Dua Pondok Pesantren di Kediri

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel