Berita DeputiDeputi 2

Indonesia dan Korea Usulkan Kerja Sama Pemanfaatan Satelit Geo Stationary

Dibaca: 3 Oleh Kamis, 29 April 2021Tidak ada komentar
Indonesia dan Korea Usulkan Kerja Sama Pemanfaatan Satelit Geo Stationary
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-284/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021

Marves Jakarta, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengusulkan kerja sama dengan Republik Korea untuk memanfaatkan satelit geo stationary Geo-Kompsat 2B (29-04-2021). Salah satu lembaga penelitian internasional yang bekerja sama dengan Kemenko Marves bernama Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), akan membantu proses pengembangan dan pemanfaatan satelit ini.

“Satelit ini nantinya berfungsi untuk memantau tumpahan minyak, kebakaran hutan, kecelakaan kapal, bencana, habitat perikanan, green algae, brown algae, dan erupsi gunung berapi,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) Agung Kuswandono.

Pemanfaatan satelit melalui kerja sama dengan Republik Korea perlu dilakukan, melihat dari adanya fungsi yang ditawarkan. Hanya saja penggunaan satelit ini masih perlu dikaji kembali oleh pemerintah Indonesia, karena berkaitan dengan adanya data negara yang nantinya dapat diakses. Untuk itu diperlukan adanya berbagai masukan dan kesepakatan mengenai Memorandum of Understanding (MoU) yang nantinya akan ditandatangani oleh kedua negara dalam kaitannya untuk memanfaatkan satelit ini.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Acara Penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1438 H

“MoU ini nantinya perlu disepakati bersama, karena berkaitan juga dengan adanya keamanan dari negara. Nanti dengan bantuan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) coba nanti disepakati apa yang sebaiknya dilakukan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin.

Minggu depan akan diadakan semacam FGD dengan mendapatkan masukan dari stakeholders yang nantinya bisa menggunakan satelit ini dan menyiapkan draft untuk MoU.

Perlu diketahui bahwa satelit ini merupakan satelit baru dari Korea yang telah mengorbit sejak Februari tahun 2020. Satelit ini mengikuti rotasi bumi. Sehingga posisinya selalu di atas perairan Indonesia dan negara ASEAN. Diharapkan nantinya sebelum satelit ini dimanfaatkan, terdapat pelatihan terhadap sumber daya manusia yang mengelolanya terlebih dahulu.

Perwakilan dari MTCRC Hansan Park mengatakan bahwa nantinya satelit ini dapat digunakan oleh Indonesia selama 5 tahun ke depan.

Kerja sama bersama Republik Korea sudah terjalin cukup lama. Salah satunya adalah mengenai coastal basic survey di  Cirebon, Jawa Barat. Kerja sama bersama yang kali ini menjadi salah satu kerja sama lainnya.

Baca juga:  Pemerintah Gandeng Pengusaha dan Peneliti Atasi Masalah Sampah

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel