ArtikelBeritaBerita DeputiDeputi 4Siaran Pers

Indonesia Kuatkan Komitmen Dalam Pembangunan Berbasis Lingkungan di Jawa Tengah

Dibaca: 76 Oleh Selasa, 30 November 2021Tidak ada komentar
1 3
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-778/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Dalam rangka melakukan audiensi terkait Green Infrastructure Initiative di jawa Tengah, Asisten Deputi DAS dan Konservasi SDA melakukan audiensi terkait kepada Gubernur Jawa Tengah pada Senin, (29/11/2021). Audiensi ini dilakukan demi mendapatkan gambaran yang utuh mengenai proses kerjasama GII dengan pemerintah provinsi setempat.

“GII merupakan bentuk kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Jerman, yang menitik beratkan pada pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan. Kerjasama ini telah diinisiasikan oleh Kemenko Maritim dan Investasi sebagai Co-Chair dan Steering Committee,” Buka Asisten Deputi DAS dan Konservasi SDA, Saleh M. Nugraha.

Lingkup kerjasama dari program ini mencakup beberapa aspek, seperti pengelolaan air dan limbah, pengelolaan limbah padat, serta transportasi umum perkotaan. Kegiatan ini terus dilaksanakan dalam beberapa pertimbangan dasar, seperti dibutuhkannya penanganan yang terintegrasi dengan baik dan berkelanjutan, perlunya penyesuaian arah pembangunan nasional dan daerah untuk menciptakan pembangunan berwawasan lingkungan, adanya kerjasama antara pemerintah pusat dengan provinsi dan kabupaten kota, serta adanya akses pelaksanaan yang sejalan dengan kemampuan pemerintah provinsi serta masyarakat.

Baca juga:  Menko Marves Meeting Dengan Dubes Ethiopia Admasu Tsegeye

“Kami mengusulkan 3 usulan untuk pengelolaan limbah cair, 6 pengelolaan limbah padat, 2 usulan transportasi massal, 4 usulan SPAM dan kajian strategis lintas sektor wilayah sejumlah 1 usulan,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurutnya, sungai Bengawan Solo menjadi salah satu calon usulan unggulan sebagai tempat pengelolaan program ini melihat kondisi pencemarannya yang begitu buruk. Polusi yang ada mencakup limbah UMKM dan limbah domestik yang tersebar di sepanjang DAS bengawan Solo.

“Pencemaran harus ditangani dengan maksimal dan komprehensif, dan membutuhkan dukungan masyarakat tentunya. Di sisi lain, perlu ditingkatkan pula kapasitas penyediaan air baku di kawasan Solo Raya,” imbuh Asdep Saleh.

Kedepannya, diharapkan peningkatan kualitas air sungai bengawan solo dapat dilakukan melakui pengelolaan air limbah dan penyediaan air baku di wilayah Subosukawonosraten. Dan kedepannya, program ini dapat berjalan dengan maksimal dan membuktikan komitmen Indonesia dalam menjalankan pembangunan yang berbasis lingkungan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel