Artikel

Indonesia Sudah Kembangkan Pelabuhan Ramah Lingkungan (Green Port)

Oleh 19 Mei 2019 Mei 31st, 2019 Tidak ada komentar
WhatsApp_Image_2019-05-31_at_8.19.18_AM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – London, Hal penting lainnya yang menjadi fokus pembahasan Dalam Sidang International Marine Organization (IMO), Marine Enviromental Protection Committee (MEPC) ke 74, 13 – 17 Mei 2019, terutama di bidang kemaritiman adalah telah dicanangkannya program Green Port (Pelabuhan ramah lingkungan), dimana pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia dapat lebih ramah lingkungan dengan jalan menghemat penggunaan bahan bakar.

“Beberapa pelabuhan kita sudah memiliki short connection artinya ketika kapal merapat dipelabuhan, maka tidak perlu menghidupkan mesin, dan dia bisa mengambil listrik dari pelabuhan tersebut, kita terus kembangkan itu dan beberapa pelabuhan di Indonesia sudah mengaplikasikannya,” imbuhnya.

Asdep Sahat lalu menjelaskan, Indonesia memang berkepentingan untuk menyampaikan berbagai langkah di luar dengan apa yang telah disepakati dalam sidang IMO ini di bidang lingkungan, utamanya lingkungan kemaritiman.

Pemerintah Indonesia, lanjut Asdep Sahat pun sudah mengembangkan Indo National Single Windows (INSW), Sistem Nasional Indonesia yang memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal, pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron.

“Kita sampaikan juga kepada IMO bahwa saat ini baru ada 16 pelabuhan dan targetnya kita mau 30 pelabuhan dan ini perlu kita sampaikan, bahwa kita sudah memiliki itu dan memang saat ini kita sedang melihat apakah kriteria yang kita bangun di Indonesia itu juga sesuai dengan kriteria yang ada di IMO ini. Jadi kita ingin menyeragamkan supaya INSW tadi itu sama dengan syarat-syarat atau kriteria-kriteria yang dibangun di IMO,” pungkasnya.

Indonesia National Single Window (INSW), seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2008, adalah sistem nasional Indonesia yang memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal, pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron), dan pembuatan keputusan secara tunggal untuk pemberian izin kepabeanan dan pengeluaran barang.

Sistem ini merupakan sistem elektronik yang terintegrasi secara nasional, yang dapat diakses melalui jaringan Internet, yang akan melakukan integrasi informasi berkaitan dengan proses penanganan dokumen kepabeanan dan dokumen lain yang terkait dengan ekspor-impor, yang menjamin keamanan data dan informasi serta memadukan alur dan proses informasi antar sistem internal secara otomatis, yang meliputi sistem kepabeanan, perizinan, kepelabuhanan/ kebandarudaraan, dan sistem lain yang terkait dengan proses pelayanan dan pengawasan kegiatan ekspor-impor.

Biro Perencanaan dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Terkait

Komentar

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel