Artikel

Indonesia Terus Berupaya Lebih Maju Dalam Penanganan Efek Gas Rumah Kaca

Oleh 19 Mei 2019 Mei 31st, 2019 Tidak ada komentar
WhatsApp_Image_2019-05-31_at_8.14.39_AM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim-Jakarta, Dalam Sidang International Marine Organization (IMO), Marine Enviromental Protection Committee (MEPC) ke 74, 13 – 17 Mei 2019, bahwasanya terungkap adanya berbagai upaya yang akan, sedang dan sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia terkait dengan isu perubahan gas rumah kaca. Diantara yang sudah dilakukan ialah, dengan pengaturan bahan bakar sulfur sebesar 0,5 persen dan akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 mendatang.

“Sebenarnya kita sudah agak lebih maju terkait dengan isu perubahan gas rumah kaca, jadi air pollution itu sebenarnya ada dua senyawa yang dijadikan perhatian kita itu adalah nox dan sox nutrogren dioxide dan sulfur dioxide. Jadi kalo sulfur dioxide kita akan bersama negara lain kita menggunakan sulfur 0,5 persen,  kita koordinasikan di Kemenko Kemaritiman untuk implementasinya. Pertamina sudah siap untuk menyiapkan bahan bakar tersebut,” ujar Asisten Deputi Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Kemenko Kemaritiman, Sahat Panggabean di London, Jumat (17-5-2019).

“Jadi artinya kita tetap satu grup dengan dunia dunia ini. Pemerintah Indonesia siapa mengikuti kesepakatan yang telah dicapai dalam Sidang IMO ini,” tambahnya.

Efek rumah kaca adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi, seperti memiliki efek rumah kaca yang di mana panas matahari akan terperangkap oleh atmosfer bumi. Normalnya, sinar matahari di siang hari menyinari bumi dan akan membuat bumi menjadi lebih hangat, akan tetapi permukaan bumi di malam hari menjadi lebih dingin.

Namun akibat dari adanya efek rumah kaca ini maka sebagian panas yang harusnya dipantulkan oleh permukaan bumi, akan diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer tersebut. itulah sebabnya kini bumi menjadi terus menghangat selama bertahun-tahun kemudian.

Dalam Sidang IMO ini, Delegasi Republik Indonesia (DelRI) diketuai oleh Asisten Deputi Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Maritim Kemenko Kemaritiman, Sahat Panggabean dan didampingi oleh Tenaga Ahli Menko Kemaritiman Bidang Hubungan Antar Lembaga, Asep D. Muhammad.

Biro Perencanaan dan Informasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Terkait

Komentar

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel