BeritaSiaran Pers

Indonesia – UEA Siap Bekerja Sama Di Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Mangrove

Oleh 18 Feb 2020 Februari 20th, 2020 Tidak ada komentar
Indonesia – UEA Siap Bekrja Sama Di Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Mangrove
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Indramayu, Uni Emirat Arab (UEA) sangat berminat, dan siap bekerja sama dengan Indonesia dalam hal pengembangan dan pemanfaatan mangrove.

Hal ini terungkap dalam pertemuan yang dihelat di Jakarta, pada tanggal 18 Februari 2020, antara delegasi UEA yang diketuai oleh Pejabat Direktur Eksekutif Sektor Keanekaragaman Hayati Terestrial & Kelautan, Badan Lingkungan Hidup – Abu Dhabi, UEA, Mr. Ahmed Al Hashmi dengan pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, melalui Plt Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti.

“Kami membahas kemungkinan untuk bekerja sama di bidang pengembangan dan pemanfaatan mangrove. Kedua negara bermaksud mengembangkan bidang-bidang kerja sama potensial, di antaranya di pembibitan, restorasi, dan rehabilitasi bakau, layanan ekosistem mangrove, seperti ekowisata, karbon biru, perikanan, dan perlindungan pesisir. Kemudian pengembangan kapasitas yang mencakup pertukaran pengetahuan dan teknologi, seperti kultur jaringan mangrove, drone untuk rehabilitasi. Lalu asisten teknis, seperti lokakarya dan pelatihan, serta penelitian bersama,” ujar Plt Deputi Nani dalam sambutannya.

Baca juga:  RR Kunjungi Lokasi Pengembangan Pelabuhan Lembar

Kemudian, Plt Deputi Nani juga menekankan mengenai pentingnya kerja sama di bidang pengembangan dan pemanfaatan mangrove antara Indonesia – UEA.

“Sekarang, Pemerintah Indonesia fokus untuk mempercepat target rehabilitasi. Tindakan nyata dan konsep yang kuat akan menjadi landasan bagi kerja sama ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mr Ahmed mengatakan, selain ia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas keramahan yang diberikan kepadanya dan delegasi lainnya, ia juga menyatakan, bahwa UEA sangat berminat pada beberapa bidang di rencana kerja sama ini.

“Yaitu area penelitian untuk bertukar metodologi dan pengalaman dengan lebih fokus pada satu-satunya spesies bakau yang ada di UEA (Avicennia marina), kami juga berminat untuk mengembangkan pedoman untuk pemantauan dan evaluasi, dan program pertukaran untuk peneliti muda dan lainnya. Juga, tentang pembibitan dan perkebunan, penerapan teknologi, pemanfaatan situs hutan bakau untuk ekowisata,” ujarnya.

Salah satu poin kerja sama, UEA berencana akan membantu program rehabilitasi dan restorasi mangrove dengan teknologi yang dimiliki olehnya. Pemerintah Indonesia juga akan memilih beberapa site hutan mangrove yang akan didorong untuk bekerja sama dengan UEA. Hal ini guna mempercepat program ini agar dapat mendatangkan benefit bagi masyarakat.

Baca juga:  Kemenko Maritim Dorong Sulteng Ciptakan SDM Berdaya Saing di Bidang Kemaritiman

 

Kunjungan ke Hutan Mangrove Karangsong

Agenda pertemuan antara Indonesia – UEA lantas dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Taman Hutan Mangrove, Karangsong, Indramayu, Jawa Barat.

Di sela-sela kunjungan lapangan, Plt Deputi Nani menyoroti perihal cukup banyaknya lahan mangrove yang terdegradasi, dan sebagian besar karena ulah manusia, semisal alih fungsi lahan dan sebagainya, tetapi juga ada karena alam.

“Namun 5 tahun terakhir ini semenjak ada Kemenko Marves, mulai kelihatan ada progres ke arah yang lebih positif, yaitu kita mengembalikan mangrove yang terdegradasi dengan jalan restorasi, rehabilitasi dan itu terus kita upayakan agar mangrove kembali kepada fungsinya. Harapannya, kerja sama dengan UEA ini bisa mempercepat pencapaian target nasional itu,” ujarnya kepada awak media, Rabu (19-02-2020).

Sementara, Mr. Ahmed mengaku sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk mengunjungi Hutan Mangrove Karangsong. Ia pun berencana akan menceritakan pengalaman ini ke negaranya dan juga dunia.

“Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa, ini adalah kebanggaan bagi kami untuk mengunjungi situs ini dan bertemu dengan masyarakat setempat yang mengembangkan hutan bakau ini, dan kami tahu persis nilai yang diberikannya. Ini adalah kisah yang hebat untuk diceritakan kepada dunia, bagaimana masyarakat tak dapat terpisahkan dengan lingkungannya, dan ini memperlihatkan bagaimana mereka bertindak dengan cara yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca juga:  Menko Luhut Memberikan Keynote Speech di Seminar Financial OCBC NISP

Nantinya, sebagai tindak lanjut, dan untuk membahas bidang-bidang kerja sama yang potensial, UEA menyambut gagasan untuk mengadakan diskusi lebih lanjut melalui lokakarya di Abu Dhabi pada tanggal dan waktu yang disepakati dari kedua belah pihak, dan dengan melibatkan para ahli dari kedua negara untuk membahas peluang kerja sama secara terperinci.

Biro Perencanaan dan Informasi

Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel