Berita DeputiDeputi 4

Indonesia-UK Kembali di Gelar Dialog Kolaborasi Dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Dibaca: 27 Oleh Kamis, 7 Oktober 2021Oktober 8th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 10 08 at 15.19.54
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-634/HUM/ROKOM/SET.MARVES/X/2021

Marves – Jakarta, Sebagai bentuk kerja sama dalam upaya mengatasi perubahan iklim, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama pihak Inggris kembali menyelenggarakan Indonesia-UK Dialogue. Kegiatan yang bertema “Carbon Tax”  ini dilaksanakan secara daring pada hari Kamis (7-10-2021).

Workshop ini merupakan seri kedua dari Indonesia-UK Dialouge dalam rangka menyambut COP26, setelah sebelumnya dilaksanakan Emissions Trading Scheme Workshop secara daring pada 2 September 2021.

Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan, Kus Prisetiahadi mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang mengejar pencapaian target net zero emission di 2060, oleh karena itu di butuhkan dukungan dari berbagai sektor baik nasional maupun Internasional untuk mencapai target tersebut.

Asdep Kus menjelaskan bahwa tujuan dari Indonesia-UK Dialogue adalah untuk mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama yang dapat dilakukan antara Indonesia dengan Inggris dalam mendukung program prioritas Indonesia untuk pembangunan rendah karbon dan mengatasi perubahan iklim.

“Melalui dialog Indonesia-Inggris ini diharapkan kita dapat belajar bagaimana skema pengelolaan pajak karbon di negara lain untuk kemudian dapat kita pelajari untuk mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia,” lanjutnya.

Baca juga:  Menko Marves Luhut Menjadi Speaker Pada Acara Nikkei Forum Di Jakarta

Philip Douglas selaku Head of Low Carbon Policy and Finance Foreign Commonwealth Development Office  Kedutaan Inggris di Jakarta mengatakan bahwa tiga pembahasan yang diangkat dalam dialog ini menarik untuk dibahas dalam upaya mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Dalam workshop ini terdapat tiga sesi pembahasan: Overview and principles of climate change taxation, UK Climate Change Levy and Climate Change Agreements dan Carbon Tax on Power Stations.

Dalam sesi penutupan workshop, Amanda Mcloughlin selaku Development DirectorForeign Commonwealth Development Office menyampaikan bahwa pihak UK menyambut baik rencana Indonesia di bidang carbon tax, khususnya pengumuman baru-baru ini bahwa Indonesia akan memberlakukan pajak karbon mulai April 2022. Pihak UK akan mendukung baik secara bilateral melalui kegiatan RI-UK Dialogue ini, maupun melalui kontribusi kami pada Kemitraan untuk Implementasi Pasar.

“Kami senang telah berbagi dengan pihak Indonesia terkait pengalaman kami dalam UK Climate Change Levy– dan skema Perjanjian Perubahan Iklim Inggris untuk sektor energi. Meskipun bukan carbon tax, Climate Change Levy memainkan peran kunci dalam mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi,” lanjutnya.

Baca juga:  Kebijakan Kelautan Indonesia: Misi Bersama Pemerintah dan Masyarakat

Dengan diadakannya workshop ini diharapkan semakin membuka wawasan, serta dapat diidentifikasi hasil-hasil potensial yang dapat disepakati selama proses dialog berlangsung.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel