Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Infrastruktur Salah Satu Kunci Utama Pengembangan Wilayah

WhatsApp_Image_2018-03-27_at_13.18.31

Pandeglang-Maritim, Bertempat di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman melakukan FGD (Focus Group Disscusion) yang dihadiri perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah Banten dan Pemerintah Daerah Lampung serta asosiasi  wisata terkait juga kelompok masyarakat. Acara  dibuka secara resmi oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Rahman Hidayat (27/3).

Rahman Hidayat dalam  sambutannya saat membuka acara menyampaikan,  “Hari ini kita akan berbicara sedikit berbeda dalam arti kata begini, kalau kita berbicara Banten walaupun ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini kami ingin bekerjasama dengan pariwisata terutama dengan tim percepatan untuk destinasi 10 prioritas utama yang ada di Tanjung Lesung ini.  Tanjung Lesung yang berada di Banten Selatan berhadapan dan seolah menyatu dengan dengan sebuah kawasan yang mendunia yakni krakatau. Namun dalam cara kami kami juga membuka ruang untuk kawan kita yang ada diseberang karena Tanjung Lesung tidak lepas juga suka atau tidak suka, kita akan berbicara Krakatau dan Krakatau itu adalah  posisinya kalau kita lihat secara umum memang Banten itu sendiri memang sebuah kekuatan ekonomi. “

Banten yang berada di sekitar Selat Sunda dan berhadapan dengan propinsi Lampung   khususnya bagian selatan  merupakan lokasi yang strategis untuk ekonomi Indonesia dan posisi Selat Sunda diantara Banten dan Lampung, sebenarnya harus dapat dimanfaatkan secara ekonomi dengan maksimal  walaupun adanya tantangan cukup  khususnya  infrastruktur. Dituturkan Rahman Hidayat kembali,  “Seperti kita ketahui infrastruktur itu adalah salah satu kunci utama untuk pengembangan  wilayah khususnya pembangunan daerah, sebenarnya kalau kita lihat dimana kita berada sekarang ini di kabupaten Pandeglang bagian dari Banten sisi selatan kalau kita rasakan mungkin kalau dari Jakarta langsung menuju Serang langsung kesini relatif kita merasakan sudah cukup lancar artinya jalan cukup bagus untuk dilalui menuju ke destinasi ini. Tetapi apabila perbandingkan dengan Banten sisi utara memang infrastruktur yang ada disini masih relatif kurang apalgi kalau kita ingin melanjutkan perjalanan kita sampai ke Ujung Kulon. Mungkin dari kabupaten Pandeglang bisa bercerita bagaimana progresifnya . Sementara kita lihat ketika Tanjung Lesung diangkat sebagai fokus salah satu bagian destinasi baru pariwisata.”

 Industri pariwisata di Banten dan sekitarnya melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung diharapkan mampu dan berhasil menjadi tujuan pariwisata Bali baru semacam Nusa Dua di Bali.  Dengan ada kekayaan dan potensi  sumber alam seperti geopark  yang akan menjadi daya tarik dan menjadi tujuan  berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Sementara untuk pengembangan kawasan wisata ini, infrastruktur juga harus dibangun. Infrastruktur nantinya tidak hanya berperan dalam mengembangkan kawasan wisata, melainkan juga akan berperan dalam meningkatkan perekonomian rakyat melalui sarana transportasi yang kian mudah diakses.

“Pemerintah pusat dalam hal ini sudah memang mendukung keberadaan KEK Tanjung Lesung minimal secara tidak lansung melalui Perpres No 58 tahun 2017 sudah menyiapkan dukungan untuk itu dari sisi infrastruktur.  KSPN yang intinya adalah Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung yang berbasis pariwisata kita melihat potensi yang luar biasa apabila kita diberi dan dapat mengerakan kelompok-kelompok masyarakat termasuk juga pemerintah daerah , jadi Banten saat ini terutama di kabupaten Pandeglang termasuk juga di seberang sana  Lampung berhubungan dengan selat Sunda atau sejarah panjang tentang Krakatau, keikutsertaan dari para stakeholder pemerintah terutama pemerintah daerah tingkat dua menggerakkan masyarakat atau kelompok masyarakat tanpa kita harus menunggu jadi kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung atau bahkan bisa bersenergi artinya  nanti Tanjung Lesung daerah KEK yang sekian ribu hektar didukung oleh  masyarakat disekitar atau di luar kawasan tersebut juga sama-sama membangun dan masyarakat dapat langsung berpartisipasi  mengerakkan secara sinergi”. Ditambahkan Rahman Hidayat.

Kehadiran KEK Tanjung Lesung itu sendiri pada sisi lain akan menyerap masalah tenaga kerja disekitarnya,  dan diharapkan  situs-situs yang ada atau potensinya  apabila dikemas dengan baik akan menjadi destinasi yang lebih khusus, selain memiliki keindahan alam juga   menjadi potensi- potensi yang dapat menjadi proses  pendidikan atau edukasi yang secara terus menerus kepada masyarakat.***

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Program Suar Kemaritiman Foto Siaran Pers Narasi Tunggal
Sort by
Suar Kemaritiman Edisi 14 – 16 Juli 2018
2018-07-16 17:27
Biro Informasi dan Hukum

1

Kunjungan Menko Luhut ke PT PAL
2018-07-16 15:10
Biro Informasi dan Hukum

1

Menko Luhut “Perang Dagang Adalah Peluang”
2018-07-16 15:00
Biro Informasi dan Hukum

1

Menko Luhut Tinjau Dermaga Porsea di Balige
2018-07-13 13:07
Biro Informasi dan Hukum

1

Menko Luhut: “Danau Toba Kini Mempunyai Galangan Kapal”
2018-07-13 12:57
Biro Informasi dan Hukum

1

Menko Luhut Meeting Bersama David Bohigian
2018-07-12 19:00
Biro Informasi dan Hukum

1

Rapat Koordinasi Mengenai Solid Waste
2018-07-12 18:30
Biro Informasi dan Hukum

1

Infrastruktur Salah Satu Kunci Utama Pengembangan Wilayah