FotoBerita DeputiDeputi 5

Ingin Kuliner Indonesia Mendunia, Kemenko Marves Koordinasikan Penyusunan Matriks Rencana Aksi Strategi Kuliner Indonesia

Dibaca: 77 Oleh Jumat, 9 Oktober 2020Tidak ada komentar
Ingin Kuliner Indonesia Mendunia, Kemenko Marves Koordinasikan Penyusunan Matriks Rencana Aksi Strategi Kuliner Indonesia
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Toba, Pemerintah melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengadakan rapat koordinasi secara hybrid Pembahasan Matriks Rencana Aksi Strategi Kuliner Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Parapat, Sumatera Utara pada Kamis (08-10-2020).

“Ini menjadi penting karena kontribusi kuliner bagi PDB nasional terbesar di antara subsektor ekraf lainnya, yakni sebesar 41.47 persen,” beber Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Sartin Hia saat memimpin rapat koordinasi. Namun, sayangnya, masakan Indonesia kurang dikenal masyarakat mancanegara. Untuk mengatasinya, kementerian maupun lembaga (K/L) diharapkan dapat bersama-sama merumuskan cara dan membangun minat target khalayak melalui beberapa strategi. “Kalau hanya jual destinasi, itu mungkin lupa, tapi kuliner dan budaya itu tidak ada duanya dan mungkin diingat seumur hidup,” pesannya.

Pemerintah telah mencanangkan tiga program besar dalam matriks rencana aksi strategi kuliner Indonesia. Pertama, Indonesia Spice Up the World atau Membumbui Dunia, yang rencananya diawali di pasar Afrika dan Australia, karena keduanya memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan strategi tersebut. Melalui program ini, bumbu-bumbu Indonesia diharapkan dapat semakin dikenal dan diminati masyarakat lokal di luar negeri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat hingga ke petani Indonesia sebagai penghasil rempah atau bahan baku bumbu. Selain itu, Indonesia merupakan negara penghasil rempah terbaik, dan masuk dalam jalur rempah dunia.

Baca juga:  Menko Luhut Pantau Perkembangan Underpass Ngurah Rai

Kedua, program Gastro Diplomasi Restoran, yakni bagaimana meningkatkan kapasitas restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri sekaligus untuk menambah jumlahnya. Hal ini dilakukan untuk menjawab harapan Presiden Jokowi agar memperbanyak jumlah restoran Indonesia di luar negeri. Beberapa rencana aksi yang dilakukan adalah penguatan nation branding, pengembangan konsep/standar restoran Indonesia di luar negeri, menetapkan menu wajib untuk promosi yang terdiri dari tiga menu wajib, membuat konsep insentif/kemudahan berusaha, serta promosi sinergi lintas Kementerian/Lembaga. Dalam kesempatan itu Robert Manan berharap agar dalam mempromosikan makanan Indonesia di luar negeri agar melibatkan melalui diaspora.

Dari sisi wisatawan, mereka yang datang ke wilayah Indonesia dapat menerima tawaran paket kuliner. Paket ini akan mengkolaborasikan rasa dari berbagai menu makanan di daerah tersebut. “Masak dengan bumbu Indonesia itu nggak ribet, tapi bisa kaya rasa”, ungkap Robert Manan.

Ketiga, program Destinasi Gastronomi atau penguatan gastronomi di dalam negeri untuk menjadi daya tarik wisatawan.  “Gastronomi bukan hanya membahas tentang makanan, tetapi juga kearifan lokal di masyarakat. Ini bisa mencerminkan budaya dan tradisi di suatu wilayah,” papar Vita Datau dari Indonesia Gastronomy Network yang juga hadir dalam acara itu.

Baca juga:  Menko Rizal: Tingkatkan Ekspor Ikan, Pemerintah Bakal Buka Pelabuhan Baru

Bukan hanya ke luar negeri, kuliner di dalam negeri pun perlu menjadi perhatian. Pelayanan dan kebersihan merupakan dua aspek penting dalam menyajikan kearifan lokal. Masyarakat pun harus mendukung program ini dengan tetap makan makanan lokal, bangga, dan bersikap bijak jika ingin makanan Indonesia mendunia.

Pemerintah juga mengajak untuk melakukan pertukaran bumbu dan street food antarpulau, serta mengimbau diaspora daerah untuk memperkenalkan kuliner daerah asalnya ke tempat tinggal saat ini. Hal ini menjadi menarik karena wilayah Barat Indonesia dengan Timur Indonesia pun menggunakan bahan-bahan masakan yang berbeda. Di Barat, penduduk menggunakan lebih banyak bumbu daripada mereka yang tinggal di Timur.

Untuk menyukseskan ketiga strategi ini, diperlukan kesiapan, kesinambungan, dan konsistensi dalam menjalankannya. Kerja sama dan kolaborasi dari hulu ke hilir menjadi faktor penting. “Diharapkan melalui kegiatan ini, K/L dapat bersinergi dalam mengupayakan kuliner Indonesia mendunia,” ujar Kepala Bidang Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Liz Zeny Merry. Sebelumnya, Kemenko Marves telah mengadakan tiga kali Focus Group Discussion (FGD) dan juga beberapa rapat sejak Juni 2020.

Baca juga:  Rapat Koordinasi Mengenai Solid Waste

Selain kementerian/lembaga pusat, acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda di Sumatera Utara, Kepala Dinas Pariwisata di Sumatera Utara, serta Asosiasi/Komunitas/Pemerhati/Pelaku Usaha, seperti William Wongso, Robert Manan, Dewi Motik Pramono, Indonesia Chef Association, Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia, dan lembaga-lembaga terkait.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel