Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Ini Dia Progres Infrastruktur Badan Otorita Borobudur

By 01 Mar 2019 March 2nd, 2019 Berita Deputi, Siaran Pers
WhatsApp_Image_2019-03-01_at_20.47.37

Maritim – Yogyakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Asisten Deputi (Asdep) Bidang Koordinasi Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata, Rahman Hidayat bersama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka monitoring, evaluasi, dan sinkronisasi program/kegiatan di kawasan pariwisata destinasi prioritas Borobudur. Rakor ini dilaksanakan di Kantor Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Yogyakarta, Jum’at (1-3-2019).

Asdep Rahman mengatakan, Rakor ini bertujuan untuk monitoring dan evaluasi terutama terkait infrastruktur pendukung pariwisata yang ada di dalam kewenangan kawasan koordinatif Badan Otorita Pariwisata Borobudur.
“Kawasan koordinatif Badan Otorita Borobudur itu meliputi 3 kawasan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), antara lain meliputi Borobudur – Yogyakarta dan sekitarnya, Solo – Sangiran dan sekitarnya, Semarang – Karimun jawa dan sekitarnya”, jelas Asdep Rahman.
Ada 3 topik pembahasan dalam rakor ini, yaitu pembangunan infrastruktur aksesibilitas, Progres Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH) lahan otorita BOB, dan penataan kawasan ruang parkir dan pedagang di kawasan Candi Borobudur.

Menurut Asdep Rahman, progres pembangungan infrasutruktur aksesibilitas seperti jalan tol, jalan arteri, dan kereta api sejauh ini bergerak maju.

“Ditjen Perkeretaapian Kemenhub sudah melaporkan, untuk kereta api menuju ke lokasi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) saat ini dalam proses penyiapan Stasiun Kedundang, namun sambil menunggu selesai untuk April nanti sudah menyiapkan akses sementara dengan menggunakan Stasiun Wojo, jaraknya sekitar 5,1 km yang kemudian disiapkan Shuttle Bus (yg terintegrasi dg tiket KA) ke terminal Bandara. Calon penumpang naik Kereta Bandara dari Stasiun Tugu di Kota Yogyakarta hingga stasiun Wojo dengan waktu tempuh kurang-lebih 30 menit dilanjutkan dengan Shuttle Bus ke terminal Bandara NYIA”, jelas Asdep Rahman.

Tidak hanya itu, lanjutnya, nanti antara Bandara Adi Sutjipto – Bandara NYIA – Bandara Adi Sumarmo akan terkoneksi dengan kereta api. “Ditargetkan oleh Ditjen KA dalam 4 tahun selesai untuk kereta api ini, tapi kita ingin dipercepat”, kata Asdep Rahman.

“Sedangkan untuk Jalan tol progresnya saat ini dilaporkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) masih menunggu desain final, trase mana yang akan disetujui dan dalam waktu dekat jika ini sudah selesai mereka akan melakukan lelang untuk operator jalan tol ini. ini langkah maju juga menurut saya”, ungkap Asdep Rahman.

Sementara menurut Asdep Rahman untuk penataan kawasan ruang parkir dan pedagang di kawasan Candi Borobudur progresnya agak tersendat karena masalahnya sangat spesifik. “Ternyata masalahnya hanya komunikasi langsung antara pengusul dalam hal ini PT.Taman Wisata Candi Borobudur dengan pejabat berwenang yang ada di Kabupaten Magelang. Namun kita sudah memastikan paling telat akhir Maret ini (disain teknis) sudah sampai di Kementerian ATR (untuk dapat diterbitkan rekomendasinya)”, katanya.

Untuk diketahui rakor ini dihadiri pula oleh Direktur Utama BOB, Indah Juanita, Direktur Destinasi Pariwisata BOB, Agustin Peranginangin, perwakilan Badan Pengatur Jalan Tol, perwakilan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah PUPR, Ditjen Bina Marga PUPR yang diwakili Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VII Jateng-DIY, Direktorat Lalu Lintas & Angkutan Kereta Api, perwakilan KLHK, Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur Edy Setijono dan Angota Direksi lainnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, Pemerintah Daerah Kulon Progo dan Pemerintah Daerah Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

 

Progres Kawasan Otoritatif BOB0

tmp_18526-IMG-20190228-WA0056_11368193250

 

IMG-20190301-WA0044

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BOB, Indah Junita mengatakan progres Badan Badan Otorita Borobudur (BOB) saat ini sudah meluncurkan satu destinasi wisata baru dengan luas 1,3 hektar di kawasan zona otoritatifnya yakni Glamping DeLoano dan Pasar Digital Menoreh.

Indah menjelaskan, Glamping DeLoano ini mengusung konsep Culture and Adventure. Ada 10 tenda inap masing-masing terdiri dari 6 kasur, satu buah tenda kelas VIP, satu tenda multifungsi, dan 1 tenda untuk kebutuhan konsumsi. Total sekitar ada sebanyak 60 orang yang bisa menginap di sana. “Di sebelah area tenda ini kita membuat area instagramable untuk dijadikan spot foto selfie”, katanya.

”Suasananya sangat menyenangkan, wisatawan bisa bersentuhan langsung dengan alam sekitar,” imbuhnya.

Menurut Indah, dengan hadirnya Glamping ini masyarakat setempat juga dilibatkan, untuk konsumsi acara kecil dapat dipesan dari masyarakat setempat, seperti rebusan-rebusan hingga makanan untuk makan siang dan malam.

“Jadi ini juga dapat menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar Glamping DeLoano”, katanya.

Lokasi DeLoano Glamping dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dari kota Yogya dan berada tidak jauh dari Kawasan  Pariwisata Desa Wisata Nglinggo, Kulon Progo.

tmp_18526-P_20190228_175212_vHDR_Auto_1781749733

 

 

 

 

 

Kirim Komentar/Pertanyaan

Ini Dia Progres Infrastruktur Badan Otorita Borobudur