Deputi 2

Inovasi Produk dari Generasi Milenial, Kemenko Kemaritiman dan Investasi Koordinasikan Penguatan Kewirausahaan pada Generasi Muda

Dibaca: 85 Oleh Sabtu, 26 Oktober 2019Oktober 28th, 2019Tidak ada komentar
Inovasi Produk dari Generasi Millenial, Kemenko Maritim Koordinasikan Penguatan Kewirausahaan pada Generasi Muda
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Boyolali, Jawa Tengah- Asisten Deputi Sumber Daya Hayati, Andri Wahyono membuka rangkaian acara kegiatan Emphaty Project di Kampung Lele Boyolali pada 26 Oktober 2019. “Penumbuhan ekosistem kewirausahaan perlu ditumbuhkan sejak dini karena kewirausahaan menumbuhkan inovasi, dan kami harapkan sebagai negara kemaritiman generasi muda ini tertarik untuk menghasilkan inovasi pada pada produk-produk kelautan dan perikanan,” demikian disampaikan Asdep Sumber Daya Hayati, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Andri Wahyono pada acara pembukaan Sabtu 26 Oktober 2019.

Empathy Project di Boyolali merupakan rangkaian program yang dikoordinasikan Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa. Kegiatan ini merupakan inisiasi Sociopreneur Indonesia dan PT Elex Media Komputindo serta didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Boyolali khususnya Dinas Perikanan dan Peternakan serta praktisi dan organisasi kemasyarakatan seperti KSM Kampung Asri.

Berlangsung selama 5 hari, 26-30 Oktober 2019 rangkaian acara di buka oleh kegiatan Anak Hebat Anak Indonesia (AHAI) dan Be A Creative Innovator (BCreator), yang melibatkan sekitar 500 anak siswa didik untuk ditumbuhkan kreativitasnya sekaligus kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam pemanfaatan protein ikan dalam rangka pencegahan stunting. Selanjutnya pada 27-30 Oktober 2019 dilaksanakan Bootcamp For Young Entrepreneur (ByTE) yang bertujuan untuk membekali peserta penerima beasiswa seluruh Indonesia yang berasal dari perguruan tinggi menjadi generasi muda yang kreatif, inovatif, dan solutif melalui studi kasus pada UKM pengolahan produk lele modern dan tradisonal serta pengolahan limbah plastik untuk menjadi bahan bangunan dan paving block. Pada akhir kegiatan, peserta didik akan menghasilkan ragam inovasi terkait pengembangan produk bagi UKM.

Baca juga:  Ekowisata Mangrove, Kekuatan Ekonomi Masyarakat

PT Elex Media Komputindo sendiri, akan mendorong pengolahan limbah plastik skala kecil ini menjadi program nasional yang dapat diadopsi oleh daerah lain bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Selain itu juga secara simbolis dilaksanakan penyerahan bantuan microlibrary dari PT Elex Media Komputindo dan Sociopreneur Indonesia kepada pengelola KSM Kampung Asri.

Melalui pendekatan pembelajaran intensive experiental learning, peserta akan dilatih selama 4(empat) hari 3 (tiga) malam di Kampung Lele Boyolali. Acara ini merupakan salah satu bentuk manifestasi dari Sociopreneur Indonesia dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Memperkuat sinergi, hadir perwakilan Asisten Deputi Pendidikan dan Pelatihan, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim dalam menumbuhkan jiwa dan semangat kebaharian serta menerjemahkan kurikulum kemaritiman bagi peserta perwakilan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas program, dan penyesuaian sesuai kebutuhan pendidikan kewirausahaan berbasis kemaritiman pada kurikulum kemaritiman pada lokus-lokus baru lainnya di Indonesia. Kewirausahaan memperkuat inovasi generasi milenial, dan inovasi pada kemaritiman akan menumbuhkan produk-produk baru yang berpotensi menumbuhkan industri baru bidang kelautan dan perikanan.

Baca juga:  Dampingi Presiden Jokowi, Menko Luhut Hadiri Acara Batik Kemerdekaan di Stasiun MRT Bundaran HI

Biro Perencanaan dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel