Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Jadikan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 Momentum Syukuri Persatuan dari Perbedaan yang Majemuk

QW4A5465

Maritim-Jakarta, Bertempat di Auditorium Utama, Gedung BPPT 2 pada hari Jumat (5/1), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggagas dan menggelar acara Perayaan Natal Bersama 2017 dan Tahun Baru 2018 bersama dengan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemen Ristek Dikti), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Standarisasi Nasional (BSN). Acara ini selain dihadiri oleh empat institusi tersebut, juga mengundang perwakilan dari empat kementerian di bawah koordinasi Kemenko Maritim, yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dalam kata sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Arif Havas Oegroseno, yang mewakili Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan mengucapkan Selamat Natal kepada semua yang merayakan. Ia juga menggarisbawahi tema yang diusung pada Perayaan Natal Bersama hari ini yaitu Perdamaian. Sebagai sebuah bangsa yang majemuk dan terdiri dari berbagai macam agama dan suku bangsa, lanjut Havas, warganya patut bersyukur bila dibandingkan dengan sebagian kawasan lain di dunia yang masih dilanda konflik.

“Ini adalah anugerah sang Maha Kuasa, sebab kita di Indonesia yang sangat majemuk pada saat ini terutama perlu bersyukur, apalagi kalau kita bandingkan dengan kondisi kawasan lain di dunia. Konflik antar-negara di kawasan Timur Tengah, konflik antar-negara di kawasan Afrika Utara, konflik yang tidak kunjung selesai di Suriah.
Dan bahkan dalam beberapa minggu terakhir akibat pemindahan Kedubes AS di Ibukota Israel ke Jerusslaem, dapat memicu konflik yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Deputi Havas menceritakan, menurut pengalamannya dalam setiap penugasan negara kepada dirinya, Ia banyak berkisah, apabila bangsa-bangsa lain di dunia, khususnya Eropa, sangat mengapresiasi bangsa Indonesia, bahkan Indonesia dijuluki sebagai Impossible Country atau negara yg sebenarnya tidak mungkin ada karena perbedaan yg begitu luas dan mendalam dari sisi etnis, bahasa dan agama. Oleh karena itu, persatuan indonesia merupakan anugerah dan juga upaya bersama yang harus dijaga.

“Pengalaman saya dalam berbagai penugasan, Indonesia selalu dikatakan sebagai impossible country. Kalau kita melihat di tingkat dunia pun di kawasan lain, di Afrika misalnya, tidak hanya konflik tapi juga berbagai jenis penyakit begitu marak di sana, kembali melihat Indonesia, itu merupakan suatu berkah luar biasa. Oleh karenanya, kita semua punya tanggung jawab moral untuk bersama-sama menciptakan dan menjaga perdamaian di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Perayaan Natal Bersama 2017 dan Tahun Baru 2018, Suparman yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Kemenko Maritim menambahkan, bahwa acara ini dimaksudkan untuk, membina persekutuan dan mempererat persatuan dan dan kesatuan sebagai keluarga besar umat kristiani di ruang lingkup Kemenko Maritim dengan Kemenristekdikti, BPPT dan BSN serta empat kementerian di bawah koordinasinya.

“Ini juga sebagai upaya untuk menyatukan persepsi visi dalam kebersamaan, sebagai warga masyarakat indonesia yang memiliki kepedulian antar-sesama dan lingkungan,” imbuhnya.

Dalam Perayaan Natal Bersama dan Tahun Baru ini juga digelar pemberian santunan dari Menko Maritim, Luhut B. Pandjaitan, yang
diserahkan oleh Ibu Devi Pandjaitan kepada 25 orang putra putri berprestasi pegawai lingkup empat kementerian/lembaga tersebut.

Pada akhir acara, para hadirin yang memenuhi ruangan tempat berlangsungnya acara juga dikejutkan oleh kedatangan Menko Maritim Luhut Pandjaitan, yang di sela kesibukannya usai mengadakan Rapat Terbatas Kabinet di Istana Presiden RI, masih sempat meluangkan waktunya untuk hadir dan menyapa para hadirin yang memang sangat menunggu kehadirannya.

Biro Informasi dan Hukum
Kemenko Bidang Kemaritiman

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Siaran Pers Berita Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Jadikan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 Momentum Syukuri Persatuan dari Perbedaan yang Majemuk