FotoBerita DeputiDeputi 3

Jelang Soft Launching pada Maret 2021, Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu

Dibaca: 8 Oleh Senin, 8 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Jelang Soft Launching pada Maret 2021, Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-66/HUM/ROKOM / SET.MARVES/II/2021

Marves – Labuan Bajo, Pada hari Minggu (07-02-2021), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia G. L. Kalake melakukan kunjungan kerja ke salah satu proyek pembangunan infrastruktur konektivitas, yakni Terminal Multipurpose Wae Kelambu di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Ayodhia memberikan apresiasi untuk pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu. Ia menuturkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pun sangat berharap pada pengembangan wilayah Indonesia Timur, termasuk Labuan Bajo.

“Dibandingkan dengan rapat koordinasi yang dilakukan tahun lalu, pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini menunjukkan progress yang baik,” ungkap Deputi Ayodhia.

Kunjungan ini dilakukan guna melihat perkembangan pembangunan pelabuhan. “Sejauh ini, diperkirakan progress pembangunan sisi laut sudah 92 persen dan sisi darat sudah mencapai 89 persen,” beber Pemimpin Proyek Investasi Strategis Labuan Bajo PT Pelindo III Mukhamad Fathoni.

Baca juga:  Jelang Kunjungan PM Cina ke Indonesia, Menko Luhut Diwawancarai China Radio International (CRI)

Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu sepenuhnya menggunakan dana APBN dengan total nilai kontrak pekerjaan hampir mencapai Rp173 miliar. Pembangunan Terminal multipurpose ini ditargetkan selesai pada bulan Maret 2021. Pemimpin Proyek Mukhamad berharap tanggal 31 Maret 2021 dapat dilakukan soft launching Terminal Multipurpose Wae Kelambu.

Direktur Teknik Labuan Bajo PT Pelindo III Boy Robyanto menuturkan bahwa dalam pembangunan pelabuhan ini masih ada empat hal krusial yang perlu dibangun. Pertama, perbaikan geometri jalan sepanjang 8 kilometer. Rencananya, jalan ini akan diperluas dan dibuatkan drainase. Kedua, reroute akses masuk pelabuhan agar tidak berkelok-kelok dan membuat penumpukan kendaraan. Ketiga, terminal bahan bakar minyak (TBBM). Pelabuhan baru diharapkan dapat menjadi pusat distribusi BBM di wilayah Flores bagian barat. Keempat, persiapan kegiatan operasional pelabuhan, khususnya untuk kegiatan soft launching.

“Kami berharap Deputi Ayodhia dapat membantu mengkoordinasikan kepada Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan Kementerian ESDM, khususnya PT Pertamina, terkait empat hal ini,” tutur Direktur Teknik Boy Robyanto. Komisaris Utama PT Pelindo III (Persero) pun menyarankan agar empat hal tersebut disampaikan melalui surat resmi agar menjadi lebih matang untuk ditindaklanjuti. “Kami juga akan adakan rapat koordinasi untuk membahas isu-isu tersebut agar rencana soft launching dapat selesai tepat waktu,” ungkap Deputi Ayodhia

Baca juga:  Pemberian Kartu BPJS oleh Menko Rizal

Sebagai informasi titik ini merupakan salah satu infrastruktur pendukung Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas (DPSP). Rencananya, Terminal Multipurpose Wae Kelambu akan diperuntukkan bagi lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair sehingga mampu memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo. Nantinya, Pelabuhan Labuan Bajo akan direvitalisasi dan hanya akan menjadi tempat bersandar kapal-kapal wisata dan kapal penumpang. Selain itu, di sana juga akan dibangun terminal yacht.

Selain berfungsi sebagai terminal barang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap agar Terminal Multipurpose Wae Kelambu dapat membantu menaikkan taraf hidup masyarakat setempat, bahkan provinsi NTT. Hal ini diungkapkan Menko Luhut pada kunjungan yang sebelumnya dilakukan pada 11 September 2020.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Ayodhia didampingi oleh Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pengembangan Wilayah Djoko Hartoyo dan Asdep Infrastruktur Konektivitas Rusli Rahim.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Baca juga:  Mari Jaga Maluku Utara dari Sampah

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel