Berita DeputiFotoDeputi 2

Kab. Buol Jadi Lokasi Model Percontohan Tambak Udang, Pemerintah Ubah Pola Produksi Tradisional ke Semi Intensif

Dibaca: 58 Oleh Kamis, 24 September 2020Tidak ada komentar
Kab. Buol Jadi Lokasi Model Percontohan Tambak Udang, Pemerintah Ubah Pola Produksi Tradisional ke Semi Intensif
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Sulteng, Pemerintah tengah meningkatkan produksi budidaya tambak udang di Kab. Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan mengubah model tradisional menjadi model teknologi yang lebih maju (semi intensif). Hal itu sejalan dengan dipilihnya Kabupaten Buol sebagai salah satu lokasi percontohan pemgembangan klaster industri udang.

“Kab. Buol ini sebagai salah satu lokasi percontohan klaster/ revitalisasi tambak udang yang semula tradisional kita upgrade teknologi produksinya sekaligus dilakukan penataan kawasan budidaya udang yang berkelanjutan. Dengan meningkatkan produksi, akan menambah penghasilan bagi para petambak di sini, dan berkontribusi bagi pengembangan ekonomi daerah” kata Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Marves M. Rahmat Mulianda usai melaksanakan rapat koordinasi teknis dan kunjungan ke beberapa lokasi tambak udang di Kab. Buol, Sulteng, Kamis (24-09-2020).

Asdep Rahmat menjelaskan, budidaya udang di Kab. Buol saat ini masih sangat tradisional, yang mana masih mengandalkan pasang surut dan tidak ada sentuhan teknologi sama sekali. Sehingga ini tantangan besar bagaimana mereka mulai mengadopsi cara bertambak yang lebih baik memenuhi skala ekonomi dan juga untuk penataan kawasan yang lebih teratur dan berkelanjutan.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rapat Internal Pimpinan

“Udang ini merupakan komoditas andalan perikanan, yang menjadi produk utama eksport Indonesia ke dunia. Sehingga bagaimana kita bisa tetap mempertahankan posisi itu dengan cara berproduksi udang yang sustainable yang menggunakan teknologi lebih maju. Potensi kita sangat banyak, banyak lahan yang bisa kita dayagunakan secara benar dan manfaatkan secara optimal sesuai dengan kaedah yang ada. Kita optimisasi produksi untuk mengejar target produksi udang nasional,” ungkapnya.

Sementara dipilihnya Kab. Buol sebagai lokasi percontohan, Asdep Rahmat memaparkan bahwa adanya kesesuaian dengan peruntukan dalam RTRW dan RZWP3K, komitmen daerah yang tinggi, serta peluang pengembangan yang terbuka.

“Apalagi didukung pemda yang sangat kondusif untuk mengembangkan pertambakan di sini sebagai salah satu prioritas daerahnya. Kab. Buol ini sudah mengidentifikasi persoalan pertumbuhan daerahnya akan didukung oleh sektor agrikultur dan akuakultur. Nah akuakultur ini salah satunya pertambakan. Jadi mereka memprioritaskan pertambakan sebagai prioritas daerahnya, kita dari pusat dukung ini,” jelasnya.

Diketahui selain Kab. Buol, ada beberapa lokasi yang ditetapkan menjadi lokasi percontohan klaster industri budidaya udang nasional, yakni Aceh Timur, Sukamara, Lampung Selatan dan Sulawesi Selatan. Rencana lokasi tersebut akan diresmikan pada Desember mendatang.

Baca juga:  Menko Luhut : Indonesia Tetap Fokus Pada Pertumbuhan Ekonomi Hijau dan Berkesinambungan

Program ini akan melibatkan banyak K/L secara horizontal diantararanya KKP, PUPR , ATR/BPN, ESDM, Kemendagri, BKPM dan lainnya, serta secara vertikal Pemda Kab Kota dan Provinsi.

“Untuk itu dalam hal ini Kemenko Marves selaku yang mengawal jalanannya ini meminta agar kementerian terkait khususnya KKP bisa mengejar targetnya nasional produksi udang, sehingga nanti jadi program bersama yang kita kawal sejak perencanaan dan pelaksanaannya nanti di lapangan,” pungkas Asdep Rahmat.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel