FotoBerita DeputiDeputi 4

Kabupaten Lumajang Ditetapkan Menjadi Pilot Project Pengembangan Perhutanan Sosial

Dibaca: 12 Oleh Kamis, 11 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Kabupaten Lumajang Diprioritaskan Jadi Pilot Project pengembangan Perhutanan Sosial
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-91/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Lumajang, Asisten Deputi (Asdep) Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Sugeng Harmono mengatakan bahwa Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur diprioritaskan menjadi salah satu lokasi pilot project pengembangan wilayah terintegrasi berbasis Perhutanan Sosial.

Asdep Sugeng bersama Bupati Lumajang, Thoriqul Haq di Ranupani dan pejabat terkait telah melakukan survei lapangan ke lokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

“Ini merupakan hasil dari Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi pada tanggal 29 Desember 2020 dan 14 Januari 2021 diputuskan bahwa Lumajang menjadi salah satu lokasi pilot project pengembangan hutan sosial,” kata Sugeng di Lumajang, Kamis (11-02-2021).

Sugeng menjelaskan saat ini pihaknya tengah menyusun Masterplan untuk rencana operasi dan rencana aksi pengembangan perhutanan sosial yang dicanangkan di Lumajang. Selain program pengembangan perhutanan sosial, nantinya juga ada beberapa program lainnnya, misalnya pengembangan agrowisata, agroindustri.

“Temen-temen di Lumajang nantinya menjadi Project Management Unit (PMU) untuk mengoordinasikan pelaksanaan kegiatannya, leading sektor di Lumajang nantinya ada di temen-temen LHK dan kami Kemenko marves akan memimpin koordinasi di tingkat nasional,” jelasnya.

Baca juga:  Menko Luhut Kunjungi Aceh Singkil : Kita Benahi

Sementara itu dalam kesempatan survei lapangan itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari perencanaan program pengembangan perhutanan sosial.

“Intinya bahwa perencanaan untuk program perhutanan sosial, Lumajang telah diprioritaskan menjadi pilot project ,” kata Thoriqul.

Di samping itu Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat (BUPSHA) Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSKL KLHK) Bagus Herudojo Tjiptono mengatakan produk hasil Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam perhutanan sosial di Lumajang diharapkan bisa masuk pasar modern karena memiliki kualitas yang bagus. Adapun produk olahannya, seperti keripik talas, kripik pisang, kopi, susu sapi, dan susu kambing.

Menurutnya masuknya produk LMDH dalam pasar modern akan meningkatkan nilai dari hasil produk perhutanan sosial. “Kami berharap agar produk seperti ini bisa masuk ke pasar moderen,” kata Bagus.

Sementara itu, survei Lokasi Integrasi Perhutanan Sosial Kabupaten Lumajang dilakukan pada Selasa-Rabu 9-10 Februari 2021. Selain dihadiri oleh KLHK, juga terdapat beberapa perwakilan dari K/L terkait, seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; dan Kementerian Pertanian.

Baca juga:  Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jada Kunjungan ke Bandara International Banyuwangi

Sedangkan pada Kamis, 12 Februari 2021 dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas hasil observasi selama survei lapangan yang telah dilakukan selama dua hari. Selain diselenggarakan secara luring, Kementerian Lembaga (K/L) lain juga hadir secara daring, di antaranya adalah Kementerian PPN/Bappenas dan Kemenparekraf.

Biro Komunikasi 
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel