Berita Deputi

Kabupaten Ogan Ilir Jadi Percontohan PLTBm

Oleh 24 Apr 2019 Mei 2nd, 2019 Tidak ada komentar
WhatsApp_Image_2019-04-24_at_11.47.33
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Ogan Ilir, Kemenko Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Jasa telah menggelar rapat koordinasi dalam rangka Kaji Banding Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) & Pembangkit Listrik tenaga Biomassa (PLTBm) Sekam Padi di Palembang, Sumatera Selatan pada Selasa (23-04-2019).

Tim Kemenko Kemaritiman bersama peserta Kaji Banding melanjutkan rangkaian kegiatan dengan melakukan peninjauan ke pelopor PLTBm PT. Buyung Poetra Sembada (BPS) di Pemulutan, Ogan Ilir, pada Rabu (24-04-2019).

PT. BPS mengembangkan Pembangkit Tenaga Listrik Biomassa (PLTBm) memanfaatkan limbah sekam padi yang dihasilkan dari penggilingan padi.

Kepala Bidang Sumber Daya Non Konvensional Kemenko Kemaritiman Fatma Puspita Sari yang memimpin rombongan menjelaskan bahwa sekam padi yang selama ini menjadi limbah akan sangat bermanfaat bila bisa dijadikan sebagai pembangkit listrik. “Selain untuk mencapai target bauran energi terbarukan 23%, dampak langsungnya adalah menghilangkan limbah sekam. Selama ini sekam dimusnahkan dengan cara dibakar, kalau ribuan ton dibakar, pasti mencemari udara, belum lagi ada potensi kebakaran lahan,” jelasnya.

Tercatat, untuk persediaan sekam yang diperuntukan pada pembangkit listrik yaitu 100 ton per harinya, 70% untuk pembangkit dan 30% untuk dryer.

“Sistemnya gini, waste dari produksi (penggilingan padi) itu berupa sekam, sekam nanti akan ditransfer ke boiler, dari boiler akan dibakar untuk memanaskan air dari pipa boiler menjadi uap. Setelah menjadi uap, dia akan ditransfer ke steam turbine. Steam turbine ini akan menjalankan generator, dan generator akan menghasilkan listrik dan akan dijadikan supply kembali untuk produksi atau dapat kita jual juga ke PLN,” ujar Project Manager PT. BPS, Solihin saat ditanyakan mengenai sistem kerja dari PLTBm yang sedang dikembangkan ini.

Lebih lanjut Solihin menambahkan bahwa “Kebutuhan bahan bakar pembangkit itu, satu jam 4 ton sekam padi, dan itu akan menghasilkan listrik 3 megawatt,”.

Duplikasi PLTBm

Kunjungan tim ini disambut hangat oleh pemerintah Kabupaten Ogan Ilir diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H. Herman.

“Kami sangat senang, bahwa disamping mengolah padi ternyata dapat menghasilkan tenaga listrik dari limbah sekam padi. Pabrik ini tentu, bagi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir sendiri bisa membuka lapangan kerja. Sebagian besar tenaga kerja disini adalah penduduk lokal, ini sangat membantu kami mengurangi angka kemiskinan,” jelas Sekda Herman.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dengan dikembangkannya PLTBm ini selain berdampak positif bagi lingkungan juga dapat berdampak baik bagi masyarakat sekitar yaitu tingkat kesejahteraan masyarakat bertambah, mengurangi angka pengangguran dan angka kriminalitas menurun.

“Harapan saya, ini dapat menjadi contoh di tempat-tempat lain, khususnya di daerah-daerah yang menjadi lumbung padi dan punya masalah dalam membersihkan sekam padi. Ogan Ilir ini salah satu lumbung padi Sumatera Selatan. Kami juga bangga karena ini (PLTBm) merupakan yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian yaitu untuk mencetak sawah-sawah baru.

Tercatat sekitar 40 ribu hektar luas lahan di Kabupaten Ogan Ilir, dan telah dicanangkan seluas 10 ribu hektar. Arahan dari Menteri Pertanian bahwa tanah-tanah yang tidak produktif, akan dicetak menjadi produktif, sehingga dapat ditanami oleh para petani.

Pemerintah daerah Kabupaten Ogan Ilir mendukung setiap usaha yang sedang maupun akan dilakukan, misalnya investor yang ingin masuk. “Tentunya kita beri kemudahan melalui perizinan. Untuk penyerapan tenaga kerja, tenaga kerja lokal siap untuk mendukung penuh,” pungkasnya.

Turut hadir pula dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf. “Kunjungan ini sekaligus menjadi studi banding ya, apapun ini tetap harus kita siapkan dan menjadi PR atau tugas rumah yang akan kita bawa pulang ke Kabupaten Sidrap. Semoga lima tahun yang akan datang, sudah ada pembangkit listrik lainnya disana,” harap Wabup Mahmud.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel