Berita DeputiDeputi 3

Kawal Pelaksanaan Perpres 87/2021, Kemenko Marves Tinjau Pengendalian Banjir Kawasan BIJB Kertajati

Dibaca: 83 Oleh Sabtu, 25 September 2021September 27th, 2021Tidak ada komentar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-599/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

 

Marves, Jakarta – Pada Rabu (22-09-2021), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) melaksanakan koordinasi dan kunjungan lapangan ke Bandar Udara Internasional Kertajati. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka mengkoordinasikan upaya penanganan banjir di Kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang akan menjadi salah satu hub transportasi di Provinsi Jawa Barat.

Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan salah satunya mengamanahkan pengendalian banjir kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat melalui Normalisasi Sungai Cibolerang, Revitalisasi Situ Cijawura dan Cimaneuh.

Dalam kesempatan ini, Asdep IDPSDA Rahman Hidayat melakukan kunjungan sekaligus koordinasi di lapangan bersama Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah Djoko Hartoyo, serta dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Dr. Ismail Widadi , Kepala Balai PSDA Cimanuk-Cisanggarung Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Infrastruktur Wilayah Bappeda Provinsi Jawa Barat, Subkor Wilayah II Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian PUPR, dan Direktur Utama PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pelaksana pembangunan proyek bandara.

Baca juga:  KOMITE NASIONAL KEUANGAN SYARIAH UNTUK PERCEPATAN PENGEMBANGAN EKONOMI DAN KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA

Sebagai informasi, Bandara Internasional Kertajati mulai dibangun pada tahun 2014 dan resmi beroperasi pada 24 Mei 2018. Bandara yang didaulat sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia ini berlokasi di Kabupaten Majalengka, atau sekitar 68 km dari Kota Bandung. Namun, semenjak Pandemi Covid-19 bandara ini tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya, persoalan lain yang muncul yaitu terjadi banjir di kawasan bandara.

Informasi yang didapatkan dari pihak BIJB, anak Sungai Cibolerang telah mengalami pendangkalan yang menyebabkan elevasi lebih tinggi daripada saluran drainase bandara. Ketika intensitas curah hujan tinggi, sebagian kawasan bandara tergenang, begitu pula masyarakat sekitar. Pada tahun 2018 lalu, tinggi genangan air hampir sama dengan permukaan landasan pacu. Hal ini berdampak juga pada keselamatan penerbangan.

Meluapnya air di beberapa titik disebabkan tidak dapat menampungnya debit air dari induk Sungai Cibolerang menuju Situ Jawura, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Melalui hasil kajian yang dilakukan bersama Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, Situ Jawura, dan Situ Cimaneuh harus kembali dilakukan pengerukan.

Baca juga:  Dokumentasi Kunjungan Menko Luhut Ke Kilang Minyak RDMP Cilacap

Selain itu, saat ini sudah dilakukan pembagian tugas antara BBWS Cimanuk Cisanggarung, Pemprov, dan BIJB untuk pengendalian banjr. Sebelumnya juga sudah diterbitkan surat rekomendasi teknis oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR atas permohonan izin pengalihan alur sungai dan pemanfaatan ruas bekas Sungai Cibolerang, Sungai Cikutu, dań Sungai Ciduwet oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebagai tambahan masukan dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung, disarankan untuk dibentuk satgas khusus untuk menanggulangi permasalahan di Bandara Internasional Kertajati.

Selanjutnya, sebagai tindak lanjut kunjungan lapangan ini, Asdep IDPSDA memberikan arahan terkait pelaksanaan Rekomendasi Teknis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang sudah terbit sebelumnya.

Bandara Kertajati diperkirakan akan mulai ramai sejalan dengan dibukanya akses Jalan Tol Cisumdawu yang terhubung langsung ke Bandara Kertajati

.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel