Loading Events

« All Events

  • This event has passed.

Bertemu Perdana Menteri Jepang, Menko Maritim Gali Berbagai Potensi Kerja Sama

14 Dec 2017 @ 08:00 - 17:00 WIB

001

Maritim-Jepang, Menjelang perayaan 60 tahun hubungan bilateral antara Jepang dan Indonesia pada Januari 2018, Menko Luhut bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo pada Rabu (13/12). Dalam kunjungan kali ini, Menko Luhut membawa misi menjaga persahabatan kedua negara.

Niat baik pemerintah RI tersebut disambut baik oleh PM Abe dengan menyatakan, “Saya menginginkan kerja sama yang kokoh, dan mohon harap dapat disampaikan kepada Presiden Jokowi.”

Pertemuan bilateral di The Cabinet Office itu kemudian berlanjut dengan pembahasan proyek kerja sama 2 negara. “Mengenai proyek-proyek Jepang-Indonesia, PM Abe mendorong semua supaya bisa jadi,” jelas Menko Luhut seusai rangkaian pertemuan bilateral di Tokyo.

Khusus mengenai pengerjaan jalur kereta api Jakarta- Surabaya, Menko Luhut menyampaikan perkembangan terkini. “Kita segera jalan semua. Seperti isalnya kereta api cepat itu kita segera studinya kalau selesai bulan maret 2018 ya kita akan jalan,” papar Menko Luhut menunggu hasil studi yang membandingkan antara penggunaan rel kereta api dengan lebar trek standar (1.435 mm) atau narrow gauge (di bawah 1.435 mm).

“Tapi saya mengingatkan juga sekarang ini kan Indonesia terbuka sekali. Jadi masalah struktur pendanaannya kita minta betul-betul supaya efisien,” pernyataan Menko Luhut mengenai prasayarat pembiayaan proyek. “Jadi jangan sampai nanti ada orang lain (selain Jepang-red) bisa mendanai lebih murah, tapi kita (tetap) ambil mereka (Jepang-red),” tutur Menko Luhut mengenai sikap pemerintah yang selalu mencari pilihan terbaik.

“Jangan sampai pembengkakan hutang berlebihan yang tidak jelas pengembaliannya. Indonesia sekarang tuh sudah berbeda dengan dulu, tidak bisa asal berhutang saja. Kita betul-betul hitung dengan cermat,” penekanan Menko Luhut kembali mengenai pembiayaan yang tidak boleh membebani keuangan negara, meskipun Jepang pernah berjasa pada Indonesia di masa lalu.

“Kalau kita lihat APBN Indonesia pada awal-awal 1970-an itu hampir setengahnya (dibantu dengan) soft loan (dari Jepang), sehingga (ekonomi) kita bisa bangkit,” jelas Menko Luhut.

Sejarah hubungan kedua negara terus berlanjut, hingga saat ini berbagai proyek kerja sama Jepang ada di Indonesia. “Jadi kalau saya lihat sih sudah banyak sekali proyek yang akan dia akan masuk ke Indonesia,” urai Menko Luhut bahwa pemerintah Jepang mendorong berjalannya pengembangan pelabuhan Patimban, jalan tol Trans Sumatra, juga investasi sektor energi seperti distribusi gas ke Indonesia timur, listrik, dan sektor migas.

“(Terkait blok) Mahakam, Beliau tadi juga dorong segera masuknya Inpex lagi ke dalam karena sekarang bulan Desember itu kan 100% owned by Pertamina. Mengenai (eksplorasi ) blok Masela dia juga dorong supaya segera jalan,” tutur Menko Luhut mengenai permintaan dari PM Abe.

Selain proyek kerja sama di atas, selama pertemuan dibahas juga mengenai kerja sama pengamanan maritim. “Coast guard itu juga kerja sama dengan Bakamla RI kita akan dorong, Beliau malah menawarkan satelitnya,” papar Menko Luhut menyampaikan tawaran dari Jepang. “ Satelit itu akan (sebanyak) 7 (jumlahnya) nanti sehingga bisa mencakup (seluruh wilayah) ASEAN. Di indonesia itu presisinya hanya meleset beberapa cm,” lanjut Menko Luhut menjelaskan dukungan teknologi yang akan diberikan oleh Jepang.

“Jadi kerja sama itu nanti akan membantu Bakamla kita untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan pencurian ikan di Indonesia dan penindakannya lebih cepat,” ungkap Menko Luhut mengenai tujuan dari pengamanan laut di Indonesia.

“Kemudian investasi di Sabang dan Halmahera Selatan untuk budidaya ikan dan juga untuk pariwisata di Morotai,” tambah Menko Luhut mengenai hal lain yang dibicarakan dengan PM Abe.

Kesemua topik pembicaraan tersebut kemudian dibawa ke pembicaraan yang lebih teknis dan luas dengan 4 pejabat Jepang secara terpisah pada Selasa (12/12) dan Rabu (13/12). Mereka adalah Penasehat khusus PM Jepang Abe Hiroto Izumi, Wamenlu Jepang Kazuyuki Nakane, Menteri Lingkungan Hidup Jepang Masaharu Nakagawa, dan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang Keiichi Ishii.

Details

Date:
14 Dec 2017
Time:
08:00 - 17:00