Berita DeputiBeritaDeputi 1

Kembangkan Potensi Kemaritiman Indonesia Denmark, Kemenko Marves gelar Forum Bilateral Kedua

Dibaca: 103 Oleh Jumat, 27 November 2020November 30th, 2020Tidak ada komentar
Kembangkan Potensi Kemaritiman Indonesia Denmark, Kemenko Marves gelar Forum Bilateral Kedua
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Menindaklanjuti serangkaian koordinasi yang telah dilakukan antara Indonesia dengan Denmark, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Asisten Deputi Hukum dan Perjanjian Maritim menyelenggarakan The 2nd Bilateral Maritime Forum between The Republic of Indonesia and The Kingdom of Denmark pada Jumat, (27-11-2020).

“Forum ini merupakan lanjutan dan evaluasi dari Forum Bilateral pertama serta penandatanganan perjanjian kerja sama dalam sektor kemaritiman antardua negara pada 7 September 2018,” ungkap Okto Irianto, Staf Ahli Menteri bidang Hukum Laut Kemenko Marves.

Di tengah situasi Pandemi Covid-19, begitu banyak tantangan di lautan yang menjadi ancaman bagi Indonesia maupun Denmark. Permasalahan lingkungan seperti pencemaran dan sampah laut, aktivitas ilegal layaknya penyelundupan obat-obatan terlarang, senjata, dan juga hewan langka menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Di satu sisi, berbagai tantangan ini dapat memberikan kesempatan, baik bagi Indonesia dan Denmark untuk menyeimbangkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dengan kelestarian ekosistem dalam sektor kemaritiman melalui berbagai inovasi.

Baca juga:  Kemenko Maritim Dorong Penggunaan Bahan Bakar Cerdas Bagi Nelayan

“Pertemuan ini merupakan kesempatan baik bagi kedua negara untuk saling bertukar pengalaman yang telah dimiliki terutama dari sektor kemaritiman,” ungkap Andreas Nordseth, Director-General Danish Maritime Authority.

Turut mengundang berbagai Kementerian dan Lembaga terkait seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, serta Biro Klasifikasi Indonesia. Berbagai masukan, perkembangan, serta implementasi berbagai program yang ada telah ditampung dan dibahas bersama dalam forum ini.

Bersifat dua arah, Indonesia dan Denmark berkesempatan untuk membicarakan berbagai topik secara bergantian, di mana Indonesia membahas tentang Pembangunan Kelautan Berkelanjutan (Blue Growth) dan penanganan Covid-19, sedangkan Denmark membahas terkait pengiriman ramah lingkungan dan isu lingkungan, serta mengenai digitalisasi sektor kemaritiman.

Berbagai isu penting yang ingin ditekankan oleh kedua negara memiliki kepentingan dan urgensinya masing-masing, di mana Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Lars Bo Larsen, menekankan ada tiga isu penting yang dapat dikawal secara bersama oleh Indonesia dan Denmark, “Kita dapat mengawal dan mendorong implementasi nyata dari Maritime Spatial Planning yang termasuk peningkatan kapasitas dan sertifikasi terkait isu tersebut, Green Shipping yang dapat membantu meningkatkan pengelolaan sektor kemaritiman bersama, serta marine debris management untuk mengembangkan regulasi terkait mengenai pengelolaan sampah ini,” ungkapnya.

Baca juga:  WHTA

Isu Perencanaan tata ruang maritim (Maritime Spatial Planning) membutuhkan pengembangan maksimal yang terdiri dari penelitian dan pengembangan, di mana Indonesia menganjurkan untuk diadakannya asistensi teknis, lokakarya internasional, dan capacity building pada pengembangan bidang tersebut. Green Shipping atau Pengiriman ramah lingkungan merupakan sebuah strategi yang di inisiasikan oleh Asean dan telah diterapkan oleh Denmark, di mana bahan bakar ramah lingkungan digunakan untuk menjaga kelestarian laut. Indonesia mengharapkan strategi ini dapat di adopsi mulai dari segi teknologi hingga program yang sudah diterapkan oleh Denmark.

Terkait dengan penerapan sistematika green shipping, Denmark memiliki keinginan untuk mengunjungi Surabaya di awal minggu bulan Desember untuk melakukan kunjungan lapangan guna menerapkan potential production hub, di mana mereka memiliki berbagai teknologi dan inovasi terkait perdagangan internasional laut yang ramah lingkungan.

Manajemen sampah laut, khususnya di pulau-pulau kecil menggunakan teknologi Trash Incinerator Vessels (TIV) yang telah dimiliki Denmark dapat menjadi salah satu kerja sama lanjutan bersama khususnya dalam sektor perancangan dan implementasi yang dapat menjadi bahan rekomendasi bagi Indonesia dalam memperkaya kebijakan terkait pengelolaan sampah. “Kepulauan Seribu, DKI Jakarta serta Kabupaten Jepara, Jawa Tengah tertarik untuk berpartisipasi dalam kerja sama ini, khususnya untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah laut yang ada di daerah mereka,” lanjut Staf Ahli Okto.

Baca juga:  Indonesia Jadi Pemasok Terbesar Ketiga di Dunia, Pemerintah Terus Perhatikan Aspek Keselamatan dan Kesejahteraan Pelaut

“Kami juga berharap, kerja sama dalam dunia akademis perguruan tinggi antara kedua negara terus dikembangkan, khususnya dalam studi kemaritiman,” tambah Lars Bo Larsen. Ia mengharapkan berbagai kesempatan beasiswa dapat diberikan oleh Indonesia untuk masyarakat demi mengembangkan lebih jauh sektor kemaritiman Indonesia.

Forum ini ditutup dengan diskusi dari adanya peluang untuk melakukan kerja sama lebih lanjut di bawah penandatanganan kerja sama di bidang Kemaritiman tahun 2018. Diharapkan, berbagai rencana aksi dapat terealisasikan lebih lanjut antara kedua negara khususnya di tahun 2021.

Biro Komunikasi 

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel