Berita

Kemenko Bidang Kemaritiman lakukan Evaluasi Terkait Implementasi Reformasi Birokrasi

Oleh 01 Nov 2018 November 7th, 2018 Tidak ada komentar
Kemenko Bidang Kemaritiman lakukan Evaluasi Terkait Implementasi Reformasi Birokrasi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

MaritimYogyakarta,Dalam rangka percepatan implementasi Reformasi Birokrasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Biro Perencanaan lakukan evaluasi dengan menghadirkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPan RB) di Yogyakarta, Jum’at (02/11). Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Evaluator Reformasi Birokrasi dan peserta kelompok kerja dari setiap unit kerja Kemenko Bidang Kemaritimiman.

Rapat dilaksanakan untuk memberikan pelaporan kemajuan kinerja setiap kelompok kerja: Pokja  manajamen perubahan, Penataan dan penguatan organisasi, Penataan perundang-undangan, penguatan pelayanan publik, Penataan sistim manajemen aparatur, Pengawasan, Penataan tata laksana, dan Pokja Penguatan akuntabilitas. Dan diharapakan sasaran Reformasi Birokrasi adapat segera tercapai: 1) Birokrasi yang bersih dan akuntabel; 2). Birokrasi yang efektif dan efisien; 3) serta Birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas. Ketiga sasaran tersebut diharapkan segera terimplementasikan di Kemenko Bidang Kemaritiman.

“Kami dari Menpan RB sebagai tim evaluator ataupun penilai sangat menyambut baik acara ini karena dari sini kita bisa melihat kemajuan dari pengumpulan – pengumpulan dokumen  atau eviden yang sudah disampaikan Menko Bidang Kemaritiman terkait pelaksanaan reformasi birokrasi, kami juga sangat mengapresiasi karena itu menunjukkan komitment dari pejabat di Kementerian ini” Ujar Raka Pamungkas selaku anggota dalam tim evaluator reformasi birokrasi.

 

Pengembangan Program Kawasan Pariwisata Baru

Pada saat yang sama, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman diwakili oleh Biro Perencanaan mengadakan Rapat Koordinasi Dengan Tim Sekretariat Dewan Pengarah Badan Otorita Borobudur Untuk Pengembangan Kawasan Pariwisata Borobudur, Yogyakarta, Kamis (01/11). Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB)  dan Tenaga Badan Otorita Danau Toba.

“Hari ini kita rapat khusus di Yogyakarta sesuai dengan rencana kami di Biro Perencanaan untuk melihat sejauh mana perkembangan sekretariat Badan Otorita. Jadi kami ada perencanaan di Sekretariat Badan Otorita dimana 10 kawasan destinasi pariwisata unggulan ini baru 2 (dua) Badan Otorita yang terbentuk, yaitu Badan Otorita Borobudur dan Badan Otorita Dana Toba, jadi 8 lainnya masih perlu disuport,  jelas Suparman, Kepala Biro Perencanaan dalam pembukaan rapat koordinasi.

Dalam kesempatan ini juga membahas mengenai sekilas pembentukan Badan Otorita Borobudur yang berlokasi di perbukitan manoreh, Purworejo dan yang berjarak sekitar 10 m dari candi borobudur.

“Kami mengelola Badan Otorita Borobudur dengan luas sekitar 309 ha itu, 50 ha yang akan menjadi hak penegelolaan lahan BOB, sisanya yang 259 ha itu harus bekerja sama dengan Perhutani “. Jelas Indah selaku Direktur Badan Otorita borobudur.

Indah juga menjelaskan bahwa nanti akan dimasukkan ke dalam MOU (perjanjian kerja bersama), prinsip single destination single manajemen digunakan untuk bekerja sama dengan perhutani selaku pemilik kawasan tersebut. BOB memiliki top three masterplan yang akan dikelola yaitu visioning masterplan, jalur akses tepat dan penyelesaian lahan.

“Disini Visioning Masterplan pada waktu kami ditunjuk sebagai pengelola BOB, kami sudah mengelola yang namanya visioning, visioning itu sudah jadi. Cuma ketika kita terapkan di lahannya tersebut dan dilakukan penelitan lagi dan pendalaman lagi. Ada beberapa bagian yang perlu kita perbaiki dan disempurnakan.” jelas Indah.

BOB sudah memiliki cukup persiapan untuk visioning menjadi tahap masterplan, akan tetapi karena belum adanya anggaran dana yang mereka miliki. Maka visioning belum bisa digunakan untuk mengeksekusi sebuah lahan. Selain visioning, Indah juga menyebutkan jalur akses yang merupakan salah satu top three master plan BOB adalah perencanaan jalur akses cepat dari bandara kulon progo menuju lahan otorita.

Untuk pemasalahan penyelesaian lahan, indah mengatakan bahwa lahan tersebut harus menjadi HPL. Selain itu, Indah juga mengatakan bahwa mereka sudah membuat contour agar mengetahui lahan mana saja yang dapat dibangun dan tidak dapat dibangun hal tersebut merupakan rekomendasi dari ATR.

Terkait

Komentar

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel