Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Kemenko Kemaritiman Dorong Percepatan Pengentasan Kemiskinan Jabarsel Melalui Potensi Geopark Ciletuh

IMG_20180731_185127-01

Maritim–Sukabumi, Bulan April tahun ini, geopark (taman bumi) Ciletuh-Pelabuhanratu di Sukabumi telah dinobatkan sebagai salah satu taman bumi global yang masuk dalam jaringan UNESCO (United Nations Education Social Cultural Organization). Pemerintah ingin peningkatan status tersebut dapat pula meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah Jawa Barat (Jabar) bagian selatan, khususnya wilayah Sukabumi.

Terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat itu, pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Sukabumi pada hari Selasa-Rabu (31-1 Agustus 2018). Staf Ahli Menko Maritim Bidang Sosiologi-Antropologi Tukul Rameyo Adi, Penasehat Menko Maritim Bidang Perubahan Iklim dan Pemberdayaan Perempuan Kartini Sjahrir beserta rombongan dari Kemenko Bidang Kemaritiman menyempatkan untuk berdialog dengan pejabat Pemda Kabupaten Sukabumi.

“Presiden memerintahkan Menko Maritim Luhut Pandjaitan untuk mengkoordinasikan percepatan pengentasan kemiskinan di wilayah Jabarsel, karena itu kami diutus Menko untuk melihat kebutuhan dan peluang riil di lapangan,” ujar Staf Ahli Menko Maritim Bidang Sosiologi-Antropologi Tukul Rameyo kepada peserta diawal pertemuan.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi Dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Sukabumi Dody Achadiyat Somantri yang hadir pertemuan menyambut baik kunjungan utusan Menko Maritim itu. “Terus terang saja, kami menunggu program apa yang akan diberikan untuk untuk Jabarsel terutama setelah Ciletuh jadi UGG (Geopark Global Unesco),” ujar Dody.

Lebih jauh, dia menyebutkan bahwa untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dari potensi wisata Ciletuh dibutuhkan infrastruktur yang baik. “Saya mohon Menko Maritim dapat membantu percepatan penyelesaian tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang sudah diumumkan pemenang tendernya sejak tahun 1996 lalu,” kata Dody.

Dalam kesempatan yang sama, Penasehat Menko Maritim Bidang Perubahan Iklim dan Pemberdayaan Perempuan Kartini Sjahrir mengatakan akan meneruskan permintaan tersebut kepada Menko Maritim Luhut Pandjaitan. “Kalau dalam bayangan Menko yang perlu dibangun pertama kali disini adalah infrastruktur, pembangunan fisik meskipun tentunya itu akan diimbangi dengan pembangunan masyarakat melalui peningkatan kapasitas SDM yang ada,” tuturnya.

Hal yang tak kalah krusial untuk disentuh, lanjut Kartini, adalah pemberdayaan perempuan. “Kaum perempuan diberikan pelatihan, misalnya bagaimana menghargai tempat ini kalau menggunakan wc tidak asal-asalan karena orang ngga mau datang ke tempat wisata kalau tempatnya kotor atau kumuh,” tegasnya.

Kenapa kaum perempuan perlu dilibatkan?
Kartini menilai bahwa kaum perempuan adalah tenaga kerja yang dominan bekerja di sektor pariwisata. Selain itu, masalah kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan adalah salah satu rekomendasi dari Unesco untuk dikembangkan selama 4 tahun oleh pengelola geopark Ciletuh, dalam hal ini adalah pemerintah Kabupaten Bogor.

Pada hari berikutnya, rombongan Kemenko Bidang Kemaritiman beserta beberapa dosen Universitas Telkom didampingi oleh Kadispar Kabupaten Sukabumi Dana Budiman mengunjungi Geyser Cisolok dan desa adat Sinar Resmi di Kecamatan Cisolok. Di desa adat Sinar Resmi, rombongan disambut oleh tetua adat Asep Nugraha.

Kepada Tukul Rameyo dan Kartini Sjahrir, Asep yang lebih dikenal dengan panggilan abah ini minta agar selain bangunan bersejarah, budaya adat dijadikan salah satu heritage (warisan) yang harus dijaga oleh pemerintah. “Misalnya kami punya budaya bercocok tanam yang sudah dilakukan secara turun temurun selama 10 generasi, sebelumnya kami tidak mengenal konsep organik, namun sejak lama kami telah menanam padi tanpa pupuk atau pestisida,” beber Abah.

Selain itu, menurutnya masih banyak kearifan lokal di desa adatnya yang bisa dikembangkan lebih jauh untuk menarik wisatawan.

Menutup pertemuan ini, Staf Ahli Menko Bidang Sosiologo-Antropologi Tukul Rameyo menegaskan peningkatan kesejahteraan warga di Jabarsel, utamanya Sukabumi harus dikerjakan bersama-sama. “Ini kerja budaya, semua pihak terlibat.
Ketika infrastruktur dibangun lalu apa lagi yang perlu dibuat, rencana bisnis atau pengembangan apa yang harus disiapkan, perlu dibuat konsep blue print terpadu, ” pungkasnya. (**)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kemenko Kemaritiman Dorong Percepatan Pengentasan Kemiskinan Jabarsel Melalui Potensi Geopark Ciletuh