Berita Deputi

Kemenko Kemaritiman Percepat Pemulihan Manggarai Barat

Dibaca: 47 Oleh Selasa, 9 April 2019April 10th, 2019Tidak ada komentar
Kemenko Kemaritiman Percepat Pemulihan Manggarai Barat
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Jakarta, Kemenko Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa mengadakan rapat koordinasi dengan Pertamina, BPH Migas, Pemkab Manggarai Barat, KemenPUPR, KLHK dan K/L terkait mrmbahas langkah-langkah Percepatan Pemenuhan BBM, Pemulihan Lingkungan dan Masyarakat Pasca Bencana Alam Manggarai Barat di Jakarta, Selasa (09/04/2019). Manggarai Barat yang juga menjadi gerbang destinasi wisata unggulan Labuan Bajo, baru-baru ini mengalami bencana banjir dan tanah longsor yang menewaskan 8 orang penduduk selain kerugian harta benda dan fasilitas umum.

“Seminggu yang lalu teman- teman dari Manggarai Barat datang dengan Ibu Wakil Bupati, meminta agar mengadakan pertemuan khusus untuk membahas langkah-langkah pemulihan pasca bencana. Saya menjanjikan dalam waktu dekat kita berkumpul dan seluruh K/L terkait kami undang untuk bisa membahas secara tuntas. Hari ini, Alhamdulillah terpenuhi,” jelas Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Agung Kuswandono dalam sambutan pembukaan kegiatan.

Lebih lanjut, Deputi Agung menegaskan bahwa Kemenko Bidang Kemaritiman terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam percepatan pembangunan kembali Manggarai Barat, khususnya dalam sektor energi dan infrastruktur.

Baca juga:  Kemenko Marves Dorong Percepatan Infrastruktur dan Transportasi di Sumatera Barat

Langkah ini diapresiasi langsung oleh Bupati Manggarai Barat Agustinus C. Dula dalam pidatonya. “Menko Bidang Kemaritiman telah mengkoordinir seluruh kegiatan pembangunan di Labuan Bajo menjelang penyelenggaraan sidang IMF pada Oktober 2018, dan berjalan dengan baik. Tetapi ada beberapa bagian akibat bencana ini membuat kita menderita kerugian, yaitu seperti air bersih hingga padamnya listrik (jaringan seluler juga tidak bisa digunakan),” tutur Agustinus.

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Non Konvensional Amalyos yang juga menjadi pemimpin rapat koordinasi ini meminta setiap K/L terkait untuk dapat berkontribusi di sesuai tugas dan fungsinya. “BNPB memiliki program pasca bencana, Kemendes memiliki program Dana Desa, KemenPUPR khususnya Ditjen Cipta Karya dan Bina Marga terkait perbaikan infrastruktur, serta BPH Migas dan Pertamina terkait dengan ketersediaan BBM.”

Asdep Amalyos mengajak peserta rapat untuk menginformasikan bagaimana peran mereka serta kendala–kendala yang terjadi di lapangan, dengan demikian mereka bersama Bupati Manggarai Barat dengan tim kerja dan jajarannya dapat mencarikan jalan keluar.

Baca juga:  Aplikasi YachtERS: Percepat Proses Perizinan Kapal Yacht di Indonesia

“BPH migas akan mengundang secara khusus Bapak Bupati untuk lebih spesifik membahas terkait kebutuhan dan usulan penambahan quota BBM, pembangunan infrastruktur pemenuhan BBM. Lebih detailnya lagi. Sementara kalau dengan Pertamina terkait dengan bagaimana recovery dan pemulihan infrastruktur yang ada untuk mendukung apa yang sudah ditargetkan oleh Pemerintah. Dimungkinkan juga Pertamina membangun depo atau tanki timbun. Sesuai kebutuhan. Tentunya sebelumnya dengan kajian mendalam. Mengingat Manggarai Barat telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan kita,” terang Amalyos.

Dalam hasil rapat, terungkap kalau Manggarai Barat selain membutuhkan energi dan infrstruktur, juga sangat membutuhkan benih ikan, bibit tanaman, kapal untuk nelayan sampai pembangunan buoy deteksi tsunami. Permohonan ini akan ditindaklanjuti melalui K/L terkait dengan tetap berkoordinasi dengan Kemenko Maritim.

Kemenko Bidang Kemaritiman beserta K/L terkait lainnya, sesuai fungsi masing-masing, akan bersinergi membantu Pemerintah Daerah Manggarai Barat dalam pemulihan pasca bencana. *

Biro Informasi dan Hukum
Kemenko Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel