Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Kemenko Maritim Inisiasi Dokumen Klastering Industri Inovasi Produk Kelautan dan Industri Perikanan Unggulan

_MG_0506

Maritim – Depok, Kemenko Maritim yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim berkolaborasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa adakan Diskusi Kelompok Terarah/FGD tentang Penyusunan Dokumen kluster Industri Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan sebagai Produk Unggulan, Depok, Jawa Barat (29-08-2018).

Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim, Sugeng Santoso menjelaskan tujuan diadakannya FGD ini sasaran utamanya adalah agar dapat diketahui rangkaian nilai untuk inovasi produk kelautan yang berbahan baku perikanan, teripang, dan SDA Laut lainnya dengan tema khusus untuk klaster industri di Kepri adalah inovasi ekstrak produk kelautan.

“Jadi diadakannya FGD ini mengacu pada rangkaian kegiatan sebelumnya lewat kunjungan dan diskusi dengan pihak terkait mengenai rangkaian nilai untuk inovasi produk kelautan yang berbahan baku perikanan, teripang, dan SDA Laut lainnya yang pabriknya atau tempat produksinya berupa ekstrak inovasi produk kelautan itu ada di Bintan,” ujar Sugeng.

Sugeng menambahkan pada rangkaian kegiatan tersebut sudah diadakan diskusi yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yang turut mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di provinsi Kepri dan kabupaten/ kota yang ada di Prov Kepri serta dalam rangka workshop yang sudah diselenggarakan di Bintan untuk pengurangan gizi buruk (stunting).

“Pada waktu itu dihadiri Kementerian lembaga termasuk didalamnya ada Kemenko Maritim yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang ekonomi Maritim, Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa, Kementerian Kesehatan, BPOM, Kemen Perdagangan, Kemen Perindustrian, Kemenko PMK, dan lain-lain,” lanjutnya.

Jalannya FGD ini sendiri seperti yang dijelaskan lebih lanjut oleh Sugeng dilakukan dengan cara pendekatan partisipatori, metaplan, dan framework analisis.

Dengan mempertimbangkan Kebijakan kelautan Indonesia, Permendagri No. 9/ 2014 tentang Pedoman Pengembangan Produk Unggulan Daerah serta Kebijakan Industri Nasional (Perpres No.2/2018) nantinya FGD ini akan menghasilkan sebuah suatu rekomendasi yang didukung dengan dokumen klaster industri produk kelautan dan perikanan dan ada tema khusus inovasi ekstrak produk kelautan (bagi Prov Kepri) yang menjadi acuan stakeholder untuk berkontribusi dalam melaksanakan komitmen bersama untuk menjalankan rencana aksi yang akan dikawal oleh kelompok kerja (Pokja).

Dijelaskan juga oleh Sugeng, penyusunan rekomendasi yang didukung dengan dokumen untuk daya saing ini nantinya akan memuat pemetaan pelaku, analisis lingkungan bisnis, perkuatan lingkungan bisnis, pohon tujuan, strategi dan juga rencana tindak termasuk pokja untuk mengawal rencana tindak.

“Pemetaan pelaku disini maksudnya adalah bagaimana potret pelaku dari pemasok (Hulu), produsen (kompetensi inti) sampai distribusi (Hilir) dan gambaran industri/ instansi pendukung dan terkait, dan yang dilanjutkan dengan analisis lingkungan usaha, hingga penentuan tujuan bersama hingga diformulasikannya strategi,” jelasnya.

Mempermudah Pengelompokan

Pada acara yang sama, Asisten Deputi Keanekaragaman Hayati Andri Wahyono mengungkapkan bahwa dirinya sangat apresiatif dengan akan dibuatnya penyusunan dokumen ini. Menurutnya dengan adanya dokumen tersebut kedepan akan sangat berguna karena berdasarkan hasil pengelolaan klaster nanti, Indonesia bisa mengelompokkan varian produk unggulan pada masing-masing daerah.

“Terus masing-masing itu bisa dikelompokkan juga rantai prosesnya. Jadi memudahkan dalam pembinaan nantinya. Kalau sudah nanti bisa diketahui itu inovatornya siapa saja, pengembangan kelompoknya ada apa saja,” ucap Andri.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa menurut Andri juga sudah menyurati para pemangku kepentingan daerah, pemda, dan Perguruan Tinggi untuk meminta database mengenai inovator industri unggulan Kelautan dan Perikanan.

“Jadi, nantinya kita akan bentuk forum, yakni forum inovator. Sehingga akan memudahkan komunikasi mengenai updating data-data itu sendiri. Dan dalam pengembangannya bisa lebih terarah , nanti kan kalau sudah ada datanya, ada forumnya, baru kita bikin rencana aksi khusus,” tutupnya.

Seperti diketahui, Kemenko Maritim saat ini terus mendorong produk-produk inovasi kelautan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya adalah pengembangan industri cangkang kapsul dari rumput laut, pemanfaatan garam untuk kosmetik dan spa. Dan yang terbaru kali ini adalah pengembangan sumber protein Ikan dan teripang untuk mengatasi stunting.

Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Penyusunan Dokumen Klaster Industri Produk Kelautan dan Perikanan Sebagai Produk Unggulan yang juga menghasilkan tema (khusus) untuk klaster industri di provinsi Kepri yaitu inovasi ektrak produk kelautan ini, dihadiri oleh Perekayasa Madya di Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ketua Tim Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (PUPUK), Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bintan, Kepala Sub Bidang Perencanaan Perekonomian, SDA, Infrastruktur dan Kewilayahan Barenlitbang Provinsi Kepri, PT Kimia Farma Tbk, Pejabat Eksekutif Tertinggi (CEO) Komunitas aksinusantara.com, Inovator dan Produsen Ekstrak Produk Kelautan, Kepala Bidang Produk Kelautan dan Perikanan Kemenko Maritim, Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kemenko Maritim dan Kepala Biro Umum Kemenko Maritim Djoko Hartoyo. (*)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Foto
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kemenko Maritim Inisiasi Dokumen Klastering Industri Inovasi Produk Kelautan dan Industri Perikanan Unggulan