Berita Deputi

Kemenko Maritim Perkuat Hilirisasi Produk Inovasi melalui Forum Koordinasi Inovator Produk Kelautan dan Perikanan (ForKIPKP) Zona I

Kemenko Maritim Perkuat Hilirisasi Produk Inovasi melalui Forum Koordinasi Inovator Produk Kelautan dan Perikanan (ForKIPKP) Zona I
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Bogor, sesuai dengan RPJMN 2015-2019 yaitu dimensi kelautan dan perikanan, sasaran nasional terkait produksi perikanan khususnya produk hasil olahan perikanan dan kelautan merupakan target nasional yang harus dicapai dan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono membuka dan memberi arahan pada Forum Koordinasi Inovator Produk Kelautan dan Perikanan (ForKIPKP) Zona I di IPB University, Bogor (26-09-2019).

Dalam rangka memperkuat peran dan posisi tawar inovator produk kelautan dan perikanan, telah dideklarasikan pembentukan Forum Koordinasi Inovator Produk Kelautan dan Perikanan (ForKIP KP) pada 18 September 2018 di Jakarta. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Kemenkomar), Bapak Agung Kuswandono mengungkapkan potensi sumber daya hayati laut dan perikanan merupakan modal dasar bagi pembangunan nasional dan juga penyangga kelangsungan kehidupan manusia, baik untuk sandang, pangan, papan, bahan obat-obatan/farmakologi, bisnis, alat teknologi, teknik penunjang dan jasa ekosistem (ecosystem services).

Perguruan Tinggi telah melakukan banyak upaya untuk peningkatan riset implementatif salah satunya melalui badan-badan kewirausahaan dan pengembangan bisnis. Sedangkan Pemerintah Daerah melakukan kerjasama dengan pelaku usaha serta litbang melaksanakan kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah dalam mengakses pasar. Sedangkan pelaku usaha baik individu maupun badan usaha juga melakukan pengembangan produk dalam rangka meningkatkan daya saing.

Sudah banyak inovator yang telah secara mandiri berhasil melaksanakan hilirisasi podukadalah langkah baik yang perlu ditiru oleh inovator lainnya dalam meningkatkan hasil riset dan pengembangan produk yang memanfaatkan bahan baku lokal sehingga mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, serta mendorong peluang tumbuhnya industri-industri baru yang memperkuat pertumbuhan ekonomi khususnya sektor kelautan dan perikanan. “Langkah selanjutnya akan kita undang Bappenas, Kementerian Perindustrian, Kemenristekdikti, Kementerian Kelautan & Perikanan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian, Lembaga dan Badan lainnya yang berhubungan untuk meningkatkan produktivitas para inovator serta industri kita” ungkap Deputi Agung.

Pada tahun 2019, kegiatan ForKIP KP terbagi menjadi 3 (tiga) Zona Wilayah di Indonesia, yaitu Zona I (koordinator IPB University), Zona II (koordinator Universitas Airlangga), dan Zona III (koordinator Universitas Hasanuddin), pemilihan tiga universitas ini didasarkan pada prestasi terkait hilirisasi produk hasil riset. Keanggotaan ForkipKP meliputi Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Badan Riset Pemerintah/Swasta, Pelaku Usaha, Perbankan dan mitra usaha bagi inovator.

Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk mencari solusi atas permasalahan inovator dan menjembatani proses berbagi informasi antara inovator dengan pelaku usaha dan mitra lainnya. Selain itu, acara ini mensinergikan inovator produk kelautan dan perikanan seluruh Indonesia sehingga memperkuat posisi tawar inovator secara kolektif, penumbuhan industri baru, peningkatan daya saing dan hilirisasi inovasi.

Dengan adanya kerjasama antara IPB University dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk mengadakan kegiatan ini Wakil Rektor IPB University Erika Budiarti mengutarakan “Kita berharap selalu terjalin kerjasama yang berkelanjutan dan berkesinambungan dan semoga kerjasama yang sudah dibuka ini tidak akan ditutup kembali” ucap Wakil Rektor Erika.

Staff Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso menekankan aspek sistem inovasi dalam memimpin diskusi yang dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai narasumber Dukungan Lembaga Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi dalam Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai narasumber Peningkatan Daya Saing dan Hilirisasi Produk Hasil Inovasi, Ditjen Industri Argo Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai narasumber Kebutuhan Industri 4.0 pada Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan, best practices hilirisasi inovasi produk kelautan dan perikanan oleh Prof Linawati Hardjito, inovator IPB, dan perwakilan dari Sustainable Market Access through Responsible Trading of Fish terkait Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN). Asdep Sumber Daya Hayati, Andri Wahyono, pun menyatakan bahwa inovasi hasil karya anak bangsa perlu didukung dan dikembangkan di dalam negeri, dan ForKIPKP merupakan salah satu upaya memperkuat hal itu.

Pada kegiatan ForKIPKP Zona I dilaksanakan kegiatan business matching yang terbagi dalam 3 cluster, yaitu a) pangan dan functional food, b) kosmetik dan obat, serta c) cluster bidang teknik, mesin dan alat. Kegiatan ini diikuti oleh para inovator di bidang pengembangan produk kelautan dan perikanan, Kementerian/Lembaga, Perguruan Tinggi, pelaku usaha, perbankan, lembaga riset dan pelaku usaha calon mitra. Kedepannya, Kemenko Bidang Kemaritiman berupaya memperkuat sinergitas dan koordinasi keseluruhan pemangku kepentingan melalui ForKIPKP dengan pembentukan struktur kelembagaan secara nasional.

 

Biro Perencanaan dan Informasi
Kemenko Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel