Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Kemenko Maritim Siapkan Solusi Masalah Abrasi Kabupaten Demak

IMG-20180112-WA0023

Maritim – Jakarta, Tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan kunjungan ke Desa Bedono, Demak (12/1). Desa Bedono adalah salah satu desa yang mengalami abrasi paling parah di Kabupaten Demak. Abrasi yang terjadi di Desa Bedono diperkirakan yang terbesar di kawasan pantai utara dan selatan Jawa dan bahkan di Indonesia.

Luas kawasan yang terkena erosi mencapai 2.116,54 hektar yang menyebabkan garis pantai mundur sepanjang 5,1 kilometer dari garis pantai di tahun 1994 lalu. Abrasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, dari kenaikan permukaan laut (sea level rising), adanya pembangunan yang menjorok ke pantai seperti pembangunan kolam pelabuhan yang digunakan untuk parkir kapal yang menjorok 1.8 KM ke pantai. Pembangunan ini menyebabkan perubahan arus laut .

Luas Daerah pesisir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang terkena abrasi 798 hektar. Saat ini sudah banyak daerah yang hilang akibat terkena abrasi air laut.  Wilayah yang terkena abrasi meliputi 14 kecamatan yang berada di pesisir. Abrasi sudah melanda wilayah pesisir Demak menyebabkan rob semakin meluas. Dampak rob yang meluas juga menyebabkan dukuh dan desa kian tenggelam.

Akibat abrasi, warga harus berganti mata pencaharian. Desa Bedono awalnya merupakan lahan sawah, tambak, serta sebagian warganya bermata pencaharian sebagai nelayan. Namun, abrasi menyebabkan warga tidak bisa lagi hidup dari pertanian dan perikanan.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah mencarikan solusi. Kecamatan Sayung menjadi prioritas dalam penanganan dampak abrasi. Abrasi di wilayah tersebut telah merusak infrastruktur yang ada seperti  rumah penduduk,  akses jalan dan sarana pendidikan kantor kepala desa, kantor kecamatan. Saat ini kantor kepala desa dan kantor kecamatan, telah pindah lokasi ke tempat yang lebih aman. Saat ini, penduduk Desa Bedono telah melakukan  upaya untuk mengurangi dampak abrasi dalam bentuk pengembangan dan pemeliharaan vegetasi mangrove. Vegetasi mangrove tersebut selanjutnya diproyeksikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Demak.

Setelah dilakukan survey lapangan, Tim Kemenko Maritim dan Pemerintah Kabupaten Demak  mengadakan rapat bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Camat Sayung, dan Kepala Desa Bendono.

Usulan solusi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut  yaitu : Pembangunan Tanggul dengan model Site Pile, Pembangunan Infrastruktur untuk mendukung destinasi wisata alam mangrove, pembangunan perumahan model rumah panggung  dan normalisasi Infrastruktur Jalan Kabupaten- Jalan Antardesa dan jalan desa. Upaya lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak adalah mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan, pemahaman dampak perubahan iklim, mengadakan pelatihan usaha, jasa dan pariwisata mangrove. Hal ini diharapkan dapat mempersiapkan masyarakat yang terdampak abrasi.

Pemerintah Kabupaten Demak mengharapkan solusi konkret yang sifatnya segera dalam mengatasi dampak abrasi. Hal ini dipandang mendesak sebelum dampak abrasi kian meluas. ***

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Foto Artikel
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Kemenko Maritim Siapkan Solusi Masalah Abrasi Kabupaten Demak