BeritaBerita Deputi

Kemenko Maritim Tegaskan Pentingnya Revolusi Mental GIB

Oleh 27 Okt 2018 Oktober 30th, 2018 Tidak ada komentar
Kemenko Maritim Tegaskan Pentingnya Revolusi Mental GIB
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Manado, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Safri Burhanudin melaksanakan Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Bersih (GIB) di Hotel Aryaduta, Manado, Sabtu (27/10). Dalam acara ini, Deputi Safri menegaskan pentingnya revolusi mental masyarakat dalam pelaksanaan GIB.

“Saya pikir hampir semua tempat di Indonesia memiliki timbunan sampah, pemicu permasalahan sampah ini salah satunya karena mental model masyarakat kita yang tidak peduli lingkungan dan generasi mendatang. Asal buat sampah sembarangan. Oleh karena itu, pentingnya revolusi mental masyarakat yang di mana kita tuangkan dalam pelaksanaan GIB,” kata Deputi Safri di lokasi.

Deputi safri menjelaskan, adapun pelaksanaan GIB ini sesuai dengan Inpres nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), yang di mana Kemenko Maritim menjadi salah satu aspek penting yakni sebagai Koordinator Gerakan Indonesia Bersih itu sendiri.

“GNRM ini harus dijalankan, sehingga bagaimana kita bersama dengan Kementerian/ Lembaga terkait dan semua pihak bisa terlibat dalam pengelolaan sampah, berdasarkan fokus 7 (tujuh) program GIB, antara lain program peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, program pengembangan sistem pengelolaan sampah, serta program peningkatan hukum,” ujarnya.

“Nah untuk melaksanakan program tersebut, kita sudah lakukan aksi-aksi bersih seperti aksi bersih di Cilincing, dengan diambil sampah-sampah plastik hingga saat ini sudah bisa dilihat adanya jalan (Tar Road) yang dibangun dari sampah plastik tersebut. Kemudian Sungai Citarum, kita keruk sampahnya, dilakukan sosialisasi dan sidak pembuangan dan akhirnya sekarang bersih. Ini membuktikan bahwa tidak ada yang tak mungkin selama mental terbangun sehingga terintegrasi satu sama lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungkan Hidup Banjarmasin Mukhyar memaparkan bahwa dalam penanganan sampah ini, di Banjarmasin sendiri sudah dimulai dengan pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Kami sudah melakukan pengurangan penggunaan kantong plastik di Banjarmasin, didasari surat edaran KLHK hingga peraturan Walikota Nomor 18 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik,” kata Mukhyar.

Mukhyar menjelaskan, penerapan pengurangan kantong plastik tersebut dimulai dari sekolah-sekolah yang mengharuskan siswa-siswinya membawa botol minuman hingga melarang penggunaan kantong plastik di Toko Retail hingga Toko Modern.

“Jadi untuk mengganti kantong plastik itu, kami menyiapkan alternatif produk lokal ‘Bakul Purun’. Bakul Purun ini terbuat dari tanaman liar sehingga kuat dan aman. Ini juga sesuai dengan Banjarmasin dalam mewujudkan ‘Baiman’ yakni Banjarmasin Barasih wan Aman,” jelasnya.

Menanggapi rembuk ini, Asisten Pemerintah dan Kesra Sumatera Utara Edison Humiang mengungkapkan bahwa sangat pentingnya revolusi mental kita menjaga kebersihan, khususnya dalam menggerakan attitude masyarakat kita untuk tergerak mewujudkan Indonesia bersih.

“Mari kita semua ajak dan bangun kreativitas dan kemauan kita dalam menuju Indonesia bersih. Indonesia bersih ini butuh kerjasama kita semua. Masyarakat dan pemerintah. Saling bantu. Untuk masyarakat, saya juga atas nama pemerintah jajaran Sulawesi Utara menerima jika ada saran-saran di lingkungan Manado. Kami siap menerima semua masukan,” pungkasnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel