Siaran PersArtikelBerita DeputiDeputi 2

Kemenko Marves Bahas Peran Ekosistem Mangrove dan Blue Carbon pada Masyarakat Pesisir

Dibaca: 53 Oleh Rabu, 2 September 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Bahas Peran Ekosistem Mangrove dan Blue Carbon pada Masyarakat Pesisir
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-128/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves – Jakarta, Ekosistem mangrove diketahui sangat berkontribusi pada kesejahteraan, ketahanan pangan, dan perlindungan masyarakat khususnya komunitas pesisir dan mendukung sektor perikanan nasional. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Konservasi Perairan dan Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Andreas H. Hutahaean dalam webinar yang diadakan oleh perhimpunan negara-negara di samudra hindia (IORA) dengan topik “Blue Carbon Initiatives in IORA”.

“Ekosistem mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut telah lama memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir, dan dalam beberapa tahun terakhir telah diakui secara Internasional atas kemampuannya yang signifikan dalam menyerap dan menyimpan emisi karbon dioksida (CO2), yaitu blue carbon (karbon biru),” kata Kabid Andreas, Rabu (02/09).

Kabid Andreas menjelaskan, Ekosistem Mangrove dan blue carbon ini sangat penting di sepanjang pantai dunia karena mendukung kualitas air, pelindung garis pantai, perikanan yang sehat, dan memberikan perlindungan terhadap banjir dan badai.

“Faktanya, mangrove diperkirakan bernilai setidaknya US $ 1,6 miliar setiap tahun dalam jasa ekosistem yang mendukung mata pencaharian pesisir dan populasi manusia di seluruh dunia. Namun, terlepas dari peran pentingnya, ekosistem ini adalah salah satu ekosistem yang paling terancam di Bumi dan sangat berisiko karena konversi, industri, budidaya perairan, dan pembangunan infrastruktur, yang di mana dapat menyebabkan pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer yang berkontribusi pada efek pemanasan global dan perubahan iklim,” jelasnya.

Baca juga:  Membangun Konten Kemaritiman Melalui Kerja Sama Literasi

Oleh sebab itu, lanjut Kabid Andreas, diperlukan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai “ekosistem yang unik, khusus dan rentan”, yaitu salah satunya melalui IORA Indian Ocean Blue Carbon Hub, dengan membangun pengetahuan dan kapasitas yang relevan untuk melindungi dan memulihkan ekosistem karbon biru, termasuk ekosistem mangrove.

“Dalam rangka berbagi pengetahuan dan informasi perkembangan terkini tentang blue carbon (karbon biru) di IORA, adapun beberapa tujuan spesifikasinya adalah menyediakan platform virtual tempat pemangku kepentingan terkait dapat berdiskusi tentang peluang dan tantangan terkait konservasi dan pemulihan ekosistem karbon biru, berbagi informasi tentang inisiatif IORA saat ini dan IORA Blue Carbon Hub, berbagi pengalaman dan informasi tentang hasil dan tindak lanjut peristiwa karbon biru IORA sebelumnya, meningkatkan kesadaran tentang perlindungan dan pemulihan ekosistem karbon biru, menjajaki jalan ke depan untuk lebih memajukan pembangunan di sektor ini serta meningkatkan visibilitas IORA dan inisiatif karbon biru,” pungkasnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel