Berita

Kemenko Marves Berkomitmen Anti-Suap Secara Tegas Melalui Penerapan SNI ISO 370001:2016 Sistem Manajemen Anti-Suap (SMAP)

Dibaca: 35 Oleh Senin, 25 Oktober 2021Oktober 29th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 10 29 at 10.01.54 AM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-675/HUM/ROKOM/SET.MARVES/X/2021

Marves – Jakarta, Dalam rangka melaksanakan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, Inspektorat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melaksanakan acara pengenalan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari Konsultan Synergy Strategic Advisory (SSA) pada hari Senin (25 – 10 – 2021).

Penyuapan adalah tindakan memberikan atau meminta uang, barang atau bentuk lainnya agar penerima suap memberikan kemudahan berupa tindakan atau kebijakan wewenang demi kepentingan pemberi suap. “Apabila suap telah menjadi tradisi atau kebiasaan, maka hal ini bisa menghancurkan negara dan yang menjadi korbannya adalah rakyat dan generasi penerus bangsa,” buka Sekretaris Kemenko Marves (Sesmenko) Agung Kuswandono dalam sambutannya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa  besarnya kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh kegiatan suap terhadap tatanan masyarakat dan negara, maka Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres No. 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Terkait hal ini, lanjut Sesmenko Agung,  Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengadopsi secara identik standar ISO 37001:2016 menjadi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti-Suap (SMAP).

Baca juga:  Kenalkan Proses Perundingan Batas Maritim, Pemerintah Latih Puluhan Pemangku Kepentingan

SNI ISO 37001:2016 dapat digunakan untuk menanamkan budaya anti-suap dalam sebuah institusi negara maupun swasta. Munculnya ISO ini dilatarbelakangi bahwa hukum dirasa belum cukup untuk mengatasi permasalahan penyuapan. “Dengan adanya sistem manajemen anti penyuapan yang telah diatur pada ISO 37001:2016, dan melalui komitmen kepemimpinan untuk menetapkan budaya kejujuran, transparansi, keterbukaan dan kepatuhan, maka masalah penyuapan ini dapat diatasi dengan baik,” ujarnya.

Sesmenko Agung pun berharap penerapan SNI ISO 37001:2016 SMAP ini dapat bermanfaat dan menambah semangat jajaran Kemenko marves untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Menyambung, Inspektur Ajum Muhtar menegaskan, Kemenko Marves harus segera mendapatkan predikat SNI ISO ini secepatnya. “Agar kita dapat menjadi Kementerian yang baik dan terpercaya. Saya mengharapkan melalui perkenalan ini kita dapat memahami kerangka kerja serta peta jalan dari SNI ISO 37001:2016 SMAP ini,” tambahnya.

Pengenalan diberikan oleh Konsultan Synergy Strategic Advisory Ary Nugroho yang telah memberikan sertifikasi kepada 7 lembaga pengadilan di Indonesia sehingga Kemenko Marves dapat terbimbing dengan baik.

Baca juga:  Menko Maritim : Penjagaan Keamanan Garis Pantai Menjadi Salah Satu Prioritas

“Pengadopsian ISO ini melewati berbagai perjalanan panjang sehingga dapat di adaptasi dengan baik di Indonesia. BSN memilih mengadaptasi secara identik dengan menerjemahkan isi ISO dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia tanpa mengubah isi dan strukturnya, sehingga SNI yang diterapkan di Indonesia berlaku sama dengan yang diterapkan di internasional,” ujar Ary Nugroho.

Melalui pengenalan penerapan SMAP, diharapkan seluruh pejabat Kemenko Marves dapat memahami lebih dalam terkait ISO yang telah diterapkan dan mengetahui langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk membangun sebuah sistem atau tata kelola untuk menghindari atau menolak terjadinya penyuapan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel