FotoBerita DeputiDeputi 1

Kemenko Marves Bersama Kementerian ESDM dan KKP Teken Penandatanganan Pilot Project Pembongkaran dan Alih Fungsi Anjungan Migas

Dibaca: 213 Oleh Senin, 31 Januari 2022Tidak ada komentar
294CF5DB 2AC1 4564 8028 19F7A2C15227
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan Penandatanganan Pengaturan Implementasi Pilot Project for Decommissioning and Rig-to-Reef Re-Utilization of Offshore Plants di Indonesia yang dilaksanakan di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Senin (31-1-2022).

Penandatanganan _Implementing Arrangement Pilot Project for Decommissioning and Rig-to-Reef Re-Utilization of Offshore Plants_ atau Pilot Project Pembongkaran dan Alih Fungsi Anjungan Migas dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo bersama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Prof. Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., IPU dan turut disaksikan oleh Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc untuk mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan yang belum dapat hadir.

“Hari ini, berkat kerja sama dan dukungan saudara-saudara, kita dapat melaksanakan penandatanganan _Implementing Arrangement_ untuk _Pilot Project_ Pembongkaran dan Alih Fungsi Anjungan Migas,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo dalam kesempatan ini.

Baca juga:  Menko Luhut meeting dengan Taipei Economic and Trade Office

Dia mengungkapkan bahwa kesepakatan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU Kerja Sama Maritim antara Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Korea yang telah ditandatangani pada tanggal 13 Oktober 2021. Pihaknya telah memonitor bahwa persiapan pelaksanaan pekerjaan dalam pilot project ini telah berjalan baik. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan yang diberikan KKP, Kementerian ESDM, serta Kementerian dan Lembaga lain yang terkait.

“Kegiatan penandatanganan hari ini adalah perwujudan keseriusan semua pihak yang terlibat, untuk merealisasikan komitmen yang telah disepakati kedua negara,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dokumen Implementing Arrangement ini akan menjadi landasan proyek percontohan pemanfaatan kembali anjungan minyak dan gas tidak terpakai menjadi terumbu karang buatan. Sebagai pilot project, pihaknya berharap apa yang diusahakan dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah keberadaan anjungan minyak dan gas paska operasi di perairan Indonesia.

Selain tiga anjungan yang akan dialih fungsikan pada proyek ini, sambungnya, masih ada 100 anjungan migas pasca operasi yang masih perlu ditangani. “Tentunya merupakan harapan dari kita bersama untuk dapat membongkar seluruh anjungan tersebut secara ekonomis dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca juga:  Keynote Speech Menko Luhut in Belt & Road Seminar Standard Chartered

Lebih jauh Deputi Basilio menyampaikan bahwa kerja sama dengan Republik Korea ini, diharapkan dapat memancing kehadiran alternatif solusi lainnya yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah keberadaan 100 yang masih tersisa.

Selain itu, penandatanganan dokumen hari ini bukan menandai garis akhir melainkan justru awal dimulainya pekerjaan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Selanjutnya, perlu dilakukan pengawalan pelaksanaan pilot project ini hingga selesai.

“Masih banyak persiapan dan pekerjaan yang harus kita selesaikan setelah proses penandatanganan dokumen ini.Kami berharap dalam pelaksanaan pilot project ini, koordinasi dan kerja sama lintas sektor dapat berjalan dengan baik, sehingga kegiatan dapat berjalan tanpa kendala yang berarti sesuai kerangka kerja dan kerangka waktu yang telah kita rencanakan,” imbuhnya.

Terakhir, Deputi Basilio berterima kasih atas dukungan semua pihak yang memungkinkan dokumen ini bisa segera ditandatangani dan mengucapkan selamat bekerja untuk semua pihak yang terkait.

Selain dari Pemerintah Indonesia, Penandatanganan Implementing Arrangement Pilot Project Pembongkaran dan Alih Fungsi Anjungan Migas yang dilakukan Kemenko Marves bersama Kementerian ESDM dan KKP, juga hadir perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Korea-Indonesia Offshore Research Cooperation Centre (KIORCC) serta tamu undangan lainnya.

Baca juga:  Menko Luhut : Kami Dukung Upaya Menteri BUMN Menertibkan Garuda Indonesia

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI
SP: No.SP-35/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2022

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel