Berita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Dorong Kerja Sama Implementasi PUMMA dan Pengoperasian Pelabuhan Kahyapu

Dibaca: 22 Oleh Senin, 22 Februari 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Dorong Kerja Sama Implementasi PUMMA dan Pengoperasian Pelabuhan Kahyapu
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-113/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Jakarta, Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (IDPSDA), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu pada tanggal 15-19 Februari 2021.

“Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengawal dan memfasilitasi kerja sama Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Pusriskel KKP) dengan Universitas Bengkulu (UNIB) untuk implementasi dan pengembangan perangkat mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami PUMMA, khususnya di pantai Barat pulau Sumatera”, ungkap Asdep IDPSDA Rahman Hidayat. PUMMA (Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut) didesain untuk mengukur muka air secara real-time sehingga dapat dimanfaatkan untuk peringatan dini tsunami. Alat PUMMA pada awalnya bernama IDSL (Inexpensive Device for Sea Level Measurement) merupakan kerja sama Pusriskel KKP dengan Joint Research Center-European Union yang berpusat di Milan, Italia yang didukung oleh Ikatan Ahli Tsunami Indonesia (IATsI) dan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim sejak tahun 2018 lalu.

Baca juga:  Rapat Mengenai Lahan Kwarnas LRT

Inovasi ini dikembangkan karena Provinsi Bengkulu merupakan kawasan yang sangat rentan akan bencana gempa bumi dan tsunami. Kejadian gempa besar yang terjadi tahun 2000 merupakan yang terbesar menimpa Pulau Enggano dan Bengkulu pasca kejadian besar pada tahun 1797 dan 1833. Sementara itu, gempa bumi dan tsunami di kawasan ini juga pernah terjadi tahun 2007, 2009, dan 2010 di Sumatera Barat dan Mentawai. Di awal tahun 2021, kejadian gempa bumi juga sempat menimpa kawasan Enggano.

Hingga saat ini, PUMMA sudah diproduksi secara mandiri oleh Pusriskel KKP sebanyak tujuh unit, dua di antaranya telah dipasang di Pulau Enggano dan Kota Bengkulu. Di Pulau Enggano PUMMA telah dipasang di dermaga Pelabuhan Malakoni pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021, tepatnya di salah satu tiang dermaga lama yang hancur akibat gempa bumi tahun 2000. Pelaksanaan pemasangan PUMMA dikoordinasikan langsung oleh Plt. Kepala Bidang Infrastruktur Dasar Asdep IDPSDA Indra Hermawan dan didukung langsung oleh peneliti tsunami Pusriskel, peneliti dan dosen UNIB, warga Enggano bersama-sama Camat Enggano Marlansius, Komandan Pos Angkatan Laut (AL), Komandan Rayon Militer Enggano, dan Kepala Kepolisian Sektor Enggano.

Baca juga:  Perkuat Kemampuan Perencanaan dan Akutabilitas Kinerja, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Gelar Bimtek SIK-M

Pada masa mendatang, diharapkan kerja sama antara UNIB dan Pusriskel terkait PUMMA dapat lebih dimaksimalkan manfaatnya, khususnya di bidang kelautan dan perikanan dengan menambahkan sensor-sensor monitoring perairan, seperti salinitas, dissolved oxygen (D0) dan total suspended solid (TSS). Teknologi ini bertujuan untuk pengembangan riset kemaritiman dan program pengabdian masyarakat melalui penerapan teknologi kelautan untuk mitigasi serta adaptasi kebencanaan pesisir, konservasi wilayah pesisir dan eksplorasi laut.

Kemudian, pada Rabu (18-02-2021), Kemenko Marves juga menghadiri pengoperasian kembali Dermaga Kahyapu di Pulau Enggano pasca kegiatan rehabilitasi. Uji coba sandar dan olah gerak kapal berjalan dengan baik dan lancar menggunakan kapal penyeberangan KMP Pulo Telo. Selanjutnya, pengoperasian reguler Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Kahyapu, Enggano diserahterimakan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan berada di bawah pengawasan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung.

Pada saat monitoring fasilitas infrastruktur pelabuhan, Kemenko Marves bersama tiga pimpinan Kecamatan Enggano (Tripika), BPTD Wilayah VI Kementerian Perhubungan, UPTD UPP Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Supervisor PT ASDP lintas Bengkulu-Enggano, dan Nahkoda Kapal KMP Pulo Tello, menyepakati bahwa diperlukan peningkatan fasilitas berupa sumber daya manusia (SDM), ruang tunggu, papan pengumuman jadwal, fasilitas parkir dan jasa tambat Pelabuhan Penyeberangan Kahyapu oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu.

Baca juga:  Kemenko Marves Tekankan Indonesia akan Perangi Kegiatan Penangkapan Ikan Ilegal dan Lindungi Pelaut Serta ABK

“Menutup kunjungan lapangan di Pulau Enggano, Kemenko Marves akan bantu mengawal percepatan peningkatan infrastruktur dasar di Enggano, terutama terkait kelistrikan, jaringan komunikasi 4G, dan rehabilitasi dermaga multipurpose Pelabuhan Kahyapu 2021,” pesan Asdep Rahman.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel