FotoBerita DeputiDeputi 1

Kemenko Marves Dorong Krakatau International Port Pasang Solar PV Menuju Green Port di Selat Sunda

Dibaca: 90 Oleh Jumat, 20 Agustus 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 20 at 19.33.08
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-520/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves – Banten, Dorong implementasi energi baru terbarukan dan energi bersih untuk pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia sehingga menjadi Green Port (Pelabuhan Hijau), Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo melakukan kunjungan kerja ke Krakatau International Port (KIP) pada hari Jumat (20-08-2021).

Kunjungan ditujukan untuk menyiapkan Krakatau International Port (KIP) menjadi pelabuhan yang ramah lingkungan, efisien energi dalam konteks ekonomi biru, dan penerapan energi bersih  melalui pemanfaatan infrastruktur Solar PV (listrik dari tenaga surya) untuk memenuhi kebutuhan listriknya di Pelabuhan KIP. Ini akan menjadikan KIP sebagai Green Port.

Dari sisi ekonomi dan kebermanfaatan, solar panel rooftop  (panel surya atap) dinilai dapat memberikan kontribusi tak hanya untuk memenuhi target nasional dalam pencapaian energi bersih tenaga surya 207 MW hingga tahun 2025 (sumber: Bappenas RI) tapi juga memberikan profit bagi Pelabuhan BUMN tersebut. “Indonesia telah menetapkan target 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025. Kebijakan ini, dikombinasikan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada tahun 2030, merupakan jalan yang jelas menuju sistem energi yang lebih bersih,” jelas Deputi Basilio.

Baca juga:  Menko Luhut Rakor Mengenai Progress Pembangunan Ibu Kota Negara Baru

Upaya KIP dengan pemasangan Solar PV ini, lanjutnya, sejalan dengan program pertama pengembangan EBT pada rencana jangka panjang Indonesia, yaitu sebesar 5 GW yang telah direncanakan pada RUPTL, dan program yang kedua Green Booster PLN sebesar 3,5 GW. Program Green Booster di dalamnya terdapat inovasi pengembangan EBT termasuk program cofiring dan pengembangan Solar PV.

Indonesia memiliki peluang besar untuk mengimplementasikan energi bersih. Utamanya karena bahan baku EBT di Indonesia melimpah, khususnya sinar matahari. Ditambah, ekspor barang dengan emisi tinggi sudah mulai dibatasi sehingga akan memberi kesempatan pengembangan energi bersih.

“Kedepannya, dengan ketersediaan listrik tenaga surya yang murah dan efisien, Krakatau International Port (KIP) dapat memberikan pelayanan terbaik kepada ribuan kapal baik ukuran besar dan kargo internasional yang melintas di sepanjang Selat Sunda,” terang Deputi Basilio.

Sebagai informasi, berdasarkan data tahun 2020, jumlah kapal yang melintas di sepanjang Selat Sunda ialah sebanyak 53.068 kapal (dengan 150 kapal melintas per harinya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Baca juga:  Menko Luhut: Keamanan Kelas Dunia Untuk Pertemuan Tahunan IMF World Bank di Bali

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel