Berita DeputiDeputi 2

Kemenko Marves Dukung Kemandirian Protein Dengan Produk Perikanan

Dibaca: 4 Oleh Kamis, 27 Mei 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Dukung Kemandirian Protein Dengan Produk Perikanan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-340/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves Bandung, Sebagai bagian dari Pemerintahan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dalam menjalankan program kerjanya mengikuti arahan Presiden dan mendukung pencapaian Visi 2045.

“Terdapat 4 isu strategis bidang kelautan dan perikanan yang menjadi sorotan kami dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan,” ucap Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Dedy Miharja, saat menjadi pembicara pada Webinar bertajuk “Berikan Inspirasi: Kemandirian Protein Untuk Kebangkitan Nasional” (27-05-2021).

Keempat isu strategis tersebut telah tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim fokus pada isu ini yang adalah pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap yang perlu memperhatikan Maximum Sustainable Yield, kemudian produktivitas sektor kelautan dan perikanan belum optimal karena didominasi perikanan skala kecil, rantai dingin dan penggunaan teknologi tradisional, pemanfaatan perikanan budidaya yang belum optimal, dan belum terintegrasinya tata ruang laut dan darat.

“Jika keempat isu strategis tersebut dapat diselesaikan, maka hasil tangkapan meningkat diharapkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia dapat meningkat. Selain itu diharapkan pula nilai ekspor hasil perikanan juga semakin besar,” ucap Asdep Dedy.

Dirinya menyebutkan bahwa angka konsumsi ikan di Indonesia dalam setahun baru sebesar 58,3 kg ikan/penduduk, diharapkan dapat meningkat menjadi 60,9 kg ikan/penduduk pada tahun 2024. Begitu pun dengan nilai ekspor yang saat ini sebesar USD 6,1 M pada tahun 2020 dapat meningkat menjadi USD 8,2 M di tahun 2024 sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tersebut.

Menurut Rektor Universitas Pasundan, Eddy Jusuf, peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein tinggi sangatlah penting pada masa pandemik Covid-19 ini. Dirinya menambahkan bahwa setiap negara pada masa pandemik akan fokus pada kebutuhan negaranya masing-masing, sehingga Indonesia sebagai negara yang memiliki sumberdaya perikanan yang melimpah harus dapat memanfaatkannya.

“Saya mengapresiasi sekali webinar untuk kebangkitan nasional ini, sebagai satu jawaban pentingnya kemandirian protein untuk Indonesia yang dapat diperoleh dari sumber daya perikanan,” terang Rektor Eddy.

“Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia (Butsarman) dan diatur oleh Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Hal tersebut untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sehingga dapat mengisi kemerdekaan ini untuk kemajuan bangsa dan negara yang mempunyai daya saing yang tinggi. Saya rasa, kebutuhan pangan dari ikan akan terus naik seiring dengan pertumbuhan penduduk yang saat ini laju pertumbuhannya sebesar 1,49% atau bertambah penduduk Indonesia sekitar 4 juta jiwa per tahun dari 271 juta jiwa penduduk Indonesia. Tentu di sini kita akan melihat kebutuhan akan ikan menjadi kebutuhan pangan yang penting sekali,” sambung Asdep Dedy.

Dirinya menyampaikan bahwa sudah seharusnya kita masyarakat Indonesia menengok ke laut karena 72% wilayah Indonesia adalah laut. Menurutnya disanalah terkandung berbagai potensi ekonomi maritim seperti perikanan tangkap, budidaya, industri pengolahan ikan, pertambangan dan energi, wisata bahari, potensi ekonomi maritim, transfortasi laut, sumber daya pulau-pulau kecil, industri jasa maritim dan lain-lain.

“Tentu saat ini kita bicara tentang kelautan sehingga kita optimalkan potensi dilaut kita dan bagaimana pola perikanan tangkap yang bisa kita gunakan” tambahnya.

Dalam webinar yang diisi oleh Asdep Dedy tersebut, Founder Berikan Protein, Yogie Arry, menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi defisit protein di masyarakat. Hal itu bukan hanya terjadi pada anak-anak yang malnutrisi, tapi juga pada orang-orang yang kelebihan nutrisi atau obesitas.

“Yang menjadi fokus kami itu bagaimana menciptakan kemandirian protein, jadi memanfaatkan sumber daya yang memang dihasilkan dalam negeri dan diolah oleh anak bangsa sendiri. Kami ingin memberikan protein yang berkualitas, itu Langkah pertamanya,” beber Yogie. Dirinya menambahkan bahwa protein yang berkualitas tersebut, dapat dihasilkan dari konsumsi ikan.

“Kami dari Kemenko Marves saat ini terus mengawal pengembangan perikanan budidaya, selain untuk ketahanan pangan juga untuk dikembangkan untuk mendatangkan nilai ekonomi lebih dengan diekspor,” terang Asdep Dedy.

Menurut Asdep Dedy, peningkatan konsumsi produk perikanan tidak mesti dengan mengkonsumsi ikan begitu saja. Namun dapat pula dengan mengkonsumsi produk olahan ikan dengan memanfaatkan hasil perikanan seperti Sereal/Hidrolisat Protein Ikan (HPI), Biskuit Ikan, Nata de Seaweed, Minuman Albumin, Beras Analog Rumla. Di samping itu juga banyak juga diversifikasi produk perikanan seperti minyak ikan, kecap ikan, nugget ikan dan lain-lain hal tersebut merupakan binaan dari Ditjen PDS-KKP tahun 2020.

“Kami sudah diskusikan dengan rekan-rekan di sejumlah daerah. Contohnya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang mengembangkan tepung ikan. Jadi konsumsi protein ikan ini dapat dapat disesuaikan dengan kearifan lokal daerah masing-masing,” ujarnya.

Asdep Dedy kemudian menegaskan bahwa pemerintah fokus terhadap pengembangan produk perikanan agar konsumsi perikanan meningkat dan juga mendorong capaian angka konsumsi ikan di Indonesia karena hal tersebut sangat berdampak positif untuk percepatan penurunan stunting dan gizi buruk dengan prevalensi stunting balita turun 10,1% atau menjadi 14,0 % pada tahun 2024.

Biro Komunikasi

Baca juga:  Kemenko Maritim Fasilitasi Uji Kompetensi Pemandu Geowisata Pertama di Indonesia

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel