Berita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Dukung Pengembangan Tol Laut di Pelabuhan Matui-Jailolo

Dibaca: 55 Oleh Rabu, 23 Juni 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Dukung Pengembangan Tol Laut di Pelabuhan Matui-Jailolo
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-387/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VI/2021

 

Marves – Halmahera Barat, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi (Deputi 3), yakni Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pengembangan Wilayah Djoko Hartoyo dan Asdep Infrastruktur Konektivitas Rusli Rahim melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Matui-Jailolo dan pabrik virgin coconut oil (VCO) yang terletak di Maluku Utara pada Rabu (23-06-2021).

“Deputi 3 ditunjuk Pak Menko untuk menjadi person in charge (PIC) Tol Laut, sehingga saya berharap akan ada PIC juga di level kabupaten untuk menjadi penanggung jawab dalam mengembangkan program pengembangan wilayah ini,” ucap Asdep Djoko.

Menambahkan, Asdep Rusli yang mendukung pengembangan Pelabuhan Matui-Jailolo menuturkan bahwa menurutnya lokasi ini memiliki potensi besar, baik dari segi tata ruang, aksesibilitas, tata bangunan, dan utilitas untuk mendukung demand-supply.

Sebagai informasi, Pelabuhan Matui merupakan bagian dari Tol Laut T-15, yang memiliki rute Surabaya-Makassar-Jailolo-Morotai, kemudian kembali lagi langsung ke Surabaya. Trayek T-15 ini dioperatori oleh PT Pelni menggunakan KM Logistik Nusantara 3.

Baca juga:  Target Operasi Akhir Tahun 2021, Kemenko Marves Kawal Pembangunan Smelter di Morowali Utara

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kabupaten Halmahera Barat Wisnu mengungkapkan bahwa panjang pelabuhan adalah 70 meter, lebar 8 meter, dan luas sisi darat 50×50 meter. “Kita pun sudah menyiapkan lahan seluas 6 hektar apabila ingin dilakukan pembangunan pelabuhan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, muatan balik di Pelabuhan Matui-Jailolo masuk menjadi salah satu dari lima pelabuhan dengan muatan balik terbesar di Indonesia. Jumlah kontainernya bisa mencapai 50 kontainer sekali jalan.

Selama ini, Kabupaten Halmahera Barat dikenal akan hasil bumi yang terbuat dari kelapa. Karena kini Jailolo dan Morotai sudah memiliki Tol Laut, olahan kelapa, seperti kelapa kering dan VCO pun dapat terdistribusi ke wilayah yang lebih luas dan menjangkau konsumen yang lebih banyak, termasuk ekspor ke beberapa negara melalui Surabaya.

Penasaran produk tersebut, Asdep Djoko dan Asdep Rusli bersama tim kemudian mendatangi pabrik VCO yang terletak dekat dengan Pelabuhan Matui-Jailolo. “Terakhir kami kirim muatan balik sebanyak 9 ton,” sebut Direktur PT Semesta Agro Tani Kusmaranto Heru Prajaka yang menerima rombongan saat kunjungan.

Baca juga:  Kemenko Maritim Pacu Pengembangan Industri Ikan Hias

Selain VCO, di Pelabuhan Matui-Jailolo juga sering membawa hasil bumi lainnya sebagai muatan balik ke Surabaya, seperti cengkeh, pala, ikan, cumi, dan arang.

Wakil Bupati Halmahera Barat mengaku senang dengan kedatangan Kemenko Marves. “Semoga Tol Laut ini bisa segera dipercepat dan semakin maju,” ungkap Wakil Bupati Djufri Muhamad.

Menutup kunjungan, Asdep Djoko menyampaikan, “Kami akan berusaha untuk menyinergikan, mengkolaborasikan, dan mengintegrasikan program Tol Laut beserta aspek pendukungnya bersama kementerian/lembaga yang masuk dalam Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP)”

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel