Berita DeputiFotoDeputi 3

Kemenko Marves Dukung Rencana Infrastruktur Pengendalian Banjir Bandung Selatan

Dibaca: 32 Oleh Kamis, 28 Januari 2021Februari 24th, 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Dukung Rencana Infrastruktur Pengendalian Banjir Bandung Selatan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-36/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2021

Marves – Bandung, Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rahman Hidayat menyatakan dukungannya terhadap gagasan yang dikemukakan oleh Kopakar ITB mengenai desain rencana infrastruktur sebagai solusi pengendalian banjir Bandung Selatan secara menyeluruh.

Hal ini dinyatakan Asdep Rahman dalam kunjungan kerja ke Kantor Koperasi Persada Laskar (Kopakar) ITB di Kawasan Cipunegara, Bandung pada Jumat (22-01-2021). Pertemuan ini dilakukan sebagai pendahuluan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Wilayah Jawa Barat yang diadakan di Bandung pada hari yang sama.

Seperti diketahui, wilayah Bandung Selatan merupakan daerah langganan banjir setiap tahunnya, tetapi seolah belum menemukan solusi penyelesaiannya. Banjir dari luapan sungai Citarum ini sering menggenangi wilayah Bandung Selatan, seperti Dayeuhkolot di Kabupaten Bandung maupun di titik-titik lainnya di Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Tim Kopakar ITB yang diwakili oleh pendiri dan penasihat Kopakar serta Direktur Utama PT Ciria Jasa Cipta Mandiri Enjinering (PT CCME) Rachmad Mekaniawan menyatakan bahwa pihaknya telah menggagas sebuah desain yang diharapkan dapat menjadi solusi dari banjir Bandung Selatan secara menyeluruh, yakni dengan membuat dua danau dan sebuah kanal yang akan dimulai dari daerah Dayeuh Kolot hingga kawasan Waduk Sawunggaling.

Baca juga:  Kunjungan Kerja Kemenko Maritim ke PLTS Daruba Kepulauan Morotai

Rachmad meyakinkan bahwa pembangunan kanal ini akan menjadi solusi total dari banjir Bandung Selatan, mengingat saat ini proyek-proyek yang telah dan sedang dikerjakan hanya akan membantu menghilangkan 20 persen dari total luas wilayah genangan. “Solusi ini nantinya mampu menurunkan muka air Sungai Citarum hingga 4 meter secara permanen sehingga dengan perhitungan debit pada Q50 pun wilayah yang biasanya tergenang banjir akan bebas dari banjir,” ungkap Rachmad.

Rencana pembangunan kanal akan terintegrasi dengan pembangunan jalan tol dan juga pengembangan kawasan perkotaan baru, yang akan dinamakan Dayeuh Dadali. Kawasan ini digadang akan menjadi sebuah kota percontohan yang mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan.

Saat ini tim penggagas, yakni Kopakar ITB telah menyelesaikan penyusunan dokumen pra-feasible study (FS) yang dibantu oleh Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT LAPI ITB, sedangkan untuk pengajuan proses kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) akan dilakukan setelah mendapatkan letter of interest (LoI) dari pihak investor. “Kopakar ITB juga telah berkoordinasi dengan Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna mempercepat rencana pembangunan proyek ini,” beber Rachmad.

Baca juga:  Kemenko Marves Monitor Langsung Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Riau

Mendengar gagasan ini, Asdep Rahman mengapresiasi dan akan berupaya untuk mengoordinasikan rencana infrastruktur pengendalian banjir ini dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait. Ia berharap sebelum periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 berakhir, rencana infrastruktur ini sudah dapat terlaksana.

Asdep Rahman mengungkapkan harapannya agar upaya pengendalian banjir di wilayah Bandung Selatan dan sekitanya dapat diatasi. “Untuk itu, rencana penanganan banjir ini harus dimasukkan dalam rencana usulan infrastruktur prioritas Jawa Barat, apalagi Kopakar ITB sebagai salah satu kelompok penggagas konsep penanganan banjir dengan visioning design-nya ini sudah berjalan hampir 3,5 tahun. Sayangnya hingga saat ini belum ada kemajuan yang signifikan, sekalipun diketahui bahwa kelompok penggagas ini telah menyampaikan usulan sebanyak dua kali ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, juga telah didukung oleh Bupati Kabupaten Bandung dan Gubernur Jawa Barat,” tutur Asdep Rahman. Ia pun menutup rapat dengan mengajak agar masalah ini dapat menjadi perhatian kita bersama.

Baca juga:  Kemenko Bidang Kemaritiman Dorong Kedokteran Kelautan Lebih Berperan dalam Keselamatan Kerja dan Pariwisata Kemaritiman

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel