Berita DeputiFotoDeputi 3

Kemenko Marves Evaluasi Kendala Perencanaan Pembangunan Proyek Strategis Nasional Tol Yogjakarta-Bawen

Dibaca: 44 Oleh Jumat, 18 Desember 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Evaluasi Kendala Perencanaan Pembangunan Proyek Strategis Nasional Tol Yogjakarta-Bawen
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk membahas dan mengevaluasi kendala dalam perencanaan pembangunan jalan tol Jogjayakarta-Bawen. Pembangunan infrastruktur ini diketahui masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah melalui Perpres Nomor 109 tahun 2020.

Rakor ini dibuka oleh Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rahman Hidayat serta dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Lukijanto dan Asdep Industri Maritim dan Transportasi Kemenko Marves M. Firdausi Manti serta perwakilan instansi terkait lainnya. Pada Rakor ini Kemenko Marves lewat deputinya membahas sekaligus mendegarkan pandangan dari berbagai pihak terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam pembangunan jalan tol Yogyakarta–Bawen dan dicarikan solusinya secara bersama-sama.

Asdep Rahman menjelaskan bahwa setidaknya terdapat dua poin penting atau rekomendasi yang dihasil dalam Rakor jalan tol Yogyakarta–Bawen ini. Pertama untuk seksi 1 diawali dari Sleman-Jogja yang relatif tidak ada kendala dalam pembebasan lahannya dan bisa segera dilakukan terlebih dahulu konstruksinya pada 2021.

Baca juga:  Keliling Ikut Karnaval Etnik, Menko Luhut: Banyuwangi Paten!

“Kedua, terkait kendala-kendala yang berpotensi membuat pembangunan jalan tol Tol Yogyakarta–Bawen ini terganggu bisa diinventarisasi permasalahannya dan disampaikan agar dapat segera ditindaklanjuti,“ kata Asdep Rahman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18-12-202).

Asdep M. Firdausi Manti juga memberikan saran dalam pembangunan jalan tol Tol Yogyakarta–Bawen nantinya bisa disediakan fasilitas seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di titik-titik tempat beristirahat atau rest area. Pasalnya, pemerintah saat ini sedang mendorong penggunaan kendaraan listrik yang ke depannya berpotensi banyak digunakan oleh masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DI Yogyakarta menyampaikan terkait dengan pembangunan jalan tol Tol Yogyakarta–Bawen, kini progres konsultasi publik sudah selesai dilakukan dan Izin Penetapan Lokasi (IPL) sudah berada di gubernur. Kini pihaknya tinggal menunggu ditanda tangani Gubernur.

Selain itu untuk daerah DI Yogyakarta relatif sudah tidak ada kendala terkait pembebasan lahan hingga kini dan diharapkan prosesnya berjalan dengan baik dan lancar.

Di samping itu, Direktur Utama PT Jasamarga Yogyakarta-Bawen, Mirza Nurul Handayani menjelaskan bahwa jalan tol Tol Yogyakarta–Bawen memiliki panjang 75,83 KM yang terbagi menjadi enam seksi. Adapun keenam seksi itu masing-masing seksi 1 (Yogyakarta–SS Banyurejo 8,25 KM); Seksi 2 (SS Banyurejo–SS Borobudur 15,26 KM); Seksi 3 (SS Borobudur–SS Magelang :8,08 KM); seksi 4 (SS Magelang–SS Temanggung 16,46 KM); seksi 5 (SS Temanggung–SS Ambarawa 22,56 KM); dan seksi 6 (SS Ambarawa–JCBawen 5,21 KM).

Baca juga:  Menko RR: Reklamasi Indonesia, Keliatannya Ada yang Tidak Beres

“Proyek jalan tol Tol Yogyakarta–Bawen ini membutuhkan investasi sebesar Rp14,255 triliun dengan kepemilikan saham masing-masing terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk 60%; PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12,5%; PT WaskitaKarya (Persero) Tbk 12,5%, PT PP (Persero) Tbk 12,5%; da PT Brantas Abipraya (Persero) 2,5%,“ ungkap Mirza dalam Rakor evaluasi kendala dalam perencanaan pembangunan tol Yogjayakarta-Bawen yang digelar pada Jumat lalu (11-12-2020).

Mirza menyebutkan, rencana tarif tol awal pada Tol Yogyakarta–Bawen ini sebesar Rp1.875/km dengan proyeksi sebanyak 18,802 kendaraan perhari golongan satu yang akan menggunakannnya.

Sebagai informasi, jalan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki masa konsesi selama 40 tahun. Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 KM dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 KM.

Jika sesuai dengan timeline perencanaan proyek, jalan Tol Yogyakarta-Bawen ditargetkan untuk mulai memasuki tahap pembangunan konstruksi pada Agustus 2021 dan ditargetkan beroperasi penuh pada Kuartal III tahun 2023.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rakor Security and Evacuation Plan Annual Meeting IMF-WB

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel