BeritaBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Fokus Mendorong Kolaborasi Antar K/L Agar Program Tol Laut Terus Berakselerasi

Dibaca: 54 Oleh Selasa, 3 November 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Fokus Mendorong Kolaborasi Antar K/L Agar Program Tol Laut Terus Berakselerasi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) secara simultan dan tanpa henti terus mensinergikan Kementerian/Lembaga (K/L) di bawah koordinasinya dan juga yang terkait, demi keberhasilan program Tol Laut. Terbaru, Kemenko Marves lewat Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, menginisiasi Rapat Koordinasi (Rakor) Tol Laut, pada Senin 2 November 2020, di Jakarta.

“Pasca 2 kali Rakor dipimpin oleh Menko Luhut, dan Rakor tingkat Eselon I. Dan Rakor sekarang untuk lebih mempertajam lagi. Kita semua sudah tahu akan pentingnya kolaborasi dan sinergi yang harus dikerjakan dan ditingkatkan guna memenuhi amanat Presiden Joko Widodo, yaitu akselerasi kegiatan Tol Laut,” ujar Plt Deputi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia GL. Kalake melalui paparannya terkait berbagai poin yang dibahas di agenda Rakor, ditulis pada hari ini, Selasa (03-11-2020).

Ia menekankan, Ada 3 agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam Rakor kemarin, yaitu ;

Pertama, Kolaborasi platform digital antar K/L, Sebagaimana dalam pertemuan sebelumnya Kemenhub didukung PT Telkom Tbk, telah merilis platform digital LCS yang kemudian dikembangkan menjadi ver. 2 dan berganti nama menjadi SITOLAUT.

Baca juga:  Perkuat Destinasi Pariwisata dan Industri Kreatif di Jawa Tengah,  Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara

Perkembangan selanjutnya, beberapa K/L tekait program ini juga telah merilis platform digital seperti Kemendag dengan sistem informasi Gerai Maritim, dan kemungkinan akan diikuti oleh K/L yang lain. Kemudian, ada pula platform yang mendahului yang bertujuan untuk mendukung penataan National Logistic Ecosystem yaitu NLE yang dicoba untuk diintegrasikan sejak awal.

“Untuk kolaborasi ini juga sangat penting, tentang tersedianya fasilitas komunikasi yaitu internet di pelabuhan singgah dan Dinas Perdagangan setempat. Kemenkominfo pada pertemuan terdahulu pun menyatakan kesiapan untuk mendukung fasilitas ini, mereka memerlukan infromasi titik koordinat Pelabuhan singgah dari Kemenhub dan titik koordinat kantor Disperindag daerah yang dimaksud,” jelasnya.

Kedua, lanjut Plt Deputi Ayodhia, ialah tentang pemetaan komoditas unggulan daeran untuk optimalisasi muatan balik.

“Dimana, telah disampaikan pada forum sebelumnya untuk optimalisasi muatan balik sangat diperlukan informasi atau pemetaan potensi unggulan daerah oleh masing-masing K/L terkait,” tambahnya.

Dan, ketiga ialah mengenai sinergi sentra logistik, termasuk ketersediaan gudang penyimpan dan cold storage.

Adapun, dalam Rakor kemarin ada berbagai kemajuan, dimana setiap K/L terkait telah mengetahui sentra logistik yang telah diamanatkan dalam PerPres Nomor 70 Tahun 2017, atau juga dalam draft revisinya yang dikoordinir dan dikembangkan oleh beberapa K/L diantaranya Kemendag dengan Gerai Maritim-nya, BUMN dengan Rumah Kita, KKP dengan SKPT, juga info yang hadir berikutnya adalah adanya gudang-gudang milik Bulog dan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) yang bisa mendukung fungsi sentra logistik.

Baca juga:  Penanganan Masalah Reklamasi Jakarta Jadi Standar Nasional

“Beberapa sumber daya ini perlu disinergikan guna pengelolaan yang lebih efisien. Forum Rakor ini perlu mendapatkan informasi kesiapan atau keragaan masing-masing sentra logistik ini, semisal di daerah mana yang sudah jalan dan di daerah mana yang belum siap, termasuk dukungan fasilitas pendukung seperti ketersediaan ruang pendingin, mencakup lokasi, jumlah dan kapasitas simpan. dengan sinergi oleh Kemendag, BUMN, KKP, Bulog, dan Kementan,” tutupnya.

Dalam Rakor tersebut, K/L yang hadir di antaranya, Kemenhub, KKP, Kemenkeu, Kemendag, Kementan, Kemendesa, BULOG dan berbagai intitusi terkait lainnya juga memaparkan berbagai progres yang telah dicapai, dan juga berbagai rencana aksi ke depan.

Kemudian, untuk meningkatkan kolaborasi-sinergi serta melaksanakan hasil rapat Menko Marves pada 12 Oktober 2020 guna melakukan Tactical Floor game. Rakor menetapkan tanggal 3 November 2020 diadakan Pra-Tactical Floor Game mengembangkan simulasi pelaksanaan program tol laut beserta dengan seluruh kolaborasi-sinergi untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan publik tol laut yang efektif dan efisien.

Program Tol Laut terus berakselerasi, dilansir melalui situs resmi Kemenhub, sejak diluncurkan pada tahun 2015, program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan perkembangan, baik dari segi infrastruktur, trayek, armada, jumlah muatan, maupun kapasitas. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, terus bersinergi dan bekerjasama dengan seluruh stakeholder baik dari Pemerintah Daerah maupun Kementerian Lembaga serta operator agar implementasi program tol laut dapat mencapai hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Baca juga:  Kemenko Marves Menerima Bantuan APD Dari Beihang UAS Tech Tiongkok.

Hingga saat ini, negara telah hadir dan sudah membangun lebih dari 50 pelabuhan, 293 unit kapal yang terdiri dari 116 unit kapal perintis, 14 unit kapal kontainer, 6 unit kapal ternak dan 18 unit kapal rede dengan 2 unit digunakan sebagai kapal rumah sakit yang telah dioperasikan dan 138 kapal pelayaran rakyat telah dihibahkan kepada pemerintah daerah.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel