BeritaFotoInformasi

Kemenko Marves Gelar General Lecture Bertema Pedagangan Dunia Secara Virtual

Dibaca: 24 Oleh Rabu, 14 Juli 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 14 at 14.40.50
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Siaran Pers
No.SP-427/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves–Jakarta, Dalam rangka meningkatkan wawasan pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi diselenggarakan general lecture atau sharing session bersama narasumber baik dari internal dan eksternal Kemenko Marves. Pada edisi pertama general lecture yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Juli 2021 secara virtual ini membahas mengenai permasalahan perdagangan dunia, khususnya perdagangan Indonesia di World Trade Organization (WTO) dan menghadirkan narasumber yaitu Penasihat Khusus Menko Bidang Perdagangan Internasional dan Investasi, Sondang Anggraini.

Sekretaris Kementerian Koordinator, Agung Kuswandono menyambut antusias kegiatan peningkatan kapasitas pegawai ini. Dalam sambutannya, dia menyampaikan bahwa general lecture ini tidak hanya akan diadakan satu kali, tapi setiap minggu dan dengan narasumber yang beragam.

“Saya senang dan mau melihat semua orang di Kemenko Marves ini belajar. Khususnya berbagi topik apalagi yang berkaitan dengan substansi kita. Kegiatan ini akan banyak serinya dan dilaksanakan setiap hari rabu, tolong Pak Karoum mengawal kegiatan ini setiap minggunya,” kata Sesmenko Agung dalam membuka sambutannya.

Baca juga:  Bahas Operasional LRT Jakarta, Deputi Odi: Kalau Bisa 5-10 Menit dari Rumah

Ia berharap agar kegiatan general lecture ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru bagi para pegawai lingkup Kemenko Marves. “Kegiatan ini akan dilaksankan rutin, saya harap pegawai-pegawai Kemenko Marves untuk aktif dan banyak bertanya kepada pada narasumber. Serap sebanyak-banyaknya ilmu dari para narasumber ya,” harap Sesmenko Agung.

Mengangkat tema permasalahan perdagangan dunia, khususnya perdagangan Indonesia, Penasihat Khusus Menko Bidang Perdagangan Internasional dan Investasi, Sondang Anggraini menyampaikan materi berkaitan dengan Trade Related Investment Measures (TRIMs) di WTO.

“The World Trade Organization (WTO) merupakan satu-satunya organisasi internasional yang berurusan dengan peraturan global perdagangan. Fungsi utama dari WTO adalah memberikan kepastian bahwa arus perdagangan sedapatnya berjalan lancar, dapat diprediksi dan bebas,” kata Sondang.

Sondang menjelaskan bahwa WTO hadir karena adanya aturan secara global di mana konsumen dan produsen mengetahui bahwa mereka dapat menikmati suplai yang jelas dan pilihan yang luas dari produk akhir, komponen, bahan baku dan jasa yang mereka gunakan. Produsen dan eksportir mengenal pasar di LN terbuka bagi mereka.

Baca juga:  Menko Marves Luhut Pandjaitan Melakukan Peninjauan Pada Unit Daur Ulang Sampang Balige

WTO juga merupakan hasil negosiasi bahwa sebuah sistem yang ada dibangun berdasarkan serangkaian perundingan perdagangan, atau putaran, yang dilakukan berdasarkan GATT. Putaran Pertama berkaitan dengan penurunan tarif, selanjutnya perundingkan mencakup area lain seperti AD, NTM, TRIMs. Putaran ini disebut sebagai Putaran Uruguay berlangsung dari tahun 1986 hingga 1994 dan melibatkan 123 negara. Hasil putaran ini adalah pendirian Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan GATT tetap menjadi bagian dari perjanjian-perjanjian WTO yang tak terpisahkan.

Sondang menambahkan bahwa WTO memiliki beragam fungsi sebagai satu-satunya organisasi internasional yang mengatur perdagangan internasional. “Tadi sudah disebutkan fungsi utama WTO. Selain itu, ada juga fungsi sebagai forum negosiasi, fasilitasi dan implementasi perjanjian, monitoring kebijakan perdagangan anggota, penyelesaian sengketa antar anggota, pemberian bantuan teknis kepada negara berkembang, dan kerja sama dengan organisasi internasional lainnya,” ungkap Sondang.

Dalam Undang-Undangn Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) mengikat Indonesia serta menimbulkan Hak dan Kewajiban Sesuai dengan Prinsip – Prinsip Dasar WTO. Indonesia sendiri sudah bergabung dalam keanggotaan General Agreement on Tariffs and Trade/GATT (Persetujuan Umum mengenai Tarif dan Perdagangan) 24 Februari 1950 dan GATT kini sudah digantikan oleh WTO.

Baca juga:  Menko Luhut : SOP Lego Jangkar di Kepulauan Riau Segera Disusun

Setelah presentasi dari narasumber, para peserta sudah antusias memberikan pertanyaan melalui kolom chat yang tersedia. General Lecture ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang merupakan para pegawai lingkup Kemenko Marves. Kegiatan ini akan rutin diselenggarakan oleh Bagian Kepegawaian, Biro Umum dan menghadirkan berbagai narasumber dengan materi-materi lainnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel