Berita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Gelar Rapat Koordinasi Progress Pembangunan Penopang Logistik Wilayah Timur: Terminal Multipurpose Wae Kelambu

Dibaca: 19 Oleh Rabu, 13 Januari 2021Januari 28th, 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Gelar Rapat Koordinasi Progress Pembangunan Penopang Logistik Wilayah Timur: Terminal Multipurpose Wae Kelambu
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-15/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2021

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Konektivitas Rusli Rahim mengadakan Rapat Koordinasi Pembahasan Progress Pembangunan Terminal Multipurpose di Kelurahan Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu (13-01-2021). “Rapat ini bertujuan untuk membahas penyelesaian dari Terminal Multipurpose Wae Kelambu. Sejauh ini, pembangunan pelabuhan sudah mencapai 80 persen,” beber Asdep Rusli.

“Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini dilakukan dalam rangka penataan dan persiapan menuju Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) sehingga diharapkan dapat selesai pada Februari 2021,” ucap Asdep Rusli. Karena pelabuhan ini akan berperan penting kedepannya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain rincian progress pembangunan, lapangan penumpukan petikemas, serta aksesibilitas dari dan menuju pelabuhan.

Pembangunan terminal merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah pusat, yakni Kementerian Perhubungan, dengan PT Pelindo III. Nantinya, biaya pemeliharaan tidak ditanggung oleh pemerintah pusat, melainkan oleh PT Pelindo III selaku pengelola pelabuhan. Penyerahan pengelolaan pelabuhan kepada PT Pelindo III sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan keuntungan bisnis pelabuhan. Selain itu, aksi ini diharapkan dapat menambah penerimaan negara melalui kontribusi tetap penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pajak langsung dan tidak langsung, serta bagi hasil dari keuntungan usaha.

Baca juga:  Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Maritim Buka Rakor Pembahasan Kebijakan Peningkatan Produksi dan Pengendalian Impor Garam

Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini melibatkan sinergi banyak badan usaha milik negara, antara lain PT Wijaya Karya, PT Brantas Abipraya, PT Virama Karya, dan PT Indra Karya. Kemudian, utuk utilitas pelabuhan, seperti penyediaan jaringan telekomunikasi dan penyediaan sistem jaringan listrik sebesar 550 kiloVolt Ampere (kVA) telah selesai dikerjakan, sedangkan penyediaan sistem jaringan air bersih Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) masih dalam proses penyelesaian.

Sebelumnya pada tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Nusa Tenggara Timur telah merencanakan anggaran untuk pembangunan jalan sepanjang 800 meter. Diharapkan di tahun 2021 ini dapat dilakukan pembenahan alinyemen jalan di jalur selatan sepanjang 8,4 kilometer. “Diperlukan adanya percepatan pembangunan akses jalan dan utilitas di Terminal Multipurpose Wae Kelambu agar pelabuhan dapat segera dioperasikan secara optimal,” ucap Asdep Rusli.

Sebelum dibangun proyek ini, di Labuan Bajo hanya ada satu pelabuhan yang menggabungkan semua aktivitas perekonomian. “Nantinya, Pelabuhan Wae Kelambu akan difungsikan sebagai Terminal Multipurpose,” tutup Asdep Rusli.’’

Baca juga:  Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan Menerima Audiensi Ms. Dechen Tsering

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel