ArtikelBeritaFotoPenguatan Implementasi Reformasi BirokrasiSiaran Pers

Kemenko Marves Gelar Webinar Bertema Negosiasi bersama Duta Besar Indonesia untuk Jerman

Dibaca: 32 Oleh Rabu, 25 Agustus 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 25 at 16.13.35 2
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Siaran Pers
No.SP-530/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves–Jakarta, Sebagai aksi nyata bagi para ASN guna mempelajari skill bernegosiasi demi memajukan bangsa dan negara dalam rangka perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-76, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Biro Hukum mengadakan Webinar “Key Negotiation Skills That Must Be Applied To Organization” pada Rabu, 25 Agustus 2021 secara virtual. Dalam webinar kali ini, mengundang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Sekretaris Kementerian Koordinator, Agung Kuswandono melaporkan komitmen dari Kemenko Marves untuk melaksanakan webinar atau general lecture kepada para ASN lingkup Kemenko Marves maupun umum. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 ini, diadakan webinar kali ini dengan mengusung tema negosiasi.

“Saya minta ini benar-benar teman-teman sekalian serap ilmu yang dimiliki oleh Yang Mulia Duta Besar ini karena beliau memang pakarnya di bidang ini. Jadi nanti kalau teman-teman berangkat ke luar negeri itu mempunyai bekal negotiation skill. Saya sampaikan ada knowlegde, skills dan atitude, dan kali ini kita bicara kemampuan dari negosiasi itu. Kita bisa melakukan mempelajari negotiation skills ini di perguruan tinggi atau kita bisa mempelajari dalam dunia kerja kita,” kata Sesmenko Agung dalam membuka sambutannya.

Terkait negosiasi, Sesmenko Agung memberikan perumapaan bahwa negosiasi itu seperti saat orang bermain catur. “Jadi, ada skill tersendiri untuk bicara seperti orang main catur sebelum melangkah kita berpikir ke mana kita akan melangkah, apa dampak kita lakukan apabila kita melangkah, dan kita pikirkan apa kira-kira respons dari counter partner kita kalau kita melangkah ke arah itu, kemudian berapa langkah lagi ke depan yang harus kita lakukan. Jadi betul-betul, tidak sembrono,” tambah Sesmenko Agung.

Baca juga:  Terumbu Karang Radja Ampat Dirusak MV Caledonian Sky, Pemerintah Siap Gugat Ganti Rugi

Lebih lanjut, Sesmenko Agung berharap setelah mendengar berbagai insight yang disampaikan oleh Dubes Arif Havas, peserta kegiatan dapat lebih memahami strategi serta teknis negosiasi yang efektif dan dapat menerapkannya nanti pada saat bernegosiasi dengan calon mitra kerja.

“Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kepala Biro Hukum, terima kasih atas acara yang diadakan ini. Saya mohon pencerahan benar-benar dari Yang Mulia Pak Havas Oegroseno. Tolong ditransfer ilmunya kepada kami semua dan semoga acara ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan semoga setelah ini kita semua mempunyai skill yang lebih baik dalam melaksanakan tugas apabila nanti ditugaskan untuk melaksanakan negosiasi khususnya dengan negara-negara partner kita,” ungkap Sesmenko Agung.

Arif Havas Oegroseno saat ini menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia Luar Biasa yang Berkuasa Penuh untuk Republik Federal Jerman. Ia juga pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada tahun 2015 sampai tahun 2018. Sebelumnya, Ia juga aktif sebagai duta besar yang diamanatkan di berbagai negara di belahan dunia contohnya seperti Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa. Selain itu, Dubes Arif Havas merupakan seorang negosiator yang ulung dalam bidangnya dimana Ia pernah menjadi seorang warga Indonesia yang untuk pertama kalinya ditunjuk menjadi Presiden Konferensi Negara Pihak Konvensi Hukum Laut Internasional PBB Tahun 2010-2011 di markas besar PBB, New York.

Dubes Havas menyampaikan bahwa dalam negosiasi adalah skill yang kita gunakan sehari-hari dan banyak yang tidak sadar bahwa ini sebenarnya merupakan suatu modal yang bisa kita manfaatkan sebagai suatu basis bagi kita untuk bernegosiasi secara resmi. “The most important thing dalam negosiasi adalah pertama, preparation, kedua adalah kita masuk ke proses negosiasi itu sendiri, dan yang ketiga adalah melakukan review dari hasil negosiasi itu,” kata Dubes Havas dalam membuka paparannya.

Baca juga:  Menko Luhut : “Indonesia bisa masuk 10 besar Asian Games”

Pertama, Dubes Havas menyampaikan dalam negosiasi preparation itu penting di mana kita harus mengetahui apa yang kita mau dan apa yang kita tidak mau dan apakah kita ada skenario-skenario alternatif. Selain substansi kita juga harus tahu siapa partner atau mitra negosiasi kita.

“Stage yang penting dari preparation selain you know what you want, you know what you don’t what, and you know the scenario, kemudian study your opponent or partner. Terakhir dari preparation adalah saat negosiasi kita itu apakah are we going to attack our partner or are we going to attack the problem. Ini yang kadang-kadang kita nggak sadar, are we going to joinly attack the problem or are we going to attack each other,” ungkap Dubes Havas.

Kedua, terkait proses negosiasi itu sendiri, Dubes Havas menyampaikan kadang-kadang dalam negosiasi itu ada hal-hal yang berkembang di luar skenario. “Jadi ya tadi itu dalam proses negosiasi itu kita tidak tahu what will happen dan you have to listen and you have to hear from different parties pada saat negosiasi,” tambah Dubes Havas.

Terakhir adalah review pasca negosiasi. Dubes Havas menyampaikan saat review kita harus mengingat kembali isu dan apa yang kita ingin capai dari negosiasi tersebut. “Review yang paling penting yang dalam setiap sesi pasca negosiasi itu adalah selalu kembali pada key isu. Kita tercapai nggak itu prosesnya dan apa halangannya. Kita juga harus curiga kalau kita maju sekali, apakah ini memang bagus atauada kemungkinan hal-hal lain yang kita tidak bayangkan di depan. Kemudian, review yang kedua yang penting lagi aspeknya adalah kalau kita berunding yang nanti hasilnya harus diratifikasi oleh DPR karena harus dihitung betul aspek hukum dan aspek politisnya,” lanjut Dubes Havas.

Baca juga:  Indonesia Youth Marine Debris Summit: Aksi Nyata Pemuda Atasi Sampah Laut

Dubes Havas menyampaikan bahwa tidak semua negosiasi berjalan sukses, namun semua proses negosiasi tersebut dapat menambah pengalamannya. “Dari semua itu apa memberikan saya insight dari sisi praktek dan juga dari segi teori negosiasi, bagaimana suatu negosiasi itu disiapkan kemudian bagaimana kita bersikap di dalam proses perundingan tersendiri dalam setting bilateral, regional, atau multilateral, serta bagaimana pada saat kita pasca negosiasi melakukan review posisi kita,” tutup Dubes Havas.

Kepala Biro Hukum, Budi Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini tidak hanya diikuti oleh pegawai lingkup Kemenko Marves, namun juga diikuti pegawai dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta tujuh kementerian/lembaga dibawah koordinasi Kemenko Marves.

“Ternyata memang praktek negosiasi ini terjadi kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Oleh karena itu, saya minta waktu Pak Dubes untuk sore hari ini juga memerlukan negosiasi dan akhirnya beliau berkenan untuk menyampaikan satu sharing pengalaman yang sangat luar biasa. Saya kira ini pertemuan bukan yang terakhir. Kita akan membuat sesi-sesi yang terbaru yang sangat menarik tentunya yang sesuai dengan kondisi dan karakter dari Kemenko Marves dan mudah-mudahan kita bisa terus diberikan waktu untuk bisa belajar,” tutur Karo Budi dalam penutup acara webinar sore ini.

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel