Berita DeputiDeputi 4

Kemenko Marves Kawal Pengembangan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Belitung Berbasis Perhutanan Sosial

Dibaca: 58 Oleh Jumat, 1 Oktober 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 10 01 at 18.44.14 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-623/HUM/ROKOM/SET.MARVES/X/2021

Marves – Belitung, Pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus mengawal pengembangan Pembangunan Kawasan Terintegrasi/Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Belitung yang berbasis perhutanan sosial. Untuk itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan menggelar Rapat Koordinasi guna meninjau dan menyinkronkan Rencana Aksi Kegiatan IAD Kabupaten Belitung pada hari Kamis (30-09-2021) hingga Jumat (01-10-2021).

“Pariwisata sebagai leading sector dalam IAD Belitung membutuhkan penguatan dalam menyiapkan destinasi pariwisata yang berbasis Perhutanan Sosial. Untuk itu, kita perlu dukungan dan sinkronisasi dari berbagai pihak dan instansi yang terkait,” tutur Plt. Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan Zainuddin Semma. Sebagai informasi, Belitung telah terpilih menjadi salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas di Indonesia.

Potensi Perhutanan Sosial di Pulau Belitung cukup tinggi untuk menopang perekonomian daerah melalui pengembangan wisata dan pertanian-pangan. Karena itu kegiatan pengembangan wilayah terintegrasi Kabupaten Belitung dapat menjadi percontohan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perhutanan Sosial. Percontohan ini akan dibangun selama 3 (tiga) tahun mulai 2021 sampai dengan 2023. Tema utama pengembangan IAD Kabupaten Belitung adalah ekowisata dan agroforestri.

Baca juga:  Kembangkan Ekonomi Kreatif Manggarai Barat, Kemenko Marves Gelar Rakor dan Kunjungan Lapangan Creative Hub Puncak Waringin Labuan Bajo

“Program Perhutanan Sosial merupakan pemberian akses masyarakat mengelola kawasan hutan secara legal dan berkelanjutan, ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan lapangan kerja, sehingga pengembangan kawasan terintegrasi Perhutanan Sosial di Kabupaten Belitung dimaksudkan sebagai upaya peningkatan skala usaha Perhutanan Sosial untuk mendorong perekonomian daerah yang tangguh,” lanjut Plt. Asdep Zainuddin.

Selama ini, Belitung mungkin lebih banyak dikenal sebagai daerah tambang. Namun, Bupati Belitung Sahani Saleh pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa selain tambang, Belitung juga memiliki banyak potensi perhutanan yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata.

“Kita harus betul-betul mengelola hutan dan potensi di Belitung dengan baik. Jangan sampai habis semua untuk tambang,” ujar Bupati Sahani. Melalui program perhutanan sosial ini, lahan rusak direhabilitasi menjadi area wisata Hutan Kemasyarakatan.

Menyambung, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung Hendra Caya yang turut hadir dalam diskusi, mengatakan bahwa rencana pengelolaan perhutanan sosial di Belitung ini akan dilakukan di 7 lokasi Hutan Kemasyarakatan atau HKm. Ketujuh lokasi tersebut ialah HKm Seberang Bersatu, HKm Bukit Peramun, HKm Batu Bedil, HKm Pemuda Nelayan Pecinta Alam (PNPA), HKm Mitra Tebalu Bertua, HKm Teluk Munsang, dan HKm Bukit Tebalu Simpor Laki.

Baca juga:  Menko Luhut Ajak Pemerintah Daerah Gotong-Royong Sukseskan Gerakan Nasional BBI

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) PSKL Kementerian KLHK Erna Rosdiana mengimbuhkan bahwa ruang lingkup program IAD Kabupaten Belitung mencakup 4 kegiatan utama, yaitu pengembangan ekowisata, pengembangan agroforestry pangan, akses hutan sosial dan redistribusi lahan, pelestarian ekosistem mangrove dan pesisir, integrasi KEK dan perhutanan sosial Belitung, serta pemasaran ekowisata dan agroforestri.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula kunjungan dan peninjauan ke HKm Juru Seberang. Melalui program perhutanan sosial, dilakukan rehabilitasi lahan bekas tambang seluas 160 ha. Selain itu, hal menarik yang terdapat di HKm Juru Seberang ialah program sedekah pohon. Dalam program ini, seseorang bisa mengadopsi atau menanam pohon dan memantau perkembangannya secara digital.

Selain HKm Juru Seberang, dilakukan pula peninjauan ke Bukit Peramun, yang cukup terkenal dengan keunikan hewan tarsiusnya. Saat ini, di Bukit Peramun juga sedang disusun fitur augmented reality yang serupa dengan permainan Pokemon Go. Dalam fitur tersebut, pengunjung bisa memindai objek secara langsung dan akan muncul cerita atau informasi seputar objek tersebut. Selain itu, pemerintah juga tengah merencanakan pembangunan dan penataan fasilitas untuk mendukung potensi pariwisata di Bukit Peramun.

Baca juga:  Kemenko Marves Bahas Strategi Pengembangan Korporasi Usaha Kecil Perikanan

“Rencananya, penataan HKm Bukit Peramun akan dilengkapi dengan fasilitas amphitheater, fasilitas pusat edukasi, penelitian, pelatihan, dan eduwisata, galeri informasi dan interpretive center, rumah herbal, hingga griya UMKM,” ujar Sekda Hendra.

Guna menyiapkan dan mendukung sarana pariwisata di Kabupaten Belitung, pada tahun 2021 telah dilakukan beragam pelatihan seperti pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah hingga pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat di destinasi pariwisata. Selain itu, Sekda Hendra juga mengungkapkan bahwa telah dilakukan pula pemasangan titik-titik hot spot di tahun 2021 yang akan terus dilanjutkan hingga tahun 2023. Sementara untuk pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum) rencananya akan dilakukan pada tahun 2022 hingga 2023.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel