BeritaFoto

Kemenko Marves Kawal Persiapan Program Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang Terintegrasi

Dibaca: 49 Oleh Selasa, 10 November 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Kawal Persiapan Program Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang Terintegrasi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Dalam rangka mengawal program pengelolaan ekosistem mangrove, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menggelar rapat koordinasi secara virtual pada hari Selasa (10-11-2020). Rapat koordinasi ini dilakukan untuk penyiapan program pengelolaan ekosistem mangrove secara terukur dan terintegasi dengan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

“Pemerintah Indonesia sudah berkomitmen akan melakukan rehabilitasi mencapai 600.000 Ha dalam 4 tahun ke depan, yaitu tahun 2020 – 2024 dengan melibatkan multi stakeholder,” ungkap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan.

Berdasarkan pemaparan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia saat ini memiliki area mangrove seluas 3,31 juta Ha, dan diantara area tersebut, sebesar 637.624 Ha sedang berada dalam kondisi kritis sehingga perlu dilakukan pemulihan ekosistem. Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena luas mangrove yang ada di Indonesia telah mencapai 20% dari jumlah keseluruhan sebaran mangrove di dunia.

“Pengelolaan ekosistem mangrove ini harus secara terukur dan terintegrasi, meliputi rehabilitasi dan program padat karya mangrove. Program pengelolaan mangrove akan difokuskan pada membangun mega mangrove project di 3 lokasi termasuk untuk pembibitan mangrove, serta pendanaan dalam program pengelolaan ekosistem mangrove perlu didukung oleh multi stakeholder, termasuk dari lembaga internasional dan mitra strategis Indonesia,” ungkap Menko Luhut.

Baca juga:  Menko Luhut memberikan pembekalan di Rapim TNI AD 2017

Rencananya, rehabilitasi mangrove akan dilakukan pada ekosistem mangrove dengan kerapatan tajuk kategori jarang dan sangat jarang. Rehabilitasi ini akan menggunakan berbagai sumber pendanaan, yang meliputi peningkatan alokasi APBN melalui bantuan pendanaan dari World Bank, dukungan mitra strategis seperti pemerintah UEA dan Jerman, serta pemanfaatan dana CSR, dan Program Green Port pada BUMN.

Menko Luhut juga turut menekankan pentingnya integrasi dan koordinasi antara Kementerian dan Lembaga yang terkait untuk menyukseskan program rehabilitasi mangrove. “Semua harus terintegrasi, supaya bergerak bersama semuanya. Kita akan pantau terus, dan saya harap satu minggu ke depan bisa terlihat perkembangannya,” tegas Menko Luhut.

Rapat ini turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala LAPAN, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Dirjen Bina Bangda, Menteri Keuangan yang diwakili Dirjen Pengelolaan Pembiayaan & Risiko dan Dirut BPLDH), serta pejabat lain dari KLHK, KKP, Kemenko Marves, Kemenkop/UKM, PPN/Bappenas, KemenBUMN, KemendesPDTT, BPDLH, BKPM dan BIG.

Biro Komunikasi

Baca juga:  Bersama Menhub, Menko Luhut Hadiri Pencanangan Tiang Pertama Proyek PT. Weda Bay Nickel

Kementerian Koordinator Bidang Kemartiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel