Berita

Kemenko Marves Koordinasikan Pemetaan Masalah Lahan untuk Pembangunan Tol Cisumdawu

Dibaca: 24 Oleh Rabu, 24 Maret 2021Tidak ada komentar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-145/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves – Sumedang, Pemerintah yang dikoordinasikan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menggelar rapat koordinasi lanjutan (Rakor) lintas kementerian/lembaga pada hari Kamis (4-4-2021). Rakor ini bertujuan mengejar percepatan penyelesaian pengadaan lahan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Rakor yang digelar di Kabupaten Sumedang ini dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kabupaten Sumedang, perwakilan dari Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten SUmedang, PPK Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, para camat dan kepala desa yang wilayahnya terkena penggusuran untuk Tol Cisumdawu ini.

Mewakili Kemenko Marves, Asisten Deputi (Asdep) Kerjasama Investasi Pemerintah dan Badan Usaha Hari Kusmardianto mengatakan bahwa ketersediaan lahan adalah modal dasar untuk suksesnya pembangunan infrastruktur. Tol Cisumdawu adalah salah satu infratruktur yang sangat penting untuk menggerakkan ekonomi disekitarnya.

“Bagi sebagian masyarakat, tanah menjadi bagian penting dalam kehidupan, manakala diperlukan untuk kepentingan pembangunan terkadang menimbulkan reaksi penolakan dari masyarakat. Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah pada dasarnya adalah untuk menyediakan infrastruktur bagi kepentingan umum guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap berbagai fasilitas umum serta untuk menggerakkan ekonomi daerah. Sehingga ingrastruktur yang dibangun memiliki fungsi sosial yang besar untuk kepentingan masyarakat yg lebih luas,” ujar Asdep Hari.

Baca juga:  Peluncuran KA Logistik, Kurangi Angka 'Dwelling Time'

Disisi lain,  untuk  kecepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur diperlukan berbagai percepatan dan penyederhanaan perizinan. “Untuk itu terobosan dan proses penyederhanaan perijinan pengadaan lahan di jalan tol ini menjadi sangat penting, apa lagi jalan tol ini adalah proyek strategis nasional,” ujarnya.

Lebih jauh, Asdep Hari mengatakan,  forum-forum seperti ini dapat menjadi mediator bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bedialog guna menyelesaikan isu-isu yang perlu  diselesaikan bersama. “Pemahaman akan pengadaan tanah untuk kepentingan umum, UU No. 2 tahun 2012, peraturan pertanahan yang baru diterbutkan yakni PP 19 Tahun 2021, dan permendagri nomor 1 tahun 2016, perlu terus kita pelajari dan dipahami bersama, sehingga percepatan yg kita harapkan bisa dicapai dan percepatan pembangunan perekonomian melalui pembangunan jalan tol ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat”, ujarnya.

Kepala Bappeda Tuti Ruswanti pada rakor tersebut berharap agar seluruh proses ini dapat diselesaikan dengan cepat. Kabupaten Sumedang saat ini sudah dikelilingi proyek strategis nasional, mulai dari Jatinangor hingga Jatigede. “Kabupaten Sumedang  harus memposisikan diri dan dapat memanfaatkan peluang, tidak hanya menerima dampak minimalis saja tapi juga  manfaat yg maksimal,” ujarnya.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Silaturahmi dan Buka Bersama di Lingkup Kemenko Maritim

Tuti kemudian menyebutkan bahwa Bupati sudah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk mendukung proyek-proyek nasional. Walaupun sekarang dalam  proses pembayaran namun konstruksinya sudah bisa dilaksanakan. Dengan adanya proyek nasional ini terutama Cisumdawu diharapkan dapat membantu ekonomi warga sekitar salah satunya dengan adanya penyerapan tenaga kerja.
“Dengan adanya akses 6 exit tol ini, kita akan memanfaatkan untuk pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Sumedang,” pungkas Tuti.

Terakhir, Asdep Hari mengatakan bahwa pemerintah pusat berterima-kasih  atas dukungan dan partisipasi semua pihak untuk terus bersama-sama dan mendukung  Kementerian PUPR untuk  melakukan percepatan dan juga menyelesaikan isu pengadaan lahan di pembangunan tol cisumdawu ini.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel