Berita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Koordinasikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur PSEL Suwung

Dibaca: 35 Oleh Senin, 10 Mei 2021Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-321/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves – Jakarta, Dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah untuk Energi Listrik (PSEL) Sarbagita, Suwung, Provinsi Bali dilakukan kegiatan rapat koordinasi dan kunjungan lapangan ke fasilitas terkait pada Jumat-Sabtu (7-8 Mei 2021). Kegiatan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia Kalake untuk mengetahui dan mengoordinasikan penyiapan dokumen-dokumen proses pengadaan barang dan jasa pembangunan PSEL Sarbagita, Suwung, Bali beserta langkah-langkah percepatannya. Di samping itu kegiatan ini bertujuan pula melihat fasilitas-fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA), tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), dan tempat pengolahan sampah reuse, reduce, recycle (TPS 3R) di beberapa lokasi sebagai alternatif pengelolaan sampah terpadu ketika pembangunan PSEL Sarbagita.

Deputi Ayodhia G.L Kalake, menyampaikan bahwa rakor ini diadakan sesuai arahan Menko Marves untuk segera menindaklanjuti pembangunan PSEL Sarbagita Suwung Provinsi Bali sehubungan dengan telah diterbitkan surat dukungan pengerjaan sipil (civil works) dari Menteri PUPR tertanggal 30 April 2021. Selain itu dia juga mengingatkan agar panitia pengadaan barang dan jasa Pemprov Bali segera menyiapkan dokumen proses pengadaan barang dan jasa menyesuaikan dengan layout dan site plan baru serta dukungan civil works dari PUPR. Seiring dengan penyiapan dokumen tersebut tentang perencanaan tata waktu keseluruhan proses lelang. “Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sinkronisasi dengan kegiatan-kegiatan pengelolaan sampah selama masa pembangunan PSEL, beberapa alternatif yang perlu dilakukan adalah pemindahan arus sampah, reduksi volume sampah dari hulu dan penerapan sistem dan teknologi pengolahan yang optimal” tutup Deputi Ayodhia pada akhir sambutannya.

Baca juga:  Kemenko Maritim Gandeng World Maritime University Tingkatkan SDM Bidang Maritim

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyatakan sejak diterbitkannya surat dukungan civil works Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tim teknis pengadaan barang dan jasa terus bekerja untuk memperbaiki dan melengkapi dokumen agar dapat memenuhi persyaratan dan ketentuan dalam proses lelang khususnya perubahan besaran tipping fee atau biaya layanan pengelolaan sampah (BLPS).

Asisten Deputi (Asdep) Industri Pendukung Infrastruktur Yudi Prabangkara yang ditunjuk Deputi Infrastruktur dan Transportasi untuk mengawal dan memfasilitasi percepatan pembangunan PSEL Sarbagita menegaskan dengan telah diterbitkannya dukungan civil works maka proses lelang segera dapat dilaksanakan mengingat Bali merupakan ikon nasional tempat pelaksanaan agenda-agenda nasional dan internasional seperti G20 Summit yang akan digelar pada pertengahan tahun 2022. Asdep Yudi juga memberikan penekanan agar perlu segera dicarikan solusi bersama dalam menetralisir bau dan gunungan sampah di TPA Sarbagita saat ini.

Sementara itu, Asdep Pengelolaan Sampah dan Limbah Deputi Bidang Koodinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rofi Alhanif menyampaikan informasi bahwa kapasitas tampung TPA Sarbagita, Suwung sudah mendekati angka maksimal saat ini dan diperkirakan tinggal 3 sampai dengan 4 bulan lagi sudah tidak mampu menampung sampah harian yang masuk, yaitu mencapai 1.200 ton. Asdep Rofi selanjutnya menyebutkan adanya Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat Implementasi dari Inpres ini adalah segera memperbanyak dan menguatkan peran TPST dan TPS 3R, termasuk yang sudah dibangun Kementerian PUPR dan KLHK yang pengoperasiannya belum optimal.

Baca juga:  Dukung Peningkatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan, Kemenko Marves Adakan Monev Program Kerja Bersama Perum Perindo dan fishOn

Selanjutnya wakil-wakil dari kementerian dan lembaga terkait dalam rakor tersebut menyampaikan bahwa kementeriannya senantiasa akan mendukung baik di proses hulu maupun hilir dari pembangunan dan pengoperasian PSEL Sarbagita.

Pada akhir rapat, Sekda Bali menyampaikan kesimpulan dari pelaksanan diskusi dalam rakor ini, yaitu memadatkan jadwal proses lelang agar bisa dipercepat dan koordinasi intensif dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk pengawalan keseluruhan kegiatan pengadaan barang dan jasa PSEL Sarbagita. Deputi Ayodhia pun menyebutkan koordinasi tersebut dilakukan untuk mengefisiensikan waktu proses lelang melalui tindakan paralel. Selain itu, dia kembali menekankan tentang perlunya segera dibuat skenario dan implementasi mitigasi penanganan sampah selama pembangunan PSEL Sarbagita.

Pada hari kedua, Deputi Infrastruktur dan Transportasi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali memimpin rombongan mengunjungi beberapa lokasi dan calon lokasi pengelolaan sampah dan berdiksusi dengan para pengelola. Lokasi-lokasi yang dikunjungi, antara lain TPST Sekar Tanjung di Denpasar, calon lokasi TPS 3R Kesiman, calon lokasi TPS 3R di Temesi, dan TPA Gainyar yang akan diproyeksikan sebagai penampungan akhir residu pengelolaan sampah di TPST dan TPS 3R.

Baca juga:  Kunjungan Menko Luhut ke PT. BSSTEC

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel