Berita DeputiDeputi 4

Kemenko Marves Kunjungi Lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence di Brebes

Dibaca: 16 Oleh Sabtu, 27 Februari 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Kunjungi Lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence di Brebes
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-136/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

 

Marves – Brebes, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan bersama dengan Staf Ahli Menteri Bidang Konektivitas Maritim mengunjungi lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence (Pusat Keunggulan) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (23-02-2021). Brebes sudah dipilih dan ditetapkan sebagai salah satu lokasi program pengembangan mangrove tersebut pada rapat koordinasi (Rakor) tingkat menteri beberapa waktu lalu.

“Dari aspek regulasi Perpres Nomor 120 tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Pak Presiden ingin ada pusat pengelolaan mangrove modern dan besar, tapi peraturan itu belum menyebutkan lokasinya. Tugas kami untuk menerjemahkan menentukan lokasinya ada di mana. Berdasarkan hasil rapat tingkat menteri yang dipimpin Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan) lokasi salah satunya di Brebes,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Konektivitas Maritim Sahat Manaor Panggabean di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Brebes hari ini.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan Kemenko Marves Kus Prisetiahadi menambahkan bahwa keberadaan lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar sangat berbeda dari program persemaian atau pengembangan mangrove yang sudah selama ini, baik dari jumlah maupun dari jenis mangrove itu sendiri. Dalam setahun ditargetkan akan ada 10 juta bibit mangrove per tahunnya di lokasi seluas 10 Ha ini.

“Sementara mangrove center yang ada selama ini dari segi kapasitas hanya 500 ribu bibit per tahun, jadi kuantitas sangat jauh sekali,” kata Asdep Kus.

Asdep Kus menuturkan bahwa adanya Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence ini merupakan permintaan atau instruksi Presiden yang telah menugaskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera dibangun. Upaya ini akan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia negara yang besar terkait pengembangan mangrove.

Baca juga:  Menko Luhut : "Indonesia dan FMG Berkomitmen Mengembangkan Ekonomi Hijau"

Terkait jenis mangrove apa saja yang akan ditanam atau dikembangkan di lokasi ini akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi lahan yang telah dipilih. “Itu tergantung dengan situasi di lokasi di mana mangrove skala besar itu akan didirikan, tapi ada lagi mangrove center of excellence yang diinisiasi oleh KKP, semacam taman mini mangrove Indonesia. Jadi berbagai jenis mangrove di Indonesia, diupayakan dikumpulkan (dan ditanam),” sebutnya.

Ia menyampaikan bahwa alasan pemilihan Brebes sebagai salah satu lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence ialah karena memang potensi daerah yang besar. Salain itu juga karena beberapa jenis mangrove sudah terbukti bisa tumbuh dan beberapa negara sudah pernah datang ke sini melakukan studi banding.

Di samping itu, SAM Sahat menambahkan berdasarkan pada Perpres tersebut, Kemenko Marves bersama KLHK, KKP, dan kementerian/lembaga (K/L) berkoordinasi serta bergerak untuk memilih lokasi program Persemaian Mangrove Skala Besar di Desa Randusanga Kulon dan Mangrove Center of Excellence di Desa Kaliwlingi ini diputuskan dalam Rakor tingkat menteri menjadi alternatif lokasi implementasi Perpres Nomor 120 tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Setelah itu, langkah berikutnya tinggal proses menerjemahkannya di lapangan dengan menindaklanjuti perintah Presiden tersebut.

Dia menerangkan bahwa Desa Randusanga Kulon tidak hanya menjadi lokasi persemaian/pembibitan tapi juga akan menjadi aktivitas wisata lainnya seperti ekominawisata. Selain itu juga ada KKP yang akan mengembangkan aspek penelitian atas mangrove yang ada di lokasi Kaliwlingi, bahkan bisa menjadi lokasi penelitian terkait mangrove oleh para peneliti, baik di dalam negeri maupun mancanegara yang akan datang ke Brebes.

Baca juga:  Sesmenko Marves: Ikuti Tren dan Terbuka dalam Informasi adalah Kunci Sukses Humas Pemerintah

“Ini peluang dan harus kita tangkap dengan baik. Pertemuan sebelumnya kita konsentrasi pada masalah lahan, tadi sudah dijelaskan bahwa status lahan sudah tidak ada masalah, nanti tinggal pelaksanaan. Target kita ada dua, pertama persiapan kita untuk menyambut kedatangan Pak Presiden pada April 2021 dan kedua lanjutan untuk menjadi wisata. Program ini akan terus berlanjut dan bukan tahun ini saja,” jelasnya.

“Jadi menarik nantinya, Brebes ini akan ada dua kementerian yang konsentrasi terhadap kawasan mangrove ini, ada KLHK dan KKP. Di Rakor, Pak Menko juga meminta dukungan Kemendes PDTT, BRGM, dan dukungan koordinasi dari K/L terkait lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Brebes, Narjo menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya program Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence di wilayahnya dan berharap segera terealisasi dalam waktu dekat. “Kami siap mengawal ini dan seterusnya dalam rangka untuk menuju masyarakat Brebes yang sejahtera,” kata Narjo dalam kesempatan yang sama.

Narjo juga berterima kasih kepada pemerintah pusat, terutama Kemenko Marves dan K/L terkait yang telah memilih serta memutuskan Brebes sebagai salah satu lokasi Persemaian Mangrove Skala Besar dan Mangrove Center of Excellence. Ia juga menyatakan Pemda Brebes dan segenap pemangku kepentingan (stakeholder) terkait sudah siap serta sangat mendukung penuh program pengembangan mangrove yang nantinya menjadi wisata dan tempat penelitian.

Baca juga:  Peluncuran KA Logistik, Kurangi Angka 'Dwelling Time'

“Pak lurah sudah siap, masyarakat kompak, dan Insya Allah, program ini nilainya mencapai ratusan miliar dan masyarakat akan merasakan manfaat dari program ini. Ini sangat besar, ini bukan hanya untuk Brebes saja tapi akan menjadi lokasi kunjungan dari dunia luar yang akan masuk ke Brebes,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Randusanga Kulon, Affan Setiono, mengatakan lahan yang sudah ditentukan sebagai lokasi Persemaian Skala Besar merupakan tanah negara yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Randusanga Kulon yang saat ini belum digarap selama ini.

Affan menuturkan bahwa program mangrove yang akan dijalankan itu berada di lokasi bernama Tarjuna yang masuk dalam Desa Randusanga Kulon. Selain pemerintah desa, kata dia, masyarakat dan elemen lainnya sangat mendukung adanya program tersebut dan berharap akan memberikan dampak positif bagi desanya.

“Adanya persemaian ini, harapan kami warga kami juga ikut di dalam melaksanakan kegiatan mangrove yang ada di desa ini. Kami mohon dan berharap persemaian ini akan ada di desa kami, karena desa kami 80 persen adalah lahan berair/perairan dan sisanya 20 persen merupakan tanah daratan,” tandasnya.

Selain ke Desa Randusanga Kulon, Kemenko Marves dan Pemda Brebes serta K/L lainnya yang hadir dalam kesempatan ini juga melakukan kunjungan ke Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Kaliwlingi merupakan desa kedua yang akan menjadi lokasi Mangrove Center of Excellence yang ada di Brebes, Jawa Tengah.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel