FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Kunjungi Rencana Lokasi Waduk Lepas Pantai Muara Sungai Cisadane

Dibaca: 28 Oleh Sabtu, 8 Mei 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Kunjungi Rencana Lokasi Waduk Lepas Pantai Muara Sungai Cisadane
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-316/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves – Jakarta, Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan kunjungan lapangan ke rencana lokasi pembangunan Waduk Lepas Pantai (WLP) di Muara Sungai Cisadane pada Selasa (04-05-2021). Kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Teknis Rencana Pembangunan Waduk Lepas Pantai Muara Sungai Cisadane yang sebelumnya digelar pada hari Jumat (30-04-2021). Kunjungan ini merupakan bagian dari koordinasi pelaksanaan pembangunan terpadu pesisir ibukota negara yang termasuk dalam Major Project Pengamanan Pesisir 5 Perkotaan Pantura Jawa.

Asdep IDPSDA Rahman Hidayat memimpin survei awal. Saat kunjungan, ia menyampaikan alasan kedatangannya. “Kami ingin memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi lapangan saat ini serta mengumpulkan data awal,” ungkap Asdep Rahman.

Pada kesempatan tersebut, Asdep IDPSDA didampingi oleh perwakilan Direktorat Pengairan dan Irigasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Direktorat Sungai dan Pantai, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Baca juga:  Kemenko Marves, KLHK dan PRAISE Kolaborasi Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19

Dengan menggunakan kapal, survei dimulai dari Dermaga 16 Ancol menuju lokasi di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam hingga akhirnya tiba di perairan pesisir utara teluk naga.

Pada saat itu, kondisi perairan sedang surut sehingga tidak memungkinkan kapal yang ditumpangi tim mendekat mencapai muara Sungai Cisadane, beruntung ada perahu nelayan lewat yang hendak mencari ikan. Asdep Rahman beserta 3 (tiga) perwakilan tim survei kemudian berpindah ke perahu nelayan dan bergerak menuju muara sungai Cisadane untuk melihat langsung kondisi muara dan Pesisir Desa Tanjung Burung. Sementara, 12 (dua belas) anggota tim lainnya melakukan pemantauan perairan dari atas kapal.

“Survei singkat yang dilakukan ini menunjukkan fakta di lapangan bahwa kondisi muara Sungai Cisadane telah mengalami perubahan yang signifikan–jauh dari yang kita bayangkan–sehingga pembahasan dan perencanaan berikutnya dilaksanakan berdasarkan kondisi riil yang kita temui dilapangan,” ungkap Asdep Rahman. Ia pun menceritakan bahwa di lapangan sedang dilakukan pengerjaan oleh pengembang, seperti pembuatan tanggul/turap persis di pinggir sungai dekat dengan muara. Ini pun membuktikan bahwa empang atau tambak yang disampaikan pada saat rakor sebelumnya sudah tidak ditemukan lagi.

Baca juga:  Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Melelehnya Kutub Utara, Kemenko Kemaritiman Gali Masukan PakarAntisipasi Dampak Sosial Ekonomi Melelehnya Kutub Utara, Kemenko Kemaritiman Gali Masukan Pakar

Lebih lanjut, Asdep Rahman menyatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan gambaran lebih jelas tentang rencana estuary dam (bendungan pertemuan air sungai dan laut) yang digagas Pemerintah Kabupaten Tangerang. Perwakilan dari Bappeda Kabupaten Tangerang menyatakan akan menyiapkan data-data teknis yang diperlukan untuk menjelaskan rencana kegiatan di masa mendatang.

Sementara itu, terkait persoalan tanah di pesisir pantai yang sebagian telah tergenang, perwakilan Kementerian ATR/BPN menyatakan akan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan bidang yang menangani, termasuk mengenai status tanah dan data lainnya yang berhubungan dengan pertanahan, juga mengenai integrasi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi Banten dengan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) maupun rencana tata ruang (RTR) dengan rencana zonasi kawasan strategis nasional (RZ KSN) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur (Jabodetabekpunjur).

Kemudian, tentang Rencana Alokasi Ruang untuk Zona Bandar Udara (U12) yang disebutkan dalam rancangan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Jabodetabekpunjur, perwakilan dari Direktorat Perencanaan Ruang Laut KKP Siti Mumtazia Lestari menyampaikan bahwa rencana tersebut masih dibahas dalam proses integrasi dengan tata ruang darat bersama dengan Kementerian ATR/BPN. Pembahasan tersebut berperdoman pada Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur.

Baca juga:  Suar Kemaritiman Edisi 23 Agustus 2018

Menanggapi rencana alokasi ruang Zona Bandar Udara, Asdep Rahman ingin mengetahui kelanjutan rencana tersebut dari pihak Angkasa Pura II atau Kementerian Perhubungan. “Saya ingin mendapatkan informasi lebih lanjut soal bagaimana nanti penataan kawasannya karena di dalam satu kawasan ekosistem muara, yang rencananya terdapat kegiatan pengembangan permukiman, WLP, dan juga keberadaan masyarakat Tanjung Burung,” ungkapnya. Lebih lanjut, Kemenko Marves akan mengadakan pertemuan terbatas, seperti focus group discussion (FGD) atau diskusi kelompok terpumpun (DKT) untuk memformulasikan konsep WLP berdasarkan data dan informasi perkembangan terkini.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel