Berita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Lakukan Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Untuk Percepat Pembangunan PSEL Sarbagita

Dibaca: 30 Oleh Senin, 29 Maret 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Lakukan Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Untuk Percepat Pembangunan PSEL Sarbagita
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-207/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

 

Marves – Jakarta, Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah untuk Energi Listrik (PSEL) Sarbagita, Suwung, Provinsi Bali, Asisten Deputi (Asdep) Industri Pendukung Infrastruktur Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan koordinasi dan kunjungan lapangan ke fasilitas terkait pada Jumat-Sabtu (26-27 Maret 2021).

Rapat koordinasi (rakor) percepatan pelaksanaan pembangunan fasilitas PSEL Suwung dilakukan secara hybrid (offline dan virtual) dipimpin oleh Asdep Yudi Prabangkara bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra. “Agenda ini merupakan tindak lanjut dari rakor sebelumnya untuk mementukan langkah percepatan pembangunan PSEL di Bali,” ungkap Asdep Yudi.

Sekda Dewa menyampaikan, “Pemerintah Daerah Provinsi Bali sangat mengharapkan percepatan dari pembangunan PSEL. Selain untuk mengatasi permasalahan sampah di Pulau Bali, diharapkan PSEL juga dapat menjadi role model nasional.” Sejauh ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Bali telah mengerjakan langkah-langkah administratif. Agar pembangunan PSEL dapat segera rampung, Pemda Bali meminta kepada Kemenko Marves agar terus difasilitasi dan didukung.

Baca juga:  Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta

Dalam rapat tersebut, perwakilan dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia Troena Marayoga menyebutkan bahwa semua proses perencanaan dan pembangunan PSEL ini harus mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang tercantum di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Hal ini perlu dicermati agar saat pelaksanaan dapat berjalan sesuai tujuan yang diharapkan, termasuk pengalokasian anggaran, model pengelolaan, dan tata waktu yang ditetapkan. Sementara itu, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyatakan kesiapannya dalam menyediakan lahan seluas 4,1 hektar untuk jalur distribusi listrik dan pengolahan air. Lahan ini merupakan lahan pendukung dari lahan untuk fasilitas utama PSEL yang telah tersedia saat ini sebagai area TPA Suwung.  Selain itu, dukungan administratif dan teknis juga menjadi penting agar tercipta proses pengelolaan yang menyeluruh.

Sebagai informasi, pekerjaan sipil dari PSEL Bali akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang mencakup penyediaan air bersih dan air baku, serta pekerjaan konstruksi untuk penampungan fly ash dan bottom ash (FABA). Asdep Yudi menyebutkan bahwa seluruhnya akan dikerjakan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis.

Baca juga:  Menko Luhut Hadiri Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Auditorium BPPT

Di akhir rapat yang diadakan pada Hari Jumat (26-3-2021), Sekda Provinsi Bali mengutarakan harapannya agar Kementerian PUPR dapat memberikan jawaban atas pengajuan civil works pembangunan PSEL. Asdep Yudi menegaskan, “Pilihan teknologi PSEL merupakan alternatif yang banyak digunakan di berbagai negara. Walaupun begitu, permasalahan sampah perlu dituntaskan dengan upaya penyelesaian yang berkelanjutan.” Guna melihat kondisi PSEL, Asdep Yudi didampingi oleh jajaran Pemda Provinsi Bali meninjau lokasi TPA Suwung di Desa Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel