Berita DeputiDeputi 4

Kemenko Marves Melakukan Tinjauan Langsung dalam Pemanfaatan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah

Dibaca: 47 Oleh Rabu, 28 Oktober 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Melakukan Tinjauan Langsung dalam Pemanfaatan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Kalimantan Tengah, Meninjau penerapan teknologi optimalisasi lahan gambut untuk meningkatkan produksi pertanian di wilayah Kalimantan Tengah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melakukan peninjauan serta penanaman padi di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau pada Senin (26-10-2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Optimalisasi Tata Lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nurul Istiqomah, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Herson Barthel Aden, dan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazir Foead.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh SAG Herson Barthel Aden mewakili Plt. Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail mengungapkan bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan berbagai hambatan dan terganggunya aktifitas masyarakat. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga mempengaruhi rantai pasokan makanan dan daya beli masyarakat.

“Dengan adanya upaya ketahanan pangan pada program food estate nantinya diharapkan dapat menyediakan akses ketersediaan pangan. Selain itu juga dapat memberikan penghasilan kepada masyarakat dan proteksi terhadap dampak pandemi Covid-19”, ungkapnya.

Baca juga:  SELEKSI CPNS KEMENKO MARVES

Ditambahkan pula oleh Kabid Optimalisasi Tata Lingkungan Nurul Istiqomah, “Covid-19 berdampak besar kepada masyarakat dan ekonomi bangsa. Ketahanan pangan, ketenagakerjaan dan penghasilan masyarakat rentan terhadap risiko tersebut. Oleh karena itu, prioritas saat ini adalah pasokan makanan yang stabil serta mencukupi bagi masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.”

Program food estate ini berupaya menyediakan lahan pangan baru, rehabilitasi lahan yang sudah ada dengan peningkatan sarana untuk mendukung produktifitas lahan, terutama dari sisi tata kelola air dan drainase lahan.

Program food estate ini juga didukung oleh BRG dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat petani di Desa Talio Hulu. Salah satu program BRG di Kalimantan Tengah adalah revitalisasi, yaitu pengelolaan lahan terbengkalai menjadi lahan dengan perbaikan sistem irigasi. Pengembangan lahan food estate di Kalteng juga akan tetapi tetap memperhatikan kelestarian ekosistem lahan gambut yang ada.

“Fokus BRG pada lahan di Desa Talio Hulu ini untuk pengkajian dan percobaan. Lahan yang digunakan merupakan lahan milik masyarakat yang terbengkalai dan memiliki fungsi budidaya namun tidak dimanfaatkan karena tidak adanya modal. Kita ingin mengembalikan fungsi lahan ini sehingga bisa ditanami tanaman yang sesuai dengan aspirasi mereka, dalam hal ini padi,” pungkas Nazir.

Baca juga:  Tingkatkan Kinerja ASN, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Gelar Jiwa Korsa

BRG telah mengeluarkan dana sebesar Rp 13,6 miliar untuk merevitalisasi lahan ini. Dana ini digunakan untuk pembukaan lahan untuk sawah padi seluas 121 Hektar. Hasil panen padi ini nantinya akan dibagi dua, 75 persen untuk koperasi tani dan 25 persen untuk keuntungan kelompok tani.

“Kami mengharapkan program food estate ini dapat menjadi percontohan, karena lahan gambut milik masyarakat itu banyak juga di Kalteng dan daerah lainnya,” ungkap SAG Herson Bathel.

“Selain di Provinsi Kalimantan Tengah, program food estate ini juga diimplementasikan di provinsi Sumatera Utara, dan akan menjadi contoh juga bagi beberapa provinsi lainnya mendatang,” tambah Kabid Nurul Istiqomah sebagai penutupan dalam kegiatan ini.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel