Berita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Meninjau Kemajuan Pembangunan dan Perkembangan Operasionalisasi Pelabuhan Patimban

Dibaca: 37 Oleh Kamis, 9 September 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 09 at 12.48.41 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-566/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

Marves – Jakarta, Pada Rabu (08-09-2021), Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi yang juga merangkap sebagai Plt. Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan koordinasi dan peninjauan lapangan terkait kemajuan pembangunan dan operasional Pelabuhan Patimban. Pelabuhan Patimban merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok yang dibangun untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan dan menghubungkan berbagai wilayah produktif di Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, dan sekitarnya. Pelabuhan ini diharapkan mampu mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang selama ini dikenal padat dan sibuk. Selain itu diharapkan ke depan bisa mengurangi tingkat lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan.

Kegiatan ini diawali dengan rapat koordinasi di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban yang dihadiri oleh Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, perwakilan dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat, dan Perusahaan Umum Daerah Tirta Rangga Kabupaten Subang.

Baca juga:  Vidcon Rakor Menko Marves Terkait Percepatan Program Pengembangan Tambak Udang.

“Dalam kesempatan ini, kami ingin melihat perkembangan operasionalisasi fasilitas pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap I dan perkembangan pembangunan pelabuhan patimban tahap II dan III sejak di diresmikan oleh Bapak Presiden pada 24 Desember 2020 yang lalu,” ujar Plt. Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Lukijanto. Ia melanjutkan bahwa ia juga ingin mengetahui apabila terdapat permasalahan yang perlu ditindaklanjuti mengenai proses pembangunan dan operasionalisasi Pelabuhan Patimban.

Diketahui pembangunan Pelabuhan Patimban tahap I telah selesai dibangun. Fasilitas pelabuhan tahap I meliputi terminal peti kemas seluas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUs, terminal kendaraan seluas 25 hektar dengan kapasitas 218.000 CBU, akses jalan pelabuhan patimban dari jalur Pantura sepanjang 8,2 kilometer, Causeway, dan fasilitas pendukung operasional tahap I lainnya.

Untuk mendukung operasional pelabuhan tahap I ini, pada terminal kendaraan (car terminal) telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain fasilitas kepabeanan, penerapan International Ship and Port Security (ISPS) level 1, sistem keamanan yang beroperasi selama 24 jam, pintu gerbang otomatis, area penerimaan, area inspeksi, pre yard, storage yard, dan lain sebagainya. Dari data rekapitulasi bongkar muat KMP Ferrindo 5 periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2021, tercatat ada 3.466 unit kendaraan completely built-up yang dibongkar muat di Pelabuhan Patimban.

Baca juga:  '' Penangkapan Ikan Ilegal " Indonesia Mendorong Pembentukan Instrumen Baru di Kawasan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Subagiyo menyampaikan bahwa saat ini pelabuhan patimban sudah dioperasionalkan secara bertahap. Saat ini, pelabuhan sudah melayani kegiatan kepelabuhanan dengan tujuan perjalanan Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Pontianak. Di masa mendatang, rute ini akan terus bertambah seiring pengalihan beban dari Pelabuhan Tanjung Priuk ke Palabuhan Patimban.

Sebagai informasi, terkait pembangunan Pelabuhan Patimban tahap I-2 akan didanai dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan sekarang masih dalam tahap finalisasi dokumen persetujuan di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ditargetkan lelang sudah dapat dimulai pada akhir tahun 2021.

Kepala KSOP Patimban pun menyatakan bahwa terdapat beberapa kendala operasionalisasi Pelabuhan Patimban, salah satunya pasokan air bersih dan listrik yang masih belum memadai. Dalam kesempatan yang sama, ia menuturkan harapannya. “Saya pengin pada akhir tahun 2021 permasalahan ini dapat selesai seiring dengan meningkatnya tingkat layanan di Pelabuhan Patimban,” pungkasnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Baca juga:  Menko Luhut Rakor Bahas Penanganan Sampah di Bali

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel